Lupa Sandi?

Akademi Sepakbola Liverpool FC di Bandung. Soon

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Akademi Sepakbola Liverpool FC di Bandung. Soon
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik rencana manajemen klub sepakbola asal Inggris, Liverpool untuk membangun sekolah sepakbola di Bandung. Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan jika dirinya telah melakukan pertemuan dengan manajemen Liverpool di Bandung beberapa waktu lalu. “Rapat dengan manajemen Liverpool FC untuk rencana sekolah sepakbola Liverpool di Bandung,” kata Emil seperti dituliskannya pada akun Facebook Ridwan Kamil. Emil mengatakan jika dirinya memiliki ide untuk menjadikan olahraga khususnya sepakbola sebagai media untuk mendidik karakter dan revolusi mental di Kota Bandung. Karena dengan olahraga dapat mengajarkan banyak hal yang dapat membangun mental bangsa yang lebih baik. “Olahraga, khususnya Sepakbola akan dijadikan media untuk pendidikan karakter dan revolusi mental di kota Bandung. Untuk sukses dalam hidup kita harus bekerja keras (berkeringat), bekerja cerdas (strategi), teamwork/kerjasama, punya tujuan (goal), harus fairplay (adil/toleran). Semoga lancar.” tulisnya. (ILhamnoor) featured image: akun facebook Ridwan Kamil Infobandung.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata