Lupa Sandi?

Jember Fashion Carnaval

Vicky Laurentina
Vicky Laurentina
0 Komentar
Jember Fashion Carnaval
Jember Fashion Carnaval

Jember kembali akan menulis kabar baik lagi tahun ini. Karnaval fashion yang sudah digelar konsisten tiap tahunnya, akan dihelat lagi dan dipastikan akan menyedot perhatian banyak turis untuk datang menonton. Ratusan talent akan berparade dalam kostum unik karya mereka, selain untuk merebut piala yang sudah digadang-gadang oleh panitianya, juga untuk menarik perhatian para fotografer media yang akan berebutan menampilkan foto terbaik mereka demi mempromosikan Indonesia.

Karnaval Sejuta Pesona

Ini adalah ke-15 kalinya Jember Fashion Carnaval digelar. Penggagasnya, Dynand Fariz, seorang desainer mode asal desa setempat yang kini menjadi pengajar Esmod Jakarta, menghelat Jember Fashion Carnaval berupa karnaval mode yang diadakan selama empat hari berturut-turut. Parade defile biasanya digelar di sekitar alun-alun kota, dengan jarak tempuh sepanjang 3,6 kilometer. Kostum yang tampil umumnya unik dan sangat rumit, beberapa kadang-kadang cukup berat untuk dikenakan sampai-sampai talent yang memperagakannya mesti diarak dengan kendaraan khusus.

Caption (Sumber Gambar)
Tidak cuma penduduk Jember sendiri yang menyemut di sepanjang jalan untuk menonton karnaval ini. Banyak peminat festival ini berasal dari luar Jember, dan datang kemari hanya untuk memotret jalannya karnaval. Wartawan pun berdatangan, termasuk dari luar negeri (termasuk dari Reuters dan Associated Press) yang semuanya datang untuk menonton karnaval yang konon diklaim Dynand Fariz sebagai catwalk terpanjang di dunia ini. Tidak mengherankan, Jember Fashion Carnaval memang merupakan salah satu karnaval terbaik saat ini, terbukti dari menangnya Jember Fashion Carnaval sebagai juara ketiga dari sebuah festival karnaval di Seychelles tahun ini. Dalam festival tersebut, kompetitor terberat Jember Fashion Carnaval dari puluhan negara peserta lainnya hanyalah Amerika Serikat dan Perancis.

Baca Juga

Mengedukasi dan Memberdayakan Perekonomian

Yang patut digarisbawahi, Jember Fashion Carnaval adalah murni karya dari entrepeneur lokal Jember dan tidak dibiayai oleh pemerintah setempat. Event organizer-nya adalah Yayasan Jember Fashion Carnaval pimpinan Dynand Fariz sendiri. Dynand Fariz mengonsep Jember Fashion Carnaval dengan memberikan nilai edukasi yang padat, nampak dari programnya mengadakan pelatihan terhadap pesertanya sebelum memulai karnaval. Peserta yang menjadi desainer dalam Jember Fashion Carnaval dihujani materi tentang industri fashion seperti cara mendesain pakaian, tata rias, koreografi, sampai ilmu entrepeneur mengenai fashion itu sendiri.

Model-model yang menjadi peraga dalam Jember Fashion Carnaval pun juga diberikan pelatihan khusus. Meskipun direkrut secara terbuka dari kalangan umum, model-model ini mesti menjalani latihan rutin seperti olahraga dan koreografi setiap pekannya selama berbulan-bulan. Dan pengadaan segala pelatihan itu dibayar oleh modelnya sendiri, termasuk model-model yang masih berusia kanak-kanak.

Hampir semua pesertanya puas, baik para desainer maupun talent (sebutan panitianya untuk model), karena selain mempertontonkan karya mereka di hadapan khalayak ramai, mereka juga diperkenalkan pada sikap kompetitif yang bermanfaat ketika mereka berkarier sendiri kelak. Sebagian bahkan selalu menunggu untuk direkrut lagi mengikuti karnaval di tahun-tahun berikutnya.

Caption (Sumber Gambar)Bagi kota Jember sendiri, Jember Fashion Carnaval adalah event emas untuk menaikkan pendapatan rakyat lokal. Setiap kali penyelenggaraan, hotel-hotel di kota kecil itu nyaris selalu full booked, penuh dengan warga luar yang ingin menyaksikan karnaval. Rute pesawat yang ingin mendarat langsung di Jember pun menjadi ramai. Pengusaha sewa mobil pun ikutan kecipratan rejeki, demikian pula para pedagang toko oleh-oleh yang ramai tokonya oleh para turis yang berkunjung ke Jember. Tahun 2015 lalu, Jember Fashion Carnaval telah sukses mendatangkan wisatawan ke Jember hingga mencapai 800.000 orang.

 Perjalanan Panjang Sebuah Karnaval Kota Kecil

Adalah Dynand Fariz yang menggagas karnaval ini hingga bisa menjadi event sebesar sekarang. Pemuda Jember ini semula menganggap Jember hanya sebuah kota perkebunan yang konservatif dan menjadi transit bagi pelancong yang lewat. Ketertarikannya sendiri terhadap mode membuatnya mendirikan sebuah rumah mode bernama Dynand Fariz Center di Jember, selain dirinya sendiri aktif mengajar tata busana di sekolah mode Esmod Jakarta dan Universitas Negeri Surabaya.

Keinginan besarnya adalah menjadikan kota perkebunan kecil itu sebagai kota karnaval mode, supaya penduduk lokal bisa mengapresiasi trend mode global. Ia pun memulai mewujudkan mimpinya itu dengan mendaulat karyawan-karyawan rumah modenya untuk mengenakan busana unik sembari berjalan di lingkungan sekeliling kantornya. Karnaval dadakan itu mengundang perhatian warga lokal, dan Dynand memutuskan untuk memperlebar jarak karnaval sampai ke jalanan kota Jember. Ketika parade itu semakin ramai jadi buah bibir, Dynand memutuskan untuk menggelar karnaval sungguhan yang ditangani profesional, dan jadilah Jember Fashion Carnaval seperti sekarang, yang tahun ini akan menjadi yang ke-15 kalinya diadakan.

Usaha Dynand bukan sekedar pungguk merindukan bulan. Kini, Jember Fashion Carnaval sudah berkali-kali menjadi juara mewakili Indonesia dalam festival karnaval internasional mengalahkan negara-negara lain. Busana-busana alumni Jember Fashion Carnaval yang superheboh dan superrumit sudah berulang kali menjadi juara kostum nasional terbaik dalam ajang-ajang model sejagat seperti kontes Miss Universe dan Mister Universe. Pun, Jember Fashion Carnaval berulang kali tampil dalam pameran-pameran industri pariwisata kaliber internasional untuk mempromosikan Indonesia.

Bagaimana Menyaksikan Jember Fashion Carnaval

Caption (Sumber Gambar)Kita yang ingin menonton Jember Fashion Carnaval bisa memesan tiket pada Yuni (0331-321-000) atau Hamdha (0812-315-47-426). Tiket dijual seharga Rp 75.000 hingga Rp 400.000 setiap harinya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karnaval ini menghadirkan empat tema berbeda-beda selama empat hari berturut-turut; karnaval untuk anak-anak pada hari pertama, karnaval berisi artwear pada hari kedua, karnaval bertema kepulauan Indonesia pada hari ketiga, dan tema utamanya Grand Carnaval pada hari terakhir.

Untuk wartawan sendiri diberikan kuota khusus, dan panitia menyeleksi wartawan mana yang diberi akses untuk meliput. Khusus untuk para fotografer profesional maupun amatir yang ingin meliput, panitia juga menyeleksi dan membebankan tiket dengan harga khusus, yakni Rp 150.000. Para fotografer diharapkan mendaftarkan diri dulu jauh sebelum acara, termasuk menjelaskan mereka berasal dari media mana, menunjukkan karya fotografi yang pernah dibuat, termasuk portofolio yang menampilkan foto Jember Fashion Carnaval yang pernah mereka tonton sebelumnya.

Jember Fashion Carnaval, adalah bukti autentik bahwa sebuah kota perkebunan yang konservatif pun bisa menjadi kota karnaval yang sangat meriah, dan pada akhirnya menggairahkan perekonomian lokal.


Sumber : http://www.jemberfashioncarnaval.com/
Sumber Gambar Sampul :  http://www.jemberfashioncarnaval.com/

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG VICKY LAURENTINA

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara