Rangkaian Perayaan "Merdeka 71” di Istana Merdeka

Rangkaian Perayaan "Merdeka 71” di Istana Merdeka
info gambar utama

Presiden Joko Widodo terus mengagendakan kegiatan-kegiatan yang berbeda dalam perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus. Diawali dari tahun kemarin, peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka memiliki konsep lebih merakyat. Dibuktikan dengan pembagian jatah undangan kepada masyarakat umum sebesar 70% dari total undangan, dan 30% lainnya untuk pejabat. Inisiasi ini dilakukan agar masyarakat lebih memiliki banyak kesempatan untuk merasakan kekhidmatan dan kegembiraan perayaan kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun ini, gelaran upacara peringatan kemerdekaan yang ke-71 di Istana Merdeka, tidak hanya akan meliputi detik-detik peringatan proklamasi pada pagi hari, yang dilanjutkan dengan pagelaran kesenian di sore hari, kemudian ditutup oleh upacara penurunan bendera seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Perayaan ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini akan diawali dengan penampilan marching band dari Semen Indonesia yang dimulai pada pukul 08.00. Selanjutnya yang istimewa dan berbeda dari peringatahan tahun ini adalah arak-arakan bendera pusaka merah putih. Bendera pusaka merah putih merupakan suatu lambang negara yang memiliki nilai penghormatan tinggi dalam upacara kemerdekaan. Maka, untuk lebih menghayati kesakralan tersebut, Presiden Joko Widodo mengusulkan adanya prosesi arak-arakan bendera pusaka. Nantinya pembawa bendera akan menaiki kereta kuda yang diiringi pasukan tentara berkuda, selain itu iringan marching band juga akan hadir dalam arak-arakan tersebut. Bendera akan diarak dari lokasi asal, yakni Monumen Nasional (Monas) kemudian langsung menuju ke Istana Merdeka. Dan pastinya, prosesi ini bisa disaksikan oleh masyarakat umum.

Selain itu tari kolosal dan paduan suara akan menjadi bagian acara pembuka menjelang detik-detik proklamasi. Setelah selesainya prosesi detik-detik proklamasi, di akhir acara akan ditampilkan kolaborasi dari dua musisi besar di Indonesia, yakni band Slank dan solois perempuan Raisa.

Setelah jamuan makan siang dengan para pejabat dan undangan kehormatan lainnya, acara sore hari akan dibuka kembali dengan sejumlah penampilan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kesenian Massal Tulung Agung, Reok Gendang, Marching Band TK Annisa, Rampak Bedug Banten, Marching Band “POCIL” Papua Barat, dan anak-anak "Di Atas Rata-Rata”. Memang, pada perayaan tahun ini, rangkaian upacara peringatan kemerdekaan akan banyak diramaikan oleh partisipasi anak-anak sekolah dasar dari berbagai wilayah Indonesia yakni Jakarta, Papua, Bengkulu, Banten dan juga Tulungagung. Keterlibatan mereka sejak dini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang tidak akan mereka lupakan sebagai generasi muda yang nantinya akan ikut membangun bangsa di masa depan.

Tamu kehormatan lainnya yang diundang adalah tokoh-tokoh yang telah menginspirasi masyarakat seperti tokoh "suster apung", Andi Rabiah dari Sulawesi Selatan dan Andri Rizki Putra, seorang pemuda pendiri yayasan berbasis swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan.

Pada tahun lalu, para undangan masyarakat umum lebih banyak dari warga Jakarta yang berprofesi sebagai nelayan, petani, pedagang kaki lima, anak yatim dan para pedagang dari Pasar tanah Abang.

Selain penampilan kesenian khas Indonesia, grup Band Nidji bersama penyanyi Opie Andaresta juga akan tampil membawakan lagu-lagu nasional, sebelum akhirnya upacara penurunan bendera merah putih dilakukan dan ditutup dengan arak-arakan bendera dari halaman Istana Merdeka menuju Monumen Nasional.


Sumber :

www.setneg.go.id

www.thejakartapost.com

Sumber Gambar : liputan6.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini