Ada 20 Hari Libur Tahun Ini. Mau Liburan Kemana Saja?

Ada 20 Hari Libur Tahun Ini. Mau Liburan Kemana Saja?

Keterangan Gambar Utama © Pemilik Gambar

Akhir tahun 2016 lalu pemerintah Indonesia menetapkan hari-hari libur nasional di tahun 2017. Keputusannya, ada 20 hari libur nasional yang akan bertengger di tahun 2017. Awalnya, hari libur nasional yang ditetapkan adalah 19 hari yang meliputi 15 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama. Namun, dengan adanya Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dinyatakan hari libur nasional, maka hari liburnya pun bertambah jadi 20 hari.

Nah, kesempatan ini tentu tidak boleh kita sia-siakan karena sejatinya berlibur adalah salah satu cara untuk menghilangkan penat dari aktivitas sehari-hari. Bahkan selain 20 hari libur tersebut, tahun 2017 setidaknya terdapat lima long weekend untuk menambah panjang waktu liburan.

Indonesia memang tak habis-habisnya menyajikan tempat-tempat wisata, mulai dari gunung, pantai, wisata sejarah, dan wisata kota. Namun, kita perlu mengingat juga kalau Indonesia punya banyak sekali festival budaya yang patut untuk dihadiri dan kita saksikan. Festival-festival ini bisa jadi destinasi wisata kita untuk mengisi waktu liburan tersebut:

10-15 Februari 2017

Festival Bau Nyale Putri Mandalika, Lombok

Festival Bau Nyale
Festival Bau Nyale

Festival ini merupakan acara tahunan yang diadakan di Lombok Selatan. Masyarakat biasanya datang untuk mengikuti dan berburu Nyale atau cacing laut. Cacing ini hanya muncul satu tahun sekali dan dipercaya sebagai wujud kunjungan putri Mandalika yang konon menurut legenda adalah seorang putri yang amat cantik. Festival ini menjadi satu momen penting bagi masyarakat setempat sebagai bentuk pelestarian tradisi.

11-14 Maret 2017

Festival Timba Laor, Ambon

Festival Timba Alor konsepnya mirip dengan Bau Nyale, yakni masyarakat berburu cacing laut
Festival Timba Alor konsepnya mirip dengan Bau Nyale, yakni masyarakat berburu cacing laut

Festival Timba Laor di Ambon merupakan festival yang memiliki konsep hampir sama dengan Festival Bau Nyale di Lombok dan Festival Pasola di Sumba di mana masyarakat di sini juga berburu cacing laut atau disebut dengan laor.

Munculnya laor sendiri dipengaruhi oleh siklus bulan dan matahari. Kemunculan laor akan terjadi pada bulan Maret atau April. Salah satu ciri munculnya laor adalah terjadinya air pasang yang berwana keruh. Di Ambon, kegiatan unik ini akan dilakukan di pesisir Ambon seperti desa Latulahat di kecamatan Nusaniwe, desa Rutong dan Hukurila di kecamatan Leitimur Selatan serta pantai Air Low dan juga Pantai Latulahat.

1-3 April 2017

Festival Tidore, Maluku Utara

Pada festival Tidore diadakan pula teatrikal Lufu Kie (foto: giggsy-tidore.blogspot.com)
Pada festival Tidore diadakan pula teatrikal Lufu Kie (foto: giggsy-tidore.blogspot.com)

Dalam rangka merayakan hari jadi Kota Tidore, pemerintah setempat mengadakan festival Tidore yang menjadi pesta rakyat masyarakat Tidore. Di festival ini akan ditampilkan acara ritual seperti prosesi Dowari untuk mengawali setiap kegiatan adat, serta Soa Romtoha sebagai ritual pertemuan lima warga untuk mengantar air menggunakan rau yang diambil dari puncak Gunung Kie Matabu untuk dimasukkan ke dalam bambu.

Momen yang paling menarik dari festival ini adalah menyaksikan ritual Lufu Kie yang diadakan untuk mengenang kembali Lufu Kie, yakni gelar armana perang bagi yang berhasil mengusir VOC dari Tidore.

19-23 Juni 2017

Festival Danau Sentani, Papua

Festival Danau Sentani digelar di sekitar Danau Sentani, Jayapura
Festival Danau Sentani digelar di sekitar Danau Sentani, Jayapura

Festival Danau Sentani sudah diadakan tahunan juga yang diselenggarakan sejak 2007 di sekitar Danau Sentani. Di sini pengunjung akan diperlihatkan penampilan tari-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan tak absen pula sajian kuliner khas Papua. Karnaval festival ini diikuti oleh masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

9-10 Juli 2017

Upacara Adat Tengger, Gunung Bromo

Upacara Adat Tengger merupakan hari raya Kasada
Upacara Adat Tengger merupakan hari raya Kasada

Upacara adat Tengger disebut dengan Upacara Kasada, yakni hari raya Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara adat ini dilaksanakan ketika sudah memasuki hari ke-14 bulan Kasada. Upacara ini dilakukan dengan pemberian sesajen untuk sesembahan kepada dewa, yakni Sang Hyang Widhi dan para leluhur suku Tengger (Dewi Roro ANteng dan Joko Seger).

Upacara Adat Yadnya Kasada Suku Tengger atau Hari raya kasada dilakukan pada tengah malam dan selesai pada dini hari. Upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Pada festival ini masyrakat suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa hasil panen seperti sayuran, buah-buahan, atau hewan ternak seperti ayam atau kambing bahkan ada juga yang melemparkan uang ke kawah gunung tersebut.

8-10 Agustus 2017

Festival Budaya Lembah Baliem, Papua

Festival Lembah Baliem merupakan festival budaya tertua di Indonesia
Festival Lembah Baliem merupakan festival budaya tertua di Indonesia

Festival Lembah Baliem merupakan salah satu festival kebudayaan Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara. Festival yang digelar di Lembah Baliem, Jayawijaya ini sudah berlangsung sejak 1989. Hal ini membuat festival Lembah Baliem menjadi festival budaya tertua di Indonesia.

Pada festival ini para pengunjung bisa menyaksikan karapan babi, omba permainan alat musik Pikon, lempar sege, hingga atraksi tari perang-perangan. Ini merupakan aksi teatrikal yang menceritakan sejarah perjalanan Suku Hubula di masa lalu.

20 September-1 Oktober 2017

Pesta Budaya Tabuik, Pariaman

Pesta Budaya Tabuik digelar dengan teatrikal pertempuran Karbala
Pesta Budaya Tabuik digelar dengan teatrikal pertempuran Karbala

Dari Papua, bulan September kita bisa terbang ke Sumatera Barat untuk menghadiri pesta budaya Tabuik di Kota Pariaman. Tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai di Pariaman. Festival ini akan menampilkan pertempuran Karbala dan memainkan drum tassa dan dhol.

9-10 Desember 2017

Festival Kora-kora, Ternate

Kora-kora merupakan armada kapal perang masyarakat Maluku ketika melawan penjajah
Kora-kora merupakan armada kapal perang masyarakat Maluku ketika melawan penjajah

Untuk memperingati hari jadi Kota Ternate, pemerintah setempat pun mengadakan festival budaya bertajuk Festival Kora-kora yang diwarnai dengan banyak kegiatan menarik, seperti lomba memancing tradisional, lomba dayung perahu kora-kora, dan pawai perahu kora-kora hias. Pada festival in kora-kora memang menjadi objek utama karena perahu kora-kora merupakan perahu adat Maluku dan menjadi armada perang masyarakat Ternate untuk mengusir Portugis.

Pilih BanggaBangga36%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau64%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mengenal Cara Memumikan Mayat Dari Papua Sebelummnya

Mengenal Cara Memumikan Mayat Dari Papua

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang Selanjutnya

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.