Indonesia akan miliki Bandara Antariksa pertama dalam 23 tahun

Indonesia akan miliki Bandara Antariksa pertama dalam 23 tahun
info gambar utama

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Indonesia (LAPAN) mengincar kemungkinan untuk bekerjasama dengan berbagai negara, seperti India atau Jepang untuk membangun bandar udara (bandara) pertamanya dan memulai program antariksa.

Indonesia dalam hal ini juga akan melakukan perbincangan dengan negara lain untuk memperoleh pengalaman yang luas dalam bidang antariksa untuk mendukung proyek tersebut.

Biak Island, Papua (© One Two Triz)
info gambar
Pulau Morotai | wikimedia
info gambar

Menurut LAPAN, Morotai di Maluku Utara dan Biak di provinsi Papua adalah kandidat terkuat sebagai lokasi proyek mengingat wilayahnya yang berdekatan dengan Samudera Pasifik

Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin mengklaim bahwa China adalah satu-satunya negara yang telah menunjukkan ketertarikannya untuk mendukung proyek tersebut.

Badan ini belum memperkirakan batas waktu proyek dan perkiraan biaya dalam pembangunan bandara antariksatersebut. Namun, telah menetapkan target bahwa Indonesia akan memiliki stasiun peluncuran satelit sendiri sebelum tahun 2040. \

Pada tahun 2012, duta besar Rusia untuk Indonesia Alexander A. Ivanov mengatakan bahwa Moskow memiliki ketertarikan pada perencanaan untuk mengembangkan stasiun peluncuran satelit di Biak.

Saat ini LAPAN mengoperasikan stasiun peluncuran roket di Garut, Jawa Barat, yang telah aktif sejak 1965.


Sumber: seasia.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini