Hebat! Kampus Ini Dinobatkan Menjadi Kampus Paling Inovatif di Indonesia Tahun 2017

Hebat!  Kampus Ini Dinobatkan Menjadi Kampus Paling Inovatif di Indonesia Tahun 2017

© Brilianta Panjol

Perguruan tinggi dianggap sebagai garis depan dalam hal pengembangan inovasi dan kreatifitas untuk masyarakat. Itu sebabnya perguruan tinggi di Indonesia berlomba-lomba untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas peneliti dan memiliki karya yang inovatif. Dan pada tahun 2017 ini Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menganugerahi kampus di Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai perguruan tinggi dengan produk paling inovatif di Indonesia.

Sebagaimana diberitakan oleh Republika (15/11) kampus yang pada 10 November yang lalu berusia 57 tahun itu dinilai pada tahun 2017 telah mampu menghasilkan produk riset yang siap dikomersialkan untuk industri di Indonesia. Berkat inovasi yang mampu dikomersialkan itu, masyarakat Indonesia akhirnya dapat merasakan manfaatnya.

Wakil Rektor ITS bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian dan Hubungan Internasional, Ketut Buda Artana mengaku senang dengan anugerah yang diberikan oleh Kemenristek tersebut. Menurutnya pencapaian yang diraih oleh ITS adalah berkat iklim riset yang baik di kalangan sivitias ITS.

Ia pun menjelaskan bahwa sebelum hasil riset diterapkan di masyarakat perlu dilakukan pengujian berupa Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT). Lewat pengujian TKT ini suatu inovasi akan terukur sampai sejauh mana kesiapannya untuk diterapkan dalam industri atau bahkan masyarakat.

Dalam indikator TKT terdapat rentang level satu hingga sembilan dan kampus ITS menargetkan level enam untuk setiap inovasi yang dibina Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). "Kemudian untuk menaikkan TKT dari level enam menjadi sembilan adalah tugas Direktorat Inovasi," kata Ketut.

Level enam sendiri memiliki arti bahwa produk teknologi dapat diuji di skala laboratiorium. Sementara level sembilan menandakan bahwa produk teknologi telah benar-benar teruji dan berhasil dioperasikan. Ketut kemudian berharap prestasi yang diterima ITS ini akan mampu mendorong semangat para sivitas akademika TIS untuk lebih meningkatkan komersialisasi produk riset, baik dari pihak dosen maupun mahasiswa. Sebabdi masa mendatang menurutnya ITS akan semakin mendapat tantangan bagaimana semua produk inovasinya dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Pilih BanggaBangga79%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ini Dia Top 10 Tempat Seni Kontemporer Se-Asia Tenggara Sebelummnya

Ini Dia Top 10 Tempat Seni Kontemporer Se-Asia Tenggara

Bukber Minim Sampah dan Puasa Plastik Isi Ramadhan di Bali Selanjutnya

Bukber Minim Sampah dan Puasa Plastik Isi Ramadhan di Bali

0 Komentar

Beri Komentar