Satu lagi anak bangsa Indonesia berhasil meraih pencapaian pendakian. Kali ini seorang anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia, Dedi Satria berhasil mencapai puncak Gunung Vinson Massif. Gunung ini merupakan puncak tertinggi di benua Antartika. 

Sebagaimana dilansir laman Mapala UI (15/2) keberhasilan Dedi Satria tersebut terjadi pada 6 Januari 16.30 waktu Chile atau 7 Januari 2018 02.30 WIB yang lalu. Pencapaian ini merupakan bagian dari Ekspedisi Seven Summits UI yang telah dimulai sejak tahun 1972 dan menjadi bagian puncak yang ke-6. 

Dedi mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia dan merasa haru dengan keberhasilan ini. Pencapaian ini merupakan kebanggaan baginya dan para anggota Mapala UI. "Yang membuat saya semangat adalah di pundak saya harapan mahasiswa Mapala UI berada, ketika berhasil sampai puncak, segala kesulitan saat mendaki hilang seketika," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Umum Mapala UI, Yohanes Poda Sintong menjelaskan bahwa misi Seven Summits UI akan terus dilakukan. Enam puncak dunia telah dilalui, bermula dari Puncak Jayawijaya Carstensz Papua di tahun 1972, kemudian Kilimanjaro, Afrika di tahun 1983, Puncak McKinley di Amerika Utara tahun 1989, Puncak Elbrus di Rusia tahun 1990, dan Acon Cagua, Argentina tahun 1993. Misi tahun 1993 merupakan misi lanjutan dari misi 1992 yang gagal karena dua pendaki Mapala UI, Norman Edwin dan Didiek Samsu gugur di Aconcagua.

Untuk menyelesaikan misi tujuh puncak dunia ini, Mapala UI berencana akan mendaki gunung pamungkas dan juga yang tertinggi di dunia, Puncak Everest pada tahun 2019. 

Yohanes mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam perencanaan pendakian Everest ini adalah dana. Ia menyebutkan bahwa pendakian tersebut akan memakan biaya sebanyak kurang lebih Rp800 juta per pendaki. Meskipun begitu, Yohanes optimis akan mendapat bantuan dari berbagai pihak termasuk Ikatan Alumni UI (Iluni UI)

Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Arief Budhy Hardono mengatakan “Iluni UI melihat jelajah Mapala UI itu adalah hal yang membanggakan bagi Universitas Indonesia, karena Mapala UI memiliki sejarah. Mulai dari Soe Hok Gie yang menjadi inspirasi besar.”

Menurut Arief, Iluni tidak hanya wajib mendukung alumni Mapala tetapi juga anggota Mapala yang masih aktif, agar nilai-nilai kebijaksanaan terus dijalankan oleh generasi yang saat ini ada. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu