Gerakan Kepedulian PPI Turki untuk Yatim Piatu Suriah  

Gerakan Kepedulian  PPI Turki untuk Yatim Piatu Suriah   
info gambar utama

Membantu orang lain yang sedang kesulitan merupakan hal baik yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Selain dapat meringankan beban saudara kita yang sedang tidak beruntung, kita juga dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan serta kepedulian terhadap sesama. Memberikan bantuan kemanusiaan dapat dilakukan dimana saja, dimana pun kita berpijak. Seperti yang dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPI Turki) melalui program PPI Turki Peduli Yatim Piatu Suriah pada tanggal 20-22 April 2018 lalu.

Bertempat di Kota Reyhanlı, Provinsi Hatay 29 peserta dari berbagai PPI Wilayah seperti Istanbul, Bursa, Sakarya, Kastamonu, Kayseri, Konya dan Gaziantep berbagi bantuan ke anak yatim piatu Suriah yang telah digalang dari pelajar Indonesia yang berada di Turki. Tak hanya itu, para peserta yang datang ke Hatay juga melakukan serangkaian kegiatan seperti kunjungan ke Vocational Training Center Syrian Refugeeses milik Pakistan yang memproduksi pakaian dan didistribusikan ke pengungsi yang membutuhkan di Suriah secara gratis, mengunjungi Tıp Eğitim Derneği (Lembaga Pendidikan Kesehatan), yakni sebuah lembaga yang didirikan oleh donatur masyarakat turki untuk belajar mengenai ilmu medis keperawatan, pertolongan pertama, kebidanan dan ilmu Fisika yang mana anak-anak pengungsi Suriah dari usia 15-21 tahun dapat belajar ditempat tersebut, dan kegiatan bermain bersama dengan 40 anak yang berada di Panti Asuhan Halimah AS-Sa’diyah yang mana kegiatan ini dimaksudkan untuk menghibur anak-anak di panti asuhan tersebut agar tumbuh semangat baru.

Berbagi canda tawa dengan yatim piatu suriah (sumber : PPI Turki)
info gambar

Diakhir kegiatan bantuan kemanusiaan yang telah digalang selama 20 hari dari tanggal 1 April – 20 April 2018 yang berjumlah TRY 11.349 atau sekitar Rp. 38.164.622 dan juga bantuan lain seperti makanan dan mainan untuk anak-anak yatim piatu diserahkan kepada lembaga IHH Humanitarian Relief Foundation. Dalam penyerahan bantuan ini Usamah Taqiyuddin selaku perwakilan PPI Turki dan menjabat sebagai ketua Departement Sosial dan Kesejahteraan Pelajar PPI Turki didampingi oleh perwakilan PKPU di Turki yakni AL Faruq Abdul Aziz. Atas terlaksananya kegiatan ini Usamah menyatakan perasaan bahagianya, “Alhamdulillah, pencapaian yang sangat luar biasa dari hasil gerakan kepeduliaan bersama para pelajar Indonesia di Turki. Dengan ini, PPI Turki akan terus menjadi delegasi kemanusiaan terdepan kepada saudara-saudara yang mebutuhkan dibelahan dunia lainnya maupun di tanah air tercinta” Ujarnya.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Gesta Fauzia Nurbiansyah selaku Ketua PPI Turki yang mendukung terlaksananya kegiatan ini pun juga menuturkan rasa syukurnya atas kegiatan ini, “ saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan kerja keras teman-teman yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan berharap bantuan yang telah disalurkan dapat berguna untuk saudara-saudara kita”.

Ketua PPI Istanbul, Hakam Ahmad yang juga salah satu peserta dalam penyaluran bantuan ini juga menyatakan harapannya akan kegiatan ini , “Kegiatan ini patut diapresiasi besar kepada PPI Turki, karena yang kita ketahui bahwasannya setiap penggalangan donasi yang kita lakukan bersama hanya berunjung dengan pemberian donasi kepada lembaga kemanusiaan terkait tanpa adanya perwakilan dari kita yang ikut serta dalam penyalurannya. Kali ini kita mendapat lebih dari itu semua, kita dapat berkumpul bersama dari berbagai kota di Turki untuk terjun langsung ke perbatasan Turki-Suriah, melihat dan merasakan langsung saudara-saudara Suriah khususnya anak-anak dari korban perang di Suriah dengan membawa secara langsung pula hasil donasi bersama dalam bentuk uang dan hadiah” tuturnya.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Berkenaan mengenai kegiatan Gerakan Kepedulian dari PPI Turki untuk Yatim Piatu Suriah, kota Reyhanlı merupakan kota yang paling dekat dengan perbatasan Suriah dan juga terdapat banyak korban yang menjadi pengungsi (refugees) akibat konflik yang tengah terjadi.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini