Danau Sentarum, si Cagar Biosfer Baru Versi UNESCO

Danau Sentarum, si Cagar Biosfer Baru Versi UNESCO
info gambar utama

Lagi-lagi Indonesia tak pula kunjung kehabisan destinasi wisata alamnya yang eksotis dan erat akan kearifan lokal dan budaya. Pada 13 Agustus 2018 lalu di kantor Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta, telah diluncurkan “100 Wonderful Events Indonesia” yang merupakan perumusan 100 ajang budaya dan pariwisata yang akan berlangsung di berbagai tempat di Indonesia hingga Desember 2018.

Salah satu yang dipromosikan adalah Festival Danau Sentarum, yang tahun ini mengambil tema “Memacu Ekowisata Lintas Batas di Jantung Borneo”. Danau Sentarum pada Juli 2018 lalu baru diresmikan menjadi Cagar Biosfer pada sidang ke 30 International Coordinating Council (ICC) Man and Biosphere (MAB) UNESCO di Palembang.

Danau Sentarum yang berada di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sudah ditetapkan sebagai Taman Nasional sejak Februari 1999, memiliki ekosistem hutan hujan basah, danau dan hutan rawa air tawar. Lingkungan tersebut terdiri dari 675 jenis flora dan 13 endemik Borneo, diantaranya orang utan, bekantan dan lainnya. Selama 10 bulan terisi air, ketika musim kemarau danau ini akan menjadi savana, yang dimanfaatkan juga sebagai arena olahraga.

Dengan dijadikannya sebagai cagar biosfer baru, nantinya festival tersebut, seperti dilansir WWF Indonesia, akan diisi berbagai kegiatan seperti Parade Perahu Tradisional, Danau Sentarum Cruise, Festival Minum Madu dan Bersepeda.

Ditetapkannya cagar biosfer tersebut kepada tiga destinasi ekowisata yaitu Danau Sentaru, Taman Nasional Betung Kerihun dan Kabupaten Kapuas Hulu menjadi bukti bahwa kelestarian alam Indonesia sangat diakui dan diperhitungkan di mata dunia. Potensi flora, satwa dan air sangat terpadu karena penduduknya masing-masing dapat mengelola dan memanfaatkan lingkungan di sana sebagai penyambung hidup.

Keterpaduan dan keharmonisan hidup antara masyarakat dengan lingkungan tersebut harus terus dilestarikan dan harapannya agar daerah-daerah lain dapat meneladani usaha masyarakatnya dalam menjaga lingkungan yang sangat berarti keberadaannya bagi kita.

WWF Indonesia melalui World Wide Fund for Nature Indonesia Heart of Borneo dan Yayasan KEHATI bekerja sama dalam program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan untuk mendukung pelaksanaan Festival Danau Sentarum dalam rangka mempromosikan ekowisata Indonesia yang nantinya diharapkan dapat memberdayakan masyarakat di sana untuk pengelolaan wisata.

Sumber: WWF-Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini