Peserta IMF-WBG 2018 Disuguhkan Sepercik Keberagaman Indonesia

Peserta IMF-WBG 2018 Disuguhkan Sepercik Keberagaman Indonesia

Salah satu instalasi seni di Art Bali untuk IMF-WBG 2018 © Sumber: Info Publik

Sehubungan dengan berlangsungnya pertemuan tahunan International Monetary Fund - World Bank Group (IMF-WBG) 2018 yang akan berlangsung hingga hari Minggu, Bali juga menggelar pameran Art Bali di gedung AB • BC (Art Bali • Bali Collection) di Nusa Dua hingga 9 November mendatang.

View this post on Instagram

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali, segera dibuka di gedung Art Bali • Bali Collection (AB • BC) di Bali Collection, ITDC Nusa Dua, Bali. . Gedung AB • BC adalah wujud dukungan BEKRAF (@bekrafid) yang dirancang untuk kemajuan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya di Bali. Gedung 1000 m2 ini akan diresmikan melalui pameran seni rupa kontemporer Art Bali 2018 "Beyond the Myths", 9 Oktober 2018. . Selain ruang dalam, ruang luar adalah juga arena untuk bermacam kegiatan seni, budaya, dan industri kreatif lainnya, dimana pada Art Bali 2018 dijadikan sebagai panggung bagi karya-karya instalasi, patung, dan seni media baru. Dari 10 Oktober - 9 November, publik dapat menikmati dan mengapresiasi bermacam kemajuan seni rupa Indonesia & mancanegara di Art Bali. ---------- Art Bali contemporary art exhibition will be open today at Art Bali • Bali Collection (AB • BC) building in ITDC Nusa Dua, Bali. . AB • BC Building is a form of BEKRAF's (@bekrafid) support for the advancement of Indonesia's creative economy, especially in Bali. The opening of Art Bali 2018 contemporary art exhibition "Beyond the Myths" will also mark the inauguration of this 1000 m2 building on 9 October, 2018. . Not only the indoor space, the outdoor space as well is an area designed for various activities from art, cultural, and other creative industries, where during Art Bali 2018 it becomes a stage for installation works, sculptures and new media art. From 10 October to 9 November, public can enjoy and appreciate various advancements of Indonesian & foreign art in Art Bali. . #artbali #artexhibition #artbali2018 #contemporaryart #fineart #bali #art #artevent #imf2018 #am2018bali

A post shared by ART • BALI (@art.bali.id) on

Mengambil tema "Beyond the Myths," pameran seni kontemporer internasional tersebut menghadirkan karya dari 39 seniman dari latar belakang, disiplin seni, dan generasi yang berbeda, seperti I Made Wianta, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Heri Dono, dan Mella Jaarsma, untuk menyuguhkan sepercik seni kontemporer Indonesia yang beragam kepada peserta pertemuan IMF- World Bank.

"Para seniman ini dipilih berdasarkan praktik artistik, pekerjaan, dan kontribusi mereka dalam menggenjot dinamika dari seni rupa kontemporer di Indonesia dan Internasional," ucap Ignatia Nilu, salah satu kurator pameran seni ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kanan) mengamati karya seni rupa yang dipamerkan pada Art Bali 2018 di Bali Collection di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10) | Sumber: Info Publik
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kanan) mengamati karya seni rupa yang dipamerkan pada Art Bali 2018 di Bali Collection di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10) | Sumber: Info Publik

Pameran tersebut menampilkan beragam jenis karya seni, termasuk instalasi, lukisan, karya interaktif, seni video dan fotografi.

Heri Permad selaku CEO dan Founder Art Bali mengatakan, "Melalui Art Bali, kami bertujuan untuk menunjukkan komitmen kami untuk membangun dan mengembangkan ekosistem seni dan budaya, khususnya di Bali. Sebagai sebuah ruang seni yang baru, pameran Art Bali bertujuan untuk membuat seni dapat dinikmati oleh semua orang terlepas latar belakang yang beragam.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ini Dia Busana Tradisional Betawi yang Melintasi Zaman! Sebelummnya

Ini Dia Busana Tradisional Betawi yang Melintasi Zaman!

Peringati Hari Gunung Sedunia, Mapala UMN Terapkan Konsep Less Waste Pada Pendakian Perdananya Selanjutnya

Peringati Hari Gunung Sedunia, Mapala UMN Terapkan Konsep Less Waste Pada Pendakian Perdananya

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.