Memperkenalkan Lahan Gambut pada Generasi Milenial

Memperkenalkan Lahan Gambut pada Generasi Milenial

Acara Pantau Gambut di Kantorkuu Co-Working Space © Aditya Jaya Iswara/GNFI

Gambut adalah jenis lahan basah yang kaya akan material organik, terbentuk dari akumulasi pembusukan bahan-bahan organik selama ribuan tahun. Gambut memiliki kandungan karbon yang melimpah karena dapat menyerap karbon di udara sekitar sekitar 30% karbon dunia.

Dewasa ini, kebanyakan orang tidak menyadari peran penting lahan gambut bagi kehidupan manusia. Hal ini tentunya menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Tentunya bukan tanpa alasan lahan gambut harus terus kita jaga. Meskipun lahan gambut sering menjadi kambing hitam penyebab kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, lahan gambut harus dijaga dan dirawat.

Sosialisasi tentang lahan gambut tersebut dapat diperoleh di acara yang diusung oleh pantau gambut. Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 13 Desember 2018 bertempat di Co-working space Kantorkuu, membahas betapa pentingnya peranan lahan gambut dalam menopang kehidupan manusia.

Banyak manfaat lahan gambut yang diperoleh manusia, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut. Secara umum, lahan gambut berfungsi untuk menjaga perubahan iklim, mengurangi dampak bencana banjir dan kemarau.

Selain itu, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut juga memperoleh keuntungan, yaitu menunjang perekonomian masyarakat lokal. Manfaat ini ada karena lahan gambut merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya tanaman-tanaman seperti rumbia, rotan, karet, nanas, padi, mahang, pisang, tebu, kalapapa, sagu, singkong, jelutung, punak, resak, dan kapur naga. Dari hasil panen tanaman tersebut, masyarakat bisa mengonsumsi dan menjual buahnya atau bahkan bisa dijadikan bahan baku untuk memproduksi anyaman dari rotan yang nantinya akan dijual.

Tak hanya tanaman, ekosistem lahan gambut juga cocok untuk mengembangbiakkan beberapa jenis ikan, seperti ikan patin siam, lele dumbo, dan nila. Dari sini juga masyarakat lokal bisa memanfaatkannya untuk dijual kembali atau bahkan dimakan untuk makanan pokok sehari-hari.

Tentunya banyak hal yang harus diperhatikan dan dipelajari lebih dalam lagi untuk mengenali lahan gambut yang kini sudah mulai tak dipedulikan lagi. Maka dari itu, sebuah platform daring yang menyediakan akses informasi mengenai lahan gambut dan komitmen restorasi ekosistem gambut yang ada di Indonesia menginisiasi sosialisasi perawatan lahan gambut. Platform daring ini menyediakan konten yang komunikatif dan menarik sehingga banyak milenial yang tertarik untuk mempelajari lahan gambut lebih jauh.

Dalam situsweb dan akun media sosial seperti Instagram dan Facebook pun didesain sedemikian rupa agar menarik milenial yang notabenenya akan menjadi penerus bangsa sehingga memang sudah seharusnya orang-orang terutama milenial ini teredukasi tentang seberapa pentingnya menjaga lahan gambut.

Dengan konten menarik seperti ilustrasi dan dikomunikasikan dengan bahasa yang mudah juga menjadi daya tarik bagi pembaca agar memiliki keinginan untuk mempelajari dan mengenali lahan gambut sehingga banyak masyarakat menyadari pentingnya menjaga lahan gambut dan juga peduli terhadap keberadaan lahan gambut yang ada di Indonesia ini demi masa depan Indonesia yang lebih baik.


Sumber: pantaugambut.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya di Indonesia Sebelummnya

Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya di Indonesia

Kupang-Dili Kini Terhubungan Penerbangan Langsung Selanjutnya

Kupang-Dili Kini Terhubungan Penerbangan Langsung

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.