Ketika Budaya Indonesia Menjadi Pusat Perhatian Di Turki

Ketika Budaya Indonesia Menjadi Pusat Perhatian Di Turki

Penampilan Tari Tarek Pukat oleh PPI Kayseri (sumber : PPI Kayseri)

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pada 20 Februari 2019 budaya Indonesia kembali menjadi pusat perhatian di negeri dua benua ini. Adalah Perhimpunan Pelajar Indonesia di Kayseri (PPI Kayseri) yang mengadakan acara tahunan yakni Indonesia Culture Day (ICD) V. Terdapat setidaknya 243 pengunjung yang datang dari berbagai kewarganegaraan di acara ini.

Pada awal acara yang diadakan di Sabancı Kültür Sitesi (Pusat Kebudayaan) Universitas Erciyes, Kayseri, terdapan banyak stand yang berisikan pakaian Indonesia seperti batik dan kebaya yang bisa dipakai oleh pengunjung, stand alat-alat musik Indonesia, Photobooth, dan tak lupa makanan-makanan Indonesia. Banyak orang Turki maupun pengunjung dari negara lain yang menjajal masakan Indonesia seperti tumpeng, rendang, martabak manis, bakso dan lain-lain. Makanan ini menjadi salah satu sorotan pengunjung yang datang sebelum acara inti yakni pagelaran budaya Indonesia dimulai. Respon pengunjung pun beragam, ada yang takjub akan kain batik yang dipajang hingga memuji makanan-makanan Indonesia.

Booth Makanan Indonesia di ICD V (sumber : PPI Kayseri)
Makanan Indonesia (Rendang) di ICD V (sumber : PPI Kayseri)

Pada sejarahnya terdapat sebuah diplomasi menggunakan makanan, yakni Gastro Diplomacy dimana makanan menjadi salah satu alat atau instrumen untuk mengenalkan suatu negara seperti yang dilakukan oleh PPI Kayseri dalam acara ini.

Sesi Fashion Show oleh mahasiswi asing di Turki (sumber : PPI Kayseri)

Ketika acara inti, PPI Kayseri menampilkan beberapa kebudayaan seperti Tari Sajojo, Tari Kecak, Tari Likok Pulo dari Aceh, Pencak Silat dan Tari Pukat. Tak hanya itu puisi karya Rako Prijanto “Puisi Tentang Seseorang”, Sessiz Gemi atau Kapal Tak Bersuara karya Yahya Kemal Beyatlı, Maju karya Chairil Anwar dan Indonesian Voice ft Angklung pun ditampilkan.

Yang lebih menakjubkan adalah ketika mahasiswa-mahasiswi asing berjalan diatas panggung layaknya Fashion Show menggunakan pakaian-pakaian Indonesia, hal ini pun menjadi sorotan para pengunjung yang datang. Penampilan kemudian ditutup dengan Tarian Maumere bersama para pengunjung yang tak akhirnya menjadi kesan tersendiri untuk para pengunjung yang datang.

Para hadirin yang datang pada acara ICD V (sumber : PPI Kayseri)

Turut hadir dalam acara ini beberapa orang penting yakni Wakil Rektor Universitas Erciyes Prof. Dr. Mehmet Sıdkı İlkay, Fungsi Politik KBRI Ankara Afrian Asri serta Ketua PPI Turki masa jabatan 2019/2020 Darlis Aziz. Koordinator Pelajar Asing Universitas Erciyes, Eyup POLAT menanggapi positif acara yang diadakan oleh PPI Kayseri ini dan meminta agar acara seperti ini bisa diadakan kembali untuk tahun depan.

Sumber : PPI KAYSERI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Dua Anak Bangsa ini Masuk Nominasi Oscar 2019. Kok Bisa? Sebelummnya

Dua Anak Bangsa ini Masuk Nominasi Oscar 2019. Kok Bisa?

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

adli hazmi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.