Boxer Crab, Si Petinju Mungil Perairan Nusantara

Boxer Crab, Si Petinju Mungil Perairan Nusantara

Boxer Crab © Sumber: Flickr

Walaupun mendapat julukan petinju, tapi petinju yang ini tidaklah mempunyai badan yang kekar layaknya seorang petinju pada umumnya. Tubuhnya sangat mungil, hanya sekitar 2,5 cm saja. Bahkan salah satu jenis kepiting dari genus Lybia ini, terlihat lucu dan sangat unik.

Banyak ditemukan di lautan dangkal tropis Samudera Indo-Pasifik, termasuk di Indonesia. Kepiting dengan genus Lybia, memang biasa dikenal sebagai kepiting pom-pom atau boxer crab karena kebiasaan yang membawa anemon laut di dalam masing-masing cakarnya, ini menyerupai pom-pom atau sarung tinju.

Kepiting ini juga disebut kepiting pom-pom karena selalu membawa anemon laut di cakarnya, yang menyerupai pom-pom yang dibawa gadis pemandu sorak. Foto: Wisuda

Karapas atau cangkangnya berbentuk trapesium. Permukaan karapas atau cangkang ditandai dengan beberapa perbedaan warna. Mereka tetap memiliki kaki sebagaimana khasnya kepiting berkaki sepuluh, walaupun tidaklah kuat seperti cakar. Tetapi, kaki-kaki mereka ramping dan masing-masing memiliki jari halus bantalan delapan atau sembilan. Sepasang kaki bagian depan berukuran lebih kecil dari kaki yang lainnya.

Hampir semua kepiting petinju adalah omnivora. Dan mereka setidaknya membawa tiga jenis anemon di cakarnya, diantaranya berjenis Bunodeopsis spp atau Triactis productâ. Dan mereka menjalin hubungan saling menguntungkan dengan si anemon, atau biasa juga disebut symbiosis mutualisme. Kepiting petinju ini akan menggunakan anemon di cakarnya, untuk menakut-nakuti para predator potensialnya. Tentakel anemon yang baik akan dipersenjatai dengan cnidocytes (sel penyengat). sementara anemon diuntungkan dengan kemudahannya memperoleh makanan, karena selalu dibawa kemana-mana oleh kepiting petinju.

Spesies mungil ini tinggal di balik atau celah-celah batu dan karang, membuatnya sangat sulit ditemukan. Mereka akan segera bersembunyi, apabila ancaman tinju anemonnya tidak berfungsi.

Walaupun begitu, karena bentuknya yang unik itulah, kepiting petinju atau kepiting pom pom juga diminati oleh para pehobi mahluk laut untuk dipelihara sebagai peliharaan. Jumlah mereka memang banyak, karena setiap bertelur. Mereka bahkan bisa memproduksinya dalam jumlah ribuan, yang akan dibawanya terus di bawah cangkang. Tetapi kuota yang ketat, terhadap eksploitasi yang berlebihan si kepiting lucu ini tetap diperlukan, untuk menjaganya agar tetap lestari.

Dan karena Undang-undang atau peraturannya memang belum ada, kesadaran masyarakat secara umum diperlukan sepenuhnya. Apalagi, para wisatawan foto underwater mancanegara banyak yang datang ke indonesia hanya untuk mengabadikan si boxer crab, ke dalam koleksi foto mereka.

Para pencari boxer crab untuk peliharaan | Foto: Wisuda


Sumber: Ditulis oleh Wisuda dan diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Nautilus, Chepalopoda Purba Yang Tersisa Sebelummnya

Nautilus, Chepalopoda Purba Yang Tersisa

Nikmati Keseruan Wahana Permainan di Jakarta Fair 2019! Selanjutnya

Nikmati Keseruan Wahana Permainan di Jakarta Fair 2019!

0 Komentar

Beri Komentar