Filosofi Jawa yang Membuat Hidup Lebih Bermakna

Filosofi Jawa yang Membuat Hidup Lebih Bermakna

wikipedia

Indonesia memiliki banyak tradisi dan budaya. Terlebih budaya Jawa yang masih terjaga. Budaya ini termasuk kata-kata mutiara atau kutipan yang memiliki filosofi. Sayangnya tidak semua paham tentang filosofi sebuah kutipan berbahasa Jawa.

Hal ini dikarenakan orangtua jaman sekarang tidak selalu mengajarkan bahasa dan budaya Jawa kepada anak-anaknya, karena menganggap bahasa jawa itu kuno. Muncullah kutipan “Wong Jowo ora njawani”, yang artinya orang jawa tidak paham jawa.

Padahal jika ditelaah, filosofi jawa adalah warisan leluhur dan terus berlaku sepanjang jaman. Karena warisan tersebut akan membuat kita senantiasa “Eling lan Waspodo” artinya Ingat dan waspada.

Berikut adalah kumpulan falsafah jawa tentang kehidupan beserta arti penjelasannya sesuai dengan pedoman hidup masyarakat Jawa :

  1. “Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti”

Artinya : segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar. Hal ini ternyata masih berlaku dikehidupan kita, di mana kita harus bersabar jika dihadapkan dengan sesuatu yang menimbulkan emosi.

  1. “Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara”

Artinya : Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak. Setiap manusia pasti akan mengusahakan agar selalu selamat dan sejahtera dalam hal apapun.

  1. “Urip Iku Urup”

Artinya : Hidup itu Nyala

Hidup itu seharusnya memberikan manfaat bagi orang lain disekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik. Besar atau kecil kebaikan itu pasti akan memberikan manfaat.

Sumber : Hipwee
  1. “Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”

Falsafah tersebut memiliki arti untuk Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut-kejut dan jangan mudah manja.

  1. “Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan”

Artinya, jangan mudah sakit hati ketika ditimpa musibah atau Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu. Falsafah ini mengajarkan kita harus tetap berpikir positif.

--

Sumber : Bukubiruku.com, Hipwee, wikipedia

Pilih BanggaBangga51%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Stop Hoaks! Kenali Ciri-cirinya dan Berhentilah Menjadi Penyebarnya Sebelummnya

Stop Hoaks! Kenali Ciri-cirinya dan Berhentilah Menjadi Penyebarnya

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang Selanjutnya

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang

1 Komentar

  • bintang89

    artikel yang sangat menarik sekali. bisakah anda kembali mengunjungi situs kami ? Terima Kasih

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.