Cantiknya Kupu-kupu dari Kawasan Karst Maros Pada Prangko Indonesia

Cantiknya Kupu-kupu dari Kawasan Karst Maros Pada Prangko Indonesia

Gerbang masuk Kawasan Taman Nasional Bantimurung © Foto: Lullaby Eve

Seratus lima puluh sembilan tahun lalu, naturalis Inggris Alfred Russel Wallace mengunjungi Maros. Bermukim di wilayah karst, di kelilingi hutan, tebing batu dan sungai. Dia tinggal dari Juli hingga November.

Dari rentang waktu panjang itu, akhirnya pada 5 November, PT Pos Indonesia mengabadikan beberapa temuan sang naturalis dalam lembar-lembar prangko. Ia dicetak pada edisi flora dan fauna Indonesia. Kupu-kupu itu, menjelma menjadi abadi di secarik kertas. Ditempel ketika seseorang akan berkirim surat. Atau jadi koleksi para penghobi prangko (filatelis).

Ada enam spesies kupu-kupu tercetak dalam prangko baru itu, yakni Pappilio peranthus, Junonia atlites, Troides haliphron, Troides helena, Cethosia biblis,dan Pappilio oscalaphus. Kupu-kupu terpilih ini memiliki warna terang mencolok.

Unit Produksi Divisi Filateli PT Pos Indonesia, Adnan mengatakan, setiap tahun Pos Indonesia mengeluarkan seri flora dan fauna. Tahun 2016, memilih kupu-kupu dari kawasan karst Maros dan merupakan seri prangko yang belum pernah diprangkokan sebelumnya.

Pembuatan prangko seri kupu-kupu pertama kali pada 1963, 1998, 1993, dan tahun 2007. Seri prangko flora dan fauna salah satu yang diburu filatelis.

Prangko edisi 2016 | Foto: PT Pos Indonesia
Prangko edisi 2016 | Foto: PT Pos Indonesia

Penggunaan prangko untuk pengiriman surat berkurang, katanya, tetapi penggunaan prangko untuk koleksi bagi filatelis dan masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya komunitas Filatelis di daerah dan nasional. “Penggunaan prangko untuk pengiriman juga mulai semarak dengan berbagai komunitas berkirim kartu pos,” katanya dalam surat elektronik.

Untuk tampilan edisi prangko, nama kupu-kupu tertulis di bagian bawah, bagian atas tumbuhan merupakan pakan masing-masing spesies. Penjelasan setiap seri prangko disertai informasi singkat, seperti untuk tumbuhan, Lantana camara sebagai tumbuhan berbunga tumbuh di daerah ketinggian 1.700 m dan memiliki banyak percabangan dengan tinggi sampai dua meter.

Bunga memiliki berbagai warna dengan mahkota bunga berbentuk tabung putih, merah muda, jingga, kuning sampai keunguan.

Ada pula, Leea indica tumbuhan berbunga di daerah ketinggian 1.700 m dan memiliki tinggi sampai lima meter. Mahkota bunga berbentuk corong merah sampai kehijauan dan benang sari putih.

Archidendron sp adalah jenis tumbuhan berbunga, mahkota bunga kekuningan dengan benang sari putih.

Penjelasan masing-masing kupu-kupu sebagai salah satu kelompok serangga pengunjung bunga juga ikut dideskripsikan. Masing-masing Cethosia bibliskupu-kupu tergolong ke dalam suku Nymphalidae sebaran mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Kupu-kupu ini juga ditemukan juga di India, Nepal, Tiongkok, dan negara-negara Asia Tenggara lain. Spesies ini banyak disukai karena keindahan corak sayap dan tepi sayap serupa renda.

Junonia atlites, kupu-kupu suku Nymphalidae. Tersebar luas di Indonesia, mulai Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku, juga negara lain di Asia. Mereka sering dijumpai di area terbuka.

Lima jenis kupu-kupu dalam prangko baru terbitan PT Pos Indonesia | Foto: PT Pos Indonesia
Lima jenis kupu-kupu dalam prangko terbitan 2016 PT Pos Indonesia | Foto: PT Pos Indonesia

Di karst Maros, pada musim hujan dan saat bunga bermekaran kupu-kupu mudah dijumpai. Saya beberapa kali menyaksikan semua jenis kupu-kupu ini. Melihat mereka terbang bebas sangat menyenangkan.

Pada Jumat (23/12/16), ketika mengunjungi penangkaran kupu-kupu di Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, saya menyaksikan kembali prapupa kupu-kupu Troides helena.

Bentuk lucu dengan duri lunak di bagian punggung. Jika melihat sekilas, serupa ulat bulu. “Bedanya, ulat bulu itu gatal. Kalau ulat kupu-kupu tak gatal,” kata Hairudin, petugas penangkaran.

Hairudin dan rekan mengambil empat prapupa kupu-kupu dari beberapa batang tanaman yang ditemukan di sekitar penangkaran. Prapupa lalu diletakkan pada tangkai dan daun pakan.

Kemudian masuk dalam toples plastik bagian penutup diganti kain berjaring untuk menjaga kelembaban suhu.

Dua toples yang masih dihuni prapupa lain disatukan. Saya juga menyaksikan kotoran prapupa kupu-kupu, berwarna hitam dan bulat kecil.

Dari prapupa perlu sekitar satu minggu menjadi kepompong. Di gedung penangkaran ini, ada video pendek bagi pengunjung melihat proses metamorfosis. Tubuh prapupa diikat dua helai benang alami (dihasilkan sendiri oleh kupu-kupu) di bagian leher bergoyang meliuk-liuk. Bagian ekor tetap menempel tangkai inang.

Ketika kupu-kupu baru lahir, mulai meninggalkan kepompong, enam kaki bergerak pelan. Sayap masih basah dibuka lalu bergoyang perlahan. Saat sayap kering, kupu-mulai terbang.

Prangko baru PT Pos Indonesia. Foto: PT Pos Indonesia
Prangko Edisi 2016 PT Pos Indonesia. Foto: PT Pos Indonesia

Prangko baru berisi gambar kupu-kupu temuan Wallace. Foto: PT Pos Indonesia
Prangko baru berisi gambar kupu-kupu temuan Wallace. Foto: PT Pos Indonesia


Sumber: Diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Pilih BanggaBangga58%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Raksasa Cantik dari Bali Sebelummnya

Raksasa Cantik dari Bali

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang Selanjutnya

Menyambut Kembali Maskot Ibu Kota yang Sempat Hilang

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.