Perempuan Menulis dan Membangun Bangsa

Perempuan Menulis dan Membangun Bangsa

© Dok. Penulis

Terlahir sebagai perempuan adalah sebuah anugerah, di tanah Indonesia dengan keanekaragaman suku dan budaya menjadi nilai tambah sebagai sebuah kekayaan.

Secara budaya, bangsa Indonesia sangat menghargai perempuan. Dari kecil sudah tertanam ungkapan mulia dalam benak kita, bahwa perempuan adalah tiang negara.

Belajar dari kisah Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam, posisi perempuan berada di samping pria, bukan di belakang apalagi di depan. Maka, jadilah pendamping yang baik.

Selain berhasil melaksanakan fungsi ibu yang menciptakan keluarga sejahtera, juga menunjukkan peningkatan prestasi sebagai perempuan Indonesia.

Sekarang tidak tepat lagi kita berpandangan bias gender, yang mengganggap bahwa tempat perempuan hanya seputar urusan rumah. Pandangan demikian bertentangan dengan kodrat penciptaan manusia.

Sejatinya setiap manusia diberi potensi beraneka rupa yang dapat digunakan untuk berbuat mulia tidak hanya untuk keluarganya, juga bagi masyarakat dan bangsa.

Perkembangan teknologi berdampak terhadap pola prilaku masyarakat, yang menghadirkan kemudahan berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain melalui sarana media sosial. Jadi, aktivitas masyarakat dari berbagai kalangan dan usia lebih banyak berada di ruang maya.

Sebagai perempuan Indonesia, menulis menjadi jawaban bijak untuk menghadapi kekuatan teknologi informasi. Kebiasaan menulis suatu bangsa akan mempengaruhi kemajuan bangsa. Beberapa negara maju sebagian besar masyarakatnya sudah sadar pentingnya menulis dalam kehidupan.

Menulis tidak sekadar menggoreskan tinta, tapi manfaat dari tulisan itu sendiri. Menyadari bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, tulisan harus berisi gagasan edukatif yang mencerahkan masyarakat.

Era digital yang semakin canggih membutuhkan kebiasaan literasi yang tinggi, untuk mendukung perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Perkembangan teknologi, harus dijadikan sarana untuk menumbuhkan kesadaran literasi, karena menulis bukan lagi media refleksi atau ekspresi diri semata, melainkan penyebaran manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Menulis pada era digital merupakan kegiatan intelektual yang bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat. Penyebaran tulisan melalui media digital bisa menembus batas ruang dan waktu.

Banyak sarana publikasi yang bisa kita gunakan untuk mengungkapkan berbagai gagasan dan ide, menebarkan energi positif pada masyarakat, dan mencetak insan literat.

Suara penulis adalah suara pendidikan karakter, dan ini sejalan dengan kodrat perempuan sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Perempuan harus memiliki rasa kasih sayang dan menjadi perekat keluarga, sehingga dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga lingkungan. Pada akhirnya, juga akan turut membangun karakter bangsa.

Di negara kita, jumlah penduduk perempuan lebih dari separuh jumlah seluruh peduduk. Perempuan harus diusahakan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Perempuan Indonesia kini memiliki ruang yang luas untuk berperan nyata terlibat dalam segala aspek pembangunan bangsa. Sebab, perempuan menjadi motivator untuk berkarya bagi kemajuan bangsa.

Sebagai perempuan Indonesia, mari gunakan peran strategis kita untuk mengembangkan potensi dalam menyuarakan pendapat, gagasan, dan ide melalui tulisan.

Bersama memberikan ruang pendidikan untuk membentuk karakter, pola pikir, tingkah laku, dan gaya hidup sebagai seruan persatuan bangsa dalam keberagaman.

Meningkatkan karya dan kontribusi untuk keluarga, masyarakat, juga bangsa. Sudah saatnya, kita tinggalkan zona nyaman. Kenapa tulisan? Karena tulisan tidak lekang oleh waktu, manfaatnya dapat terus dirasakan dari generasi ke generasi.

Percaya saja, perempuan diciptakan dengan kemampuan multitasking, dan saya mengamininya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Abon Ikan Cakalang Bisa Dibuat di Alat Modern Ini Sebelummnya

Abon Ikan Cakalang Bisa Dibuat di Alat Modern Ini

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Dini Lestari
@d1nilestar1

Dini Lestari

www.dinilestari.com

Masa depan adalah milik mereka yang berani bermimpi, karena hidup seperti bayangan kecil yang berlari melintasi lapangan, dan menghilang dengan sendirinya ketika matahari tenggelam.

1 Komentar

  • Rohyati Sofjan

    Betul, tulisan bersifat tidak lekang dimakan waktu. Demikianlah kita bisa berkontribusi dengan menulis.

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.