Membaiknya Demokrasi Indonesia

Membaiknya Demokrasi Indonesia

Ilustrasi kedamaian Indonesia © Dikaseva/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Di hadapan delegasi Jerman, Indonesia menyampaikan angka-angka membaiknya demokrasi negara.
  • Itu dilakukan di ajang HLPF 2019, Senin (15/7) lalu.
  • Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2017 membaik jika dibandingkan tahun 2016. Penghitungannya dilakukan dari tiga aspek.

Dalam rangkaian acara The United Nations High-Level Political Forum (HLPF) 2019 di kantor pusat PBB New York, Senin (15/7) lalu, Indonesia melalui Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia semakin membaik, beserta bukti-buktinya.

“Dilihat dari Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), demokrasi Indonesia naik dari 70,09 pada 2016 menjadi 72,11 pada 2017. Angka ini diukur dengan menggunakan tiga aspek, yaitu Lembaga demokrasi, kebebasan sipil, dan hak-hak politik,” urai Bambang dalam keterangan resminya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, di HLPF 2019 | Foto: Bappenas

Bambang menambahkan, angka tersebut diukur dengan tiga aspek, yaitu lembaga demokrasi, kebebasan sipil, dan hak-hak politik. Meningkatnya angka IDI ini menunjukkan dinamika demokrasi Indonesia yang semakin membaik.

BACA JUGA: Gus Dur dan Prestasi Demokrasi Indonesia dari Al Azhar

Meski demikian, Indonesia jangan langsung berpuas. Masih ada pekerjaan rumah untuk mencapai pertumbuhan inklusif dan seimbang. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang mempercepat upaya menurunkan Rasio Gini menjadi 0,380 (yoy) dari Rasio Gini pada September 2018 sebesar 0,384.

“Indonesia menyadari tantangan terbesar untuk menurunkan Rasio Gini menjadi 0,390 pada 2019 adalah dengan mengatasi ketimpangan antar-kelompok, baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Untuk mengatasi ketimpangan antara daerah, pedesaan, dan perkotaan, Indonesia menerapkan paradigma membangun dari pinggiran, yang berarti membangun daerah dan pedesaan secara merata,” imbuh Bambang.

Di pertemuan bilateral dengan Ketua Delegasi Jerman (Parliamentary State Secretary-The Federal Ministry for Economic Cooperation and Development/BMZ) Indonesia juga menekankan upayanya untuk membina kontak, berkoordinasi, dan saling bertukar pengalaman di antara parlemen dari semua negara dalam hal menerapkan tata kelola yang baik dan mengurangi ketidaksetaraan.**

BACA JUGA: Efek Rumah Kaca : 100 Tahun Indonesia, Demokrasi Kita Harus Lebih Maju

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tak Sekadar Batik, Yuk Cicipi Kuliner Pekalongan Sebelummnya

Tak Sekadar Batik, Yuk Cicipi Kuliner Pekalongan

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon Selanjutnya

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.