Membangun Smart City Perlu SDM Ahli

Membangun Smart City Perlu SDM Ahli

Ilustrasi siluet perkotaan © Antony Xia/Unsplash

  • Menelaah konsep smart city dan aspek apa saja yang diperlukan untuk mewujudkannya.
  • Di sebuah acara Kemkominfo yang diwakili Direktur E-gov, diuraikan apa saja keperluan dan kendala-kendala yang dihadapi kota-kota pengusung konsep smart city.
  • Saat ini, ada lima kota di Indonesia yang menjalankan konsep smart city.

Pernahkah Kawan GNFI mendengar istilah smart city? Di era teknologi modern saat ini, tak hanya gawai yang mengusung konsep smartphone, tetapi beberapa kota juga berniat mewujudkan konsep smart city.

19 Juli lalu, diadakan rangkaian acara SIAP SPBE. Acara itu merupakan pengenalan command center yang digelar oleh Inixindo Jogja bersama Blue Power Technology, dan dihadiri oleh Kementerian Kominfo yang diwakili Direktur E-government, Bambang Dwi Anggono, perwakilan Badan Kepegawaian Daerah, Bappeda, serta Diskominfo seluruh Indonesia.

“Untuk menuju smart city diperlukan Smart Government, Smart living, Smart Environment, Smart Society, Smart Economy, dan Smart Branding. Dan indikator keberhasilan smart city tidak hanya bergantung sehebat apa layanan E-gov, namun juga konsep penyelenggaraan kawasan melalui upaya-upaya yang inovatif. Smart city juga harus dari people, dan ini sering kali dilupakan oleh penyelenggara,” terang salah satu pembicara, yang akrab disapa Ibenk.

Ibenk, salah satu pembicara di acara SIAP SPBE | Foto: Dok. Penyelenggara

BACA JUGA: DKI Jakarta Raih Top 50 Smart City Government

Dia menambahkan, sebuah instansi kudu memiliki tenaga ahli yang mampu mengendalikan sistem. Namun kendalanya, di Indonesia ada banyak pusat data yang dikelola beberapa dinasi di kabupaten/kota, tapi tidak semuanya mempunyai ahli pusat data yang tersertifikasi.

Sama halnya dengan pengelolaan piranti lunak dan sistem e-government, yang dinasnya tidak memiliki programmer yang tersertifikasi. “SDM dan sistem juga harus berjalan beriringan, namun kondisi saat ini banyak sekali instansi yang tidak punya tenaga ahli,” imbuh Ibenk.

Suasana jalannya acara SIAP SPBE | Foto: Dpk. Penyelenggara

Perlunya SDM ahli untuk mengusung konsep smart city juga termasuk di pengelolaan situsweb sebuah instansi. Saat ini, banyak kabupaten/kota di Indonesia yang terkendala penanggung jawabnya dipindah tugaskan ke bagian atau instansi lain, sehingga situswebnya jadi terbengkalai padahal sebelumnya berjalan regular.

Menurut data dari KoinWorks, saat ini sudah ada lima kota besar yang menjalankan konsep smart city di Indonesia, dan semuanya berada di Jawa. Mereka adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.**

BACA JUGA: Smart Digital Airport Hadir di 15 Bandara Indonesia!

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Warung Bali di Kamboja Jadi Primadona Sebelummnya

Warung Bali di Kamboja Jadi Primadona

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.