Pesan Makanan di Kantin Juga Bisa Pakai Aplikasi, Lho!

Pesan Makanan di Kantin Juga Bisa Pakai Aplikasi, Lho!
info gambar utama
  • Aplikasi pesan makanan tak hanya bisa dilakukan di ojek daring, tapi juga di kantin kampus.
  • Saat ini FoodOn Reservation baru bisa dipakai di Universitas Prasetiya Mulya, tapi selanjutnya akan digunakan di kampus-kampus lain juga.

Maraknya aktivitas pesan-antar makanan melalui aplikasi, membuat Peter dan beberapa mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) tak mau ketinggalan inovasi. Bersama Naufal Prakoso, Lead Developer Student Clubs (DSC) Universitas Bina Nusantara (Binus), mereka membuat aplikasi untuk memesan makanan di kantin kampus.

Namanya aplikasi FoodOn Reservation, yang saat ini baru bisa digunakan mahasiswa Prasmul dan The Breeze saja. Cara kerja aplikasi ini melalui tiga proses utama, yakni pemesanan, pembuatan, dan pengambilan makanan.

Aplikasi ini bisa menjadi solusi dalam pengelolaan pemesanan makanan yang menumpuk secara bersamaan saat jam istirahat. FoodOn Reservation juga dapat membantu kantin untuk menjual makanan yang belum habis terjual, dengan mencantumkan informasi potongan harga di situsweb FoodOn.

Dengan demikian, antrean pembeli saat jam istirahat bisa diurai, dan kantin juga mampu meminimalisir kerugian dari makanan yang terbuang.

BACA JUGA: Banjir di Bojonegoro Bisa Dideteksi dari L-Flood

Walau saat ini aplikasi FoodOn Reservation baru bisa dipakai di area kampus Prasmul, tapi tidak menutup kemungkinan akan digunakan juga di kampus-kampus lain.

Di rilis persnya, Naufal menuturkan sudah ada beberapa kampus yang tertarik memakai aplikasinya, dan saat ini ia bersama timnya masih menyiapkan sistemnya.

Aplikasi FoodOn Reservation tersedia dalam tampilan mobile dan desktop. Jika ingin mengunduhnya, Kawan GNFI bisa melakukannya di sini.

Naufal Prakoso di Googleplex, AS | Foto: Google Indonesia
info gambar

Jumlah mahasiswa yang tergabung di DSC Binus saat ini ada 750 orang. Naufal sebagai Lead DSC memiliki tanggung jawab untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman mengenai Android. Di DSC, para mahasiswa juga belajar mengenai Android App Development, Cloud, Website, Machine Learning, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Bakal Bisa Kirim Makanan Antarkota, Garuda Indonesia Kolaborasi dengan GOJEK

Selain belajar dan mengembangkan potensi diri terhadap hard-skill dan soft-skill, mahasiswa juga dituntut menciptakan aplikasi solutif yang dapat memecahkan permasalahan di sekitarnya.

DSC merupakan program pelatihan Google dengan para mahasiswa yang bersemangat mengembangkan komunitas developers dan mendukung mereka melalui klub developers di kampus-kampus.

Google Developers mendukung dan mengakui DSC, namun tidak mengelolanya secara langsung.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini