Banjir di Bojonegoro Bisa Dideteksi dari L-Flood

Banjir di Bojonegoro Bisa Dideteksi dari L-Flood
info gambar utama
  • Di Bojonegoro, ada aplikasi peringatan dini banjir bernama L-Flood.
  • Aplikasi ini adalah karya anak bangsa, dibuat oleh R. Surahutomo Aziz Pradana.
  • L-Flood memiliki beragam fitur, seperti tiga skala prioritas banjir, dan info posko pengungsian.

Meski saat ini sedang musim kemarau, tapi bukan berarti bahaya banjir tidak mengintai. Justru di saat seperti inilah tindakan preventif kudu diupayakan, agar musibah tahunan itu tidak terus terulang.

Beragam pencegahan telah dilakukan pemerintah maupun masyarakat sendiri, untuk menanggulangi banjir. Dari deretan tindakan serta inovasi yang telah dibuat, ada salah satu yang menarik, yakni aplikasi L-Flood.

Aplikasi buatan R. Surahutomo Aziz Pradana (23) atau yang biasa dipanggil Dana ini, merupakan sistem informasi peringatan dan tanggap darurat bencana banjir di Bojonegoro.

Di L-Flood, banjir dapat diketahui dengan alarm pemberitahuan yang dibedakan ke tiga skala prioritas. Alarm bahaya langsung disampaikan dari aplikasi ke seluruh penduduk di Bojonegoro.

Jika banjir telah terjadi, lokasi posko pengungsian beserta panduan rute menuju ke posko juga bisa diakses dengan cepat melalui aplikasi L-Flood. Selain lokasi, informasi posko juga mencakup kapasitas, kuota penduduk saat itu, jarak, serta stok makanan dan minuman.

BACA JUGA: Armi Susandi Ciptakan FEWEAS Agar Banjir Tak Meluas

Dalam rilis persnya, Dana menuturkan aplikasi L-Flood dibuat sejak Januari 2018. Butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk mengembangkan aplikasi ini, hingga akhirnya bisa dikenalkan ke warga di Bojonegoro.

Bojonegoro dipilih lantaran kota di Jawa Timur tersebut dekat dengan Sungai Bengawan Solo, yang merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia.

Aplikasi L-Flood yang sudah bisa diunduh di Google PlayStore sejak 1 April 2019, bukan karya pertama yang dihasilkan Dana. Sebelumnya, ia telah membuat beragam permainan 2D/3D, aplikasi android, aplikasi iOS dan web, maupun aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).

L-Flood dibuat Dana bersama teman-temannya di Developer Student Clubs Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (DSC PENS). DSC merupakan program pelatihan Google dengan para mahasiswa yang bersemangat mengembangkan komunitas developers dan mendukung mereka melalui klub developers di kampus-kampus.

Google Developers mendukung dan mengakui DSC, namun tidak mengelolanya secara langsung.

BACA JUGA: Mengenal J-FEWS Si Peramal Banjir Jakarta

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini