Yogyakarta Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan dengan 5 Desa Wisata

Yogyakarta Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan dengan 5 Desa Wisata

Kegiatan membatik di desa Giriloyo © Shutterstock/Paramarta Bari

Banyak orang yang menantikan akhir pekan dan menggunakannya untuk bersantai, mengisi energi dan mempersiapkan diri mereka sendiri untuk hari kerja berikutnya yang penuh dengan tugas yang menantang.

Beberapa orang pergi ke bioskop atau taman hiburan. Namun, mengunjungi daerah yang menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan bisa menjadi cara yang bagus untuk menghabiskan akhir pekan Anda.

Berkunjunglah ke Yogyakarta, tempat bagi Pantai Parangtritis yang menakjubkan dan kawasan perbelanjaan utama Malioboro, yang terletak di pusat kota. Namun, ada juga beberapa “hidden gems” dalam bentuk desa wisata yang tersebar di sekitar area yang harus dijelajahi oleh wisatawan.

Berikut adalah 5 destinasi di Yogyakarta yang wajib dikunjungi oleh para traveler, dirangkum dari kompas.com:

  1. Desa Wisata Bobung
Topeng Kayu Batik | Foto: kotayogyakarta.com

Terletak di desa Putat, kabupaten Gunungkidul, Bobung adalah tempat topeng kayu batik yang asli dibuat. Kerajinan ini berasal dari tradisi warga desa dalam menampilkan “Topeng Panji”.

Menurut situs wisata Yogyakarta, penduduk desa menampilkan tarian topeng pada setiap musim panen untuk mengekspresikan rasa bersyukur mereka kepada sang pencipta

Selain membuat topeng kayu batik, desa ini juga membuat nampan, wayang, gantungan kunci, dan banyak lagi.

Wisatawan yang mengunjungi desa Bobung dapat melihat proses pembuatan batik pada kayu di lokakarya, dan melihat-lihat jenis karya seni batik kayu lainnya di galeri.

  1. Desa Wisata Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran | Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan
Gunung Api Purba Nglanggeran | Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan

Jika Anda ingin merasakan udara segar di antara pepohonan untuk melepaskan diri dari kota yang padat, ini adalah tempat yang cocok untuk Anda.

Terletak di dalam kompleks gunung api purba Nglanggeran dan danau buatan, desa wisata ini berjarak sekitar 25 menit dari pusat kota, mudah diakses melalui transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Wisatawan dapat mengikuti kegiatan sehari-hari penduduk setempat, seperti menanam padi di sawah, membuat topeng, membuat kerajinan dari daun kelapa muda, dan memasak makanan lokal.

Kegiatan outdoor yang khas seperti flying fox, berkemah, dan trekking, dan pengunjung dapat memilih untuk bermalam di penginapan desa atau di rumah penduduk.

  1. Desa Wisata manding
Kerajinan Kulit | Foto: Bonvoyagejogja.com

Objek wisata utama desa ini yang berada di Jl. Wahidin Sudirohusodo, Sabdodadi, adalah kerajinan kulit yang dibuat oleh penduduknya, yang memproduksi berbagai kerajinan kulit seperti tas, dompet, jaket kulit, dan ikat pinggang.

Para pengrajin kulit desa Manding bekerja setiap hari, dan mereka memajang beragam karya di rumah mereka.

Hasil kerajinan kulit ditawarkan dengan harga yang normal dan calon pembeli dipersilakan untuk menawar juga.

Desa Manding berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Yogyakarta.

  1. Desa Wisata kelor
Kegiatan Menjelajahi Sungai | Foto: alodiatour.com

Sebuah desa yang subur yang terletak di dusun Kelor, desa Bangunkerto, Kabupaten Sleman, desa wisata Kelor adalah rumah bagi petani dan produsen makanan yang membudidayakan jamur dan menanam buah salak.

Selain menikmati pemandangan yang subur, hijau, dan hidangan lokal, pengunjung desa ini dapat menenggelamkan diri dalam kegiatan di luar ruangan, termasuk menjelajahi sungai.

  1. Desa Batik Giriloyo
Kegiatan Membatik | Foto: visitingjogja.com

Dikenal karena hasil batik tulis buatan tangannya yang bernilai tinggi, desa Giriloyo dinyatakan sebagai lokasi proyek percontohan sentra kerajinan batik tulis dengan pewarnaan alami.

Seniman batik di desa ini tertarik untuk berbagi keterampilan dengan pengunjung melalui berbagai paket wisata.

Pengunjung yang ingin belajar tentang batik bisa mendapatkan wawasan di sini, membuat pola batik dengan cairan lilin panas menggunakan canting (alat seperti pena). Sebagai kenang-kenangan, kain batik kecil diberikan kepada setiap pengunjung.

Sumber: Jakartapost, Kompas

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau57%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tingkatkan Mutu Layanan Jasa, BLU “LEMIGAS” Laksanakan Uji Profisiensi Laboratorium Penguji Sebelummnya

Tingkatkan Mutu Layanan Jasa, BLU “LEMIGAS” Laksanakan Uji Profisiensi Laboratorium Penguji

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.