Load Factor Bandara Kertajati Naik 50%

Load Factor Bandara Kertajati Naik 50%
info gambar utama
  • Load factor Bandara Kertajati naik pesat dari 20 persen ke 70 persen.
  • Keberhasilan ini tak lepas dari upaya Kemenhub beserta AP II dan para stakeholders dalam menyiapkan strategi.
  • Pergerakan penumpang di Bandara Kertajati kini mencapai 3.500-4.000 orang per hari.

Dalam kunjungan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, ke Bandara Kertajati, 6 Juli lalu, terlihat tingkat keterisian penumpang pesawat (load factor) terus meningkat hingga saat ini mencapai rata-rata 70 persen.

Angka tersebut merupakan peningkatan pesat di Bandara Kertajati. Pasalnya, sebelum ini load factor bandara yang terletak di Majalengka, Jawa Barat, itu hanya 20 persen. Artinya, ada kenaikan 50 persen di tingkat keterisian Bandara Kertajati.

Keberhasilan ini tak lepas dari upaya Kemenhub beserta PT. Angkasa Pura II (Persero) dan ara stakeholders lain dalam menyiapkan strategi agar load factor Bandara Kertajati terus berada di angka yang tinggi.

Contohnya, menggratiskan angkutan Damri selama satu tahun dari dan ke Kertajati untuk rute Karawang, Cirebon, Bandung, dan satu rute yang akan ditetapkan kemudian. Ada juga rencana untuk membuka penerbangan antara Bandara Husein Sastranegara (Bandung) ke Kertajati.

BACA JUGA: Transjakarta Akan Layani Rute Dari dan Ke Bandara Soetta

"Agar aksesibilitas dari Husein Sastranegara ke Kertajati lebih pasti, baik dan bersahabat, sambil menunggu Tol Cisumdawu jadi, pemerintah pusat akan menyubsidi 1 tahun damri gratis. Yang kedua, atas usulan AP II dan Bu Dirjen (Perhubungan Udara), akan nada helitaxi dalam 1-2 minggu untuk melakukan penerbangan,” urai Menhub.

Kemudian Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menerangkan bahwa pergerakan pesawat di Kertajati mencapai 30-34 pergerakan per hari, dengan pergerakan penumpang mencapai 3.500-4.000 orang per hari, terdiri dari datang dan pergi.

"Yang menggembirakan, Kertajati membuka pasar baru yaitu penumpang yang berasal dari Jawa Tengah bagian barat misalnya dari Brebes, Pemalang, dan Tegal. Mereka lebih memilih terbang melalui Kertajati yang ada di Jawa Barat," ujar Muhammad Awaluddin.

BACA JUGA: Bandung - BIJB 1 Jam Melalui Cisumdawu

Kapasitas terminal Kertajati dapat menampung hingga 5 juta orang penumpang per tahun dan akan terus ditingkatkan hingga nantinya bisa menampung 29 juta penumpang per tahun.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini