Garuda Indonesia Kembangkan Pesawat Kargo Nirawak

Garuda Indonesia Kembangkan Pesawat Kargo Nirawak

Ilustrasi kargo © Chuttersnap/Unsplash

  • Pesawat kargo nirawak saat ini tengah dikembangkan Garuda Indonesia.
  • Dengan pesawat ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas perekonomian nelayan di Indonesia Timur.
  • Salah satu kendala terbesar nelayan di Indonesia Timur adalah keterbatasan transportasi ekspor.

Garuda Indonesia sedang mengembangkan teknologi pesawat kargo udara nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Teknologi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perekonomian nelayan di wilayah remote area, khususnya di Indonesia Timur.

Dilansir dari siaran pers yang diterima GNFI, teknologi pesawat kargo nirawak ini diproyeksikan dapat mengangkut beban angkutan kargo hingga mencapai 2,2 ton dengan jarak tempuh mencapai 1.200 kilometer di ketinggian 3.000 meter. Pada tahap awal pengoperasiannya, akan difokuskan di daerah Indonesia bagian timur seperti Maluku, Sulawesi, dan Papua.

Area Indonesia Timur dipilih lantaran kesejahteraan warganya yang berbanding terbalik dengan potensi sumber daya alamnya. Salah satu penyebabnya adalah karena keterbatasan transportasi ekspor komoditi perikanan untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh dengan waktu yang cepat.

Tati, salah seorang pengguna jasa kargo Garuda Indonesia yang berprofesi sebagai eksportir di Maluku dengan spesialisasi komoditi kepiting dan lobster yang dikirim langsung ke negara Singapura dan Malaysia, mengungkapkan keresahannya terkait hal itu.

BACA JUGA: Kertajati Bersiap Jadi Bandara Kargo E-Commerce

“Saat ini ekspor ke dua negara tersebut sering kali terkendala waktu tunggu yang lama pada saat di Jakarta dan tanpa adanya tempat khusus untuk hasil laut tersebut. Tidak jarang kepiting dan lobster yang sebelumnya masih fresh sebagian menjadi mati dan menimbulkan bau. Akhirnya dikembalikan lagi ke kami, dan kami harus menanggung kerugiannya dan kami juga sering menerima komplain dari pelanggan karena waktu tiba yang lama atau tidak sesuai dengan permintaan”.

“Saya pribadi berharap, dengan beroperasinya pesawat nirawak ini nantinya dapat mempercepat waktu pengiriman sehingga pelanggan kami senang karena tiba tepat waktu, kondisi hasil laut yang masih segar pada saat diterima dan kami juga berharap biaya kargo dapat semakin murah”, ungkap Tati.

Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, mengungkapkan pesawat kargo nirawak ini dapat secara signifikan mendukung upaya percepatan pengiriman komoditas kemaritiman di remote area, sehingga kualitas dan kesegaran komoditas dapat menjadi lebih berdaya saing.

Pada akhirnya, juga dapat menstimulir kapasitas produksi nelayan lokal dengan cost logistik yang lebih kompetitif.

BACA JUGA: Maskapai Kargo Terbaik se-Asia Pasifik Juga Disabet Garuda Indonesia

"Melalui terobosan tersebut kami harapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya ikan serta menghindari disparitas harga komoditi antar wilayah Indonesia timur akan terwujud," ucapnya.

Hadirnya teknologi pesawat kargo nirawak ini dinilai dapat membuat produk komoditas kemaritiman nelayan lokal di wilayah terpencil terhubung langsung dengan hub penerbangan nasional Garuda Indonesia yang memiliki akses langsung ke sejumlah negara pengimpor produk maritim nasional.

Hal ini turut sejalan dengan visi strategi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan menghubungkan pasar domestik dengan pasar dunia.**

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ternyata, Ada Tiga Pola Pergerakan Hiu Paus di Indonesia Sebelummnya

Ternyata, Ada Tiga Pola Pergerakan Hiu Paus di Indonesia

Benteng  Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo Selanjutnya

Benteng Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.