Jogja Festival Forum & Expo Dorong Jogja Sebagai Kota Festival

Jogja Festival Forum & Expo Dorong Jogja Sebagai Kota Festival

Ketua Jogja Festivals, Heri Pemad © ist. (JFFE)

Rangkaian kegiatan Jogja Festival Forum & Expo (JFFE) yang berlangsung tanggal 19-21 November 2019, secara resmi dibuka di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Acara yang diinisiasi Jogja Festivals ini diharapkan mampu menjadi penghubung dan ruang presentasi representatif bagi pegiat festival di Jogja serta stakeholders di Indonesia hingga mancanegara.

Gelaran JFFE yang baru pertama diselenggarakan ini juga menjadi ajang pertemuan seluruh pegiat festival di Yogyakarta untuk mendiskusikan bersama permasalahan dan solusinya dalam pelaksanaan festival di Yogyakarta.

Mengangkat tema "Festive Collaborative", forum ini menghadirkan seluruh stakeholder yang juga berkaitan dengan pelaksanaan festival, baik dari pemerintah, pekerja kreatif, para talent, maupun vendor-vendor swasta.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo SH., MED, mengungkapkan salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata adalah dengan jalan pengenalan Yogyakarta sebagai Kota Festival.

Festival yang ada di Yogyakarta akan memberikan dampak peningkatan dan perputaran ekonomi daerah. Kekuatan Yogyakarta sebagai kota festival akan dapat memberikan daya tarik lebih untuk destinasi wisata, baik untuk wisatawan domestik maupun manca negara.

Agenda yang mewarnai hari pertama JFFE antara lain adalah paparan mengenai "Membangun Destinasi Festival" dengan pemateri Dr. Paksi C.K. Walandouw (Wakil Kepala Demografi UI) dan Hassan Abud (Direktur Hubungan antar Lembaga Kemenpekraf/Badan Parekraf).

Sesi berikutnya adalah 1 on 1 Meeting antara para pegiat festival dengan stakeholder dari sektor swasta. Hadir dalam sesi ini perusahaan-perusahaan swasta dari berbagai sektor, brand-brand nasional dan internasional, serta beberapa perusahaan start-up.

Dari sini dicari berbagai kemungkinan kerjasama di masa datang dengan para pegiat festival, termasuk dukungan dari beberapa perusahaan swasta terhadap keberlangsungan platform strategis Jogja Festivals.

“Kami menginginkan kegiatan JFFE ini bisa merangkul semua pihak untuk peduli dan secara aktif mempromosikan, menganalisa, mengobservasi berbagai hal terkait festival itu sendiri,” ungkap Ketua Jogja Festivals, Heri Pemad.

Kepala Dinas Pariwisata DIY bersama-sama dengan KPH. Purbodiningrat, Heri Pemad, Dintan Putri (Direktur Pelaksana Jogja Festivals), Hassan Abud secara resmi membuka JFFE dengan pemukulan bonang © ist. (JFFE)

Harapan lain dari digelarnya JFFE ini adalah dapat menjadi pendorong untuk segera dihasilkan Peraturan Daerah MICE dan Festival, yang tak hanya melindungi keberlangsungan festival-festival di Yogyakarta, tapi juga memandang festival sebagai sebuah aktivasi organik yang bisa diselenggarakan oleh siapapun masyarakat Yogyakarta.

Dampak nyata yang diberikan dapat dirasakan seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang strata sosial di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jogja Festivals sendiri adalah satu-satunya platform strategis untuk festival di Indonesia, yang didirikan oleh 15 festival terbaik Yogyakarta, dan telah menyelenggarakan festival lebih dari lima tahun berturut-turut dalam bidang seni budaya, estetika, sains, showbiz, dan teknologi.

Rangkaian kegiatan JFFE antara lain government sharing, Presentasi Festival, 1 on 1 Meeting, dan Festival Expo. Festival Expo diikuti 21 festival yang telah terselenggara secara rutin di Yogyakarta, yakni ArtJog, Biennale Jogja, Festival Film Dokumenter, Festival Musik Tembi, Indonesia Dramatic Reading Festival, Jogja – Asian Netpac Film Festival (JAFF-Netpac), Jogja Design Week, Jogja Holden Day, Jogjakarta Volkswagen Festival, Jogja Street Sculpture Project, Keroncong Plesiran, Kustomfest, Malioboro Coffee Night, Ngayogjazz, Pinasthika Creativestival, Pesta Boneka, Rajawali Indonesia (Prambanan Jazz, Jogjarockarta, Mocosik Festival, dan lain-lain), Sumonar, Vegan Festival Yogyakarta, Yogyakarta Gamelan Festival, dan Yogyakarta Ska Festival.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Peringati 70 Tahun UGM, Kagama Blitar Raya Gelar Donor Darah Sebelummnya

Peringati 70 Tahun UGM, Kagama Blitar Raya Gelar Donor Darah

Dari Titik di Gunung Timau ini, Tata Surya Bisa Dilihat Dari Segala Penjuru Selanjutnya

Dari Titik di Gunung Timau ini, Tata Surya Bisa Dilihat Dari Segala Penjuru

Wahyu Hidayat
@ekawahyu

Wahyu Hidayat

www.jogjapages.com

Owner of The Pratyahara Loka. Yogi at Padmayoga.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.