Mencegah Covid-19 dengan Nasi Ikan

Mencegah Covid-19 dengan Nasi Ikan

Ilustrasi nasi ikan. © Shutterstock/TY Lim

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Beragam bantuan dilakukan sejumlah organisasi atau instansi untuk meringankan orang-orang yang terdampak virus corona atau Covid-19. Bantuan itu bermacam-macam, bisa berupa uang, bahan makanan atau pun makanan siap santap.

Bantuan berupa makanan siap santap sebelumnya dilakukan oleh Koperasi Warteg Nusantara (KOWANTARA) yang berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pada awal April 2020 mereka mengabarkan ada beberapa warteg se-Jabodetabek yang menyediakan menu gratis untuk pekerja informal dan ojek online (ojol).

Baca Juga: Daftar 50 Warteg Gratis untuk Pekerja Informal dan Ojol

Pada akhir April, Yayasan Qahal Family juga melakukan hal serupa. Namun sayangnya bantuan tersebut mendapatkan reaksi kurang baik dari warga khususnya dari kalangan umat muslim karena penamaan nasi bungkus yang diberi nama ‘Nasi Anjing’.

Bagi-bagi Nasi Ikan di Kupang

Pada akhir bulan April sampai awal Mei, bantuan berupa makanan siap santap masih disalurkan pada warga terdampak Covid-19. Yang paling disorot adalah ‘Nasi Ikan’ yang dibagikan instansi yang bergerak di sektor kelautan, yaitu Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kupang.

Pada Kamis (30/4/2020), BKIPM kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, membagikan 100 bungkus nasi dengan lauk ikan. Tidak hanya untuk hari itu saja, karena uluran bantuan nasi ikan akan berlanjut sampai 20 hari ke depan.

Pembagian bantuan berupa nasi ikan merupakan arahan langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. ''Jadi, nasi bungkus ini isinya ada lauk dari iakn, tujuannya adalah untuk meningkatkan protein dalam tubuh sehingga mendapatkan stamina yang baik dan tinggi,'' terang Kepala BKIPM Kupang, Jimmy Elwaren, dikutip dari Victorynews.

Terdapat lima instansi di Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Balai Karantina Ikan, SUPM Negeri Kupang, BKKPN, Politeknik Kupang dan PSDKP. Kelimanya berganti-gantian melakukan kegiatan pemberian bantuan nasi ikan selama 20 hari.

''Nasi yang kita bagikan adalah nasi dengan lauk ikan sesuai dengan instruksi dari kementerian,'' terang Jimmy. ''Sekarang ini kita berperang melawan corona dengan saling bersatu padu segala daya dan upaya kita bisa kerahkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang mendukung masyarakat banyak,'' pungkasnya.

Manfaatkan Lauk Ikan yang Kaya Nutrisi

Gerakan bagi-bagi nasi dengan lauk ikan yang diperintahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempunyai maksud baik. Lauk ikan kaya akan nutrisi yang diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah paparan Covid-19.

Hal ini sesuai dengan anjuran Presiden Joko Widodo pada 13 April 2020, bahwa mengonsumsi ikan dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi ini. Pembagian bantuan nasi ikan ini juga bisa disebut salah satu kampanye untuk masyarakat agar lebih rajin mengonsumsi ikan.

''Gerakan Nasi Ikan kepada masyarakat umum dan pembudidaya ikan skala kecil dengan menu utamanya ikan, ini merupakan gerakan yang luar biasa sekali. Karena telah kita ketahui bersama, banyak kandungan nutrisi dalam ikan, seperti halnya protein yang baik dan sangat dibutuhkan untuk sistem kekebalan tubuh dalam menangkal paparan virus Covid-19 ini,'' ujar Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Lauk nasi ikan khas burjo.
Lauk nasi ikan khas burjo. Sumber: Shutterstock/fahmivamiola

''Asam lemak tidak jenuh esensial seperti EPA dan DHA yang terkandung dalam ikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah stres. Selain itu EPA dan DHA juga sangat dibutuhkan tubuh guna menjaga pembuluh darah agar tidak terjadi kerusakan akibat virus Covid-19 ini karena perlu diketahui bahwa virus ini dapat menyerang sel darah,'' katanya lagi.

Nasi ikan yang dikemas secara higienis ini diproduksi oleh warung-warung makan sederhana, dengan harapan dapat membantu warung yang penghasilannya berkurang akibat wabah Covid-19 ini sehingga dapur warung mereka bisa terus "mengebul".

''Melalui gerakan 'Nasi Ikan' ini kita dapat membantu UMKM Indonesia, selain itu secara tidak langsung akan meningkatkan pembelian ikan hasil budidaya di masyarakat sehingga ikan yang dihasilkan pembudidaya dapat tetap terjual dan usaha budidaya ikan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 ini,'' ujar Slamet.

BKIPM membagikan nasi ikan di Kupang.
BKIPM membagikan nasi ikan di Kupang. Sumber: Victorynews.id

Bantuan nasi ikan menyasar ke pekerja informal yang harus mencari nafkah di luar rumah baik itu pedagang asongan, ojek online, tukang becak, dan supir transportasi umum. Para pembudidaya ikan berskala kecil juga dibagikan sebelum mereka berbuka puasa.

Lauk ikan yang disajikan diolah dengan cara beragam, mulai dari ikan goreng, ikan kuah asam, sampai semur ikan. Selain nasi plus ikan, juga ada lauk dengan protein nabati lainnya seperti tahu dan tempe serta lalapan sayur segar atau tumis sayur. Tak hanya di Kupang tentunya, karena pembagian bantuan nasi ikan dilakukan di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M Zulficar Mochtar memperkirakan ada 15 ribu nasi ikan yang dibagikan setiap harinya.

Baca Juga:


Referensi: Victorynews.id | Antaranews.com | Detik.com | Rri.co.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kondisi Laut Kita di Tengah Pandemi Sebelummnya

Kondisi Laut Kita di Tengah Pandemi

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.