Kisah Bule Spanyol yang Menjaga Desa Terpencil di Sumbawa dari Wabah Corona

Kisah Bule Spanyol yang Menjaga Desa Terpencil di Sumbawa dari Wabah Corona
info gambar utama

Kawan GNFI, soal kekayaan Indonesia yang terkenal seantero jagad mungkin tak ada yang menyangkal. Namun di balik kekayaan-kekayaan itu masih terselip keterbelakangan ekonomi di beberapa wilayah.

Terutama wilayah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan serta berada di pedalaman maupun pesisir. Meski begitu masih ada yang peduli dengan kondisi itu, kadang mereka bukan orang asli Indonesia.

Atas kecintaannya dengan Indonesia, seorang bule asal Spanyol, tergerak hatinya untuk membangun sebuah desa yang awalnya terpuruk secara sosial dan ekonomi, menjadi desa yang cukup mandiri.

Adalah Carlos Ferrandiz yang membangun Desa Ncangga, Kecamatan Hu'u, yang terletak di Kabupaten Dompu, Sumbawa, NTB, sepanjang 10 tahun terakhir.

Carlos membangun lembaga sosial bernama Proyek Harapan (Harapan Project) untuk mewujudkan pergerakannya itu. Tak heran, saat ini ia dinobatkan sebagai pahlawan lokal, dan mendapat penghargaan Hero of Indonesia pada 2018.

Soal muasal Carlos jatuh cinta dengan budaya dan kultur masyarakat Indonesia dan kemudian ingin terlibat untuk memperbaiki sosial ekonomi masyarakat di desa tersebut, dapat kawan GNFI baca di sini.

Tak usah diceritakan ulang bagaimana Carlos begitu peduli dengan desa itu, yang patut diceritakan di sini adalah bagaimana ia menjaga kembali desa itu dan lingkungan sekitranya dari wabah Corona (covid-19).

Keluarkan dana ratusan juta demi kesejahteraan dan kesehatan desa di tengah Pandemi Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 memang melanda seluruh kawasan di Indonesia, tak terkecuali di desa Hu'u. Karenanya, Carlos rutin melakukan literasi sosial soal dampak virus Corona bagi kesehatan kepada masyarakat hu'u.

Tak hanya melakukan literasi, ia juga berupaya menggalang dana dari para donatur serta merogoh dana pribadinya untuk menyediakan alat pelindung diri (APD), kebutuhan kesehatan, serta sembako.

Dengan kakinya sendiri dan beberapa relawan dan warga, Carlos berkeliling kampung membagikan masker, sabun, dan beberapa perlengkapan lain terkait kebutuhan kesehatan.

Ia juga tak bosan mengajak anak-anak untuk peduli dengan sesama, bahu-membahu untuk membantu melindungi keluarga dari pandemi ini.

Lain itu, Carlos juga mengajarkan kepada masyarakat cara sederhana untuk membuat masker saat kondisi darurat dengan bahan yang mudah ditemukan.

Untuk memantau segala aktivitas lembaga ini dalam melakukan pergerakan baik untuk masyarakat, kawan GNFI dapat melihatnya melalui Instagram @harapanproject.

Data penerima manfaat program Harapan Project

Secara umum, lembaga sosial Harapan Project mengajar pada tiga sekolah lokal di kecamatan Hu´u, dengan materi membaca dan menulis, Bahasa Inggris, matematika, ilmu komputer, sejarah, dan geografi.

Lain itu mereka melakukan banyak program olahraga untuk mempromosikan nilai-nilai ketekunan, kesetaraan, rasa hormat, sportifitas, solidaritas, persahabatan, dan kerjasama.

Dari program pendidikan yang sudah dan sedang dilakukan tersebut, ada sekitar 46.000 warga penerima manfaat yang rincian datanya sebagai berikut.

Selain program Pendidikan dan Olahraga, lembaga tersebut juga memberikan bantuan medis gratis kepada semua anak yang sakit di kecamatan Hu’u dan menerapkan program medis lainnya yang ditujukan untuk seluruh masyarakat, seperti malaria dan malnutrisi.

Tak jarang, Carlos juga membawa anak-anak atau orang tua yang sakit yang membutuhkan perawatan medis khusus ke rumah-sakit yang jauh dari desa tersebut. Misal, saat Carlos membawa seorang anak yang terkena kanker kaki dan harus membawanya ke Bali dan dirawat disana hingga sembuh.

Lain itu, ada juga program bantuan sosial untuk warga desa Hu'u dalam situasi tertentu atau dalam kondisi tertentu, ya seperti saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Carlos mencoba memenuhi kebutuhan dasar soal pangan, sandang, dan kesehatan mereka. Terutama yang menyangkut soal kebersihan.

Membangun Rumah Harapan

Saat ini, lembaga sosial Harapan Project sedang dalam proses pembangunan pusat pendidikan sosial secara mandiri, yang mereka beri nama Rumah Harapan.

Rumah Harapan akan berfungsi sebagai base camp untuk tim dan ko-operator. Dari sana akan dimulai berbagai kegiatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan usaha.

Sebut saja pengelolaan kebun sayur organik dan peternakan susu, tujuannya untuk memerangi masalah malnutrisi yang diderita oleh masyarakat setempat.

Secara umum, Rumah Harapan bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pendidikan umum masyarakat,
  • Meningkatkan perawatan medis anak-anak,
  • Mengurangi tingginya angka gizi buruk pada anak-anak dan wanita selama kehamilan dan menyusui,
  • Memulai sekolah kebun organik untuk meningkatkan pendidikan di bidang pertanian,
  • Memulai pertanian ekologis untuk mengajarkan elaborasi produk susu,
  • Memulai membuat oven batu untuk mengajarkan cara membuat roti.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini