Mengenal Ragam Mesin Motor MotoGP Era Modern

Mengenal Ragam Mesin Motor MotoGP Era Modern
info gambar utama

Kawan GNFI, Indonesia sebagai salah satu negara dengan penggemar ajang balap MotoGP terbanyak di dunia tentu tak pernah lepas dari keingintahuan teknologi yang dikembangkan oleh motor-motor prototipe tersebut.

Indonesia pun mendapat jatah untuk menggelar MotoGP pada 2021 hingga 2030 yang direncanakan akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

Akhir pekan ini, Minggu (16/8/2020), balapan MotoGP akan dilakukan di sirkuit Red Bull Ring-Spielberg, Austria, yang merupakan laga kandang bagi tim KTM.

Sebagai salah satu kompetisi balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP memang selalu menarik perhatian. Mulai dari bongkar pasang pebalap andal dari beberapa tim, lokasi balapan yang menarik penggemar, hingga teknologi mesin yang diusung.

Kali ini kami akan coba mengulas soal teknologi mesin motor-motor yang bertarung pada arena MotoGP di era MotoGP modern. Dalam perjalanannya, mesin MotoGP pernah menggunakan kapasitas mesin 800 cc, 900 cc, dan yang digunakan saat ini, 1.000 cc.

Dalam video Youtube berdurasi 1 menit 22 detik yang diunggah akun resmi @motogp, dijelaskan di sana bahwa saat ini ada tiga model mesin yang diaplikasikan.

Pada prinsipnya, semua mesin motor yang berpacu pada kejuaraan tersebut menggunakan mesin 4-silinder 1.000 cc dengan ragam konfigurasi.

Konfigurasinya adalah;

  • In-line 4,
  • V4, dan
  • L4 90V.

Konfigurasi mesin motor MotoGP
info gambar

Mesin in-line 4 engine menggunakan 4-piston yang berada dalam posisi sejajar/sejajar di dalam mesin. Jenis mesin ini digunakan oleh pasukan Yamaha dan Suzuki.

Pebalap legendaris Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dari Yamaha pun berhasil mendulang juara dunia dengan konfigurasi mesin ini.

Sementara V4 engine, memiliki konfigurasi mesin yang membentuk huruf "V" dengan masing-masing 2-piston di tiap ujungnya. Tim Honda, KTM, dan Aprilia, mempercayakan konfigurasi mesin ini untuk berkompetisi di arena.

Marc Marquez, Casey Stoner, dan Nicky Hayden pun membawa mahkota juara dunia untuk tim Repsol Honda dengan konfigurasi mesin ini.

Sedangkan mesin L4 90V engine, sepintas konfigurasinya semirip dengan mesin V4. Namun sudut V-nya telihat lebih lebar hingga mencapai 90 derajat dan cenderung mirip huruf L.

Dengan konfigurasi yang unik dan rumit, hanya tim merah, Ducati yang menerapkan mesin model ini, dan pebalap yang berhasil menaklukkan mesin ini sebagai juara dunia hanya Casey Stoner.

Apa itu mesin tipe Big Bang dan Screamer

Selain jenis konfigurasi mesin tadi, secara umum ada dua macam tipe mesin yang digunakan di arena MotoGP, yakni big bang dan screamer. Perbedaan keduanya meliputi pola kerja pengapian 4-piston pada mesin.

Pada mesin tipe Screamer, pola pengapian antar silinder sama, hingga tenaga yang dihasilkan merata dalam setiap pembakaran. Akan tetapi pola pembakaran mesin tipe ini membuat tenaga motor menjadi cukup liar. Meski begitu, hampir semua tim di MotoGP pernah menggunakan mesin tipe ini.

Sebagai catatan, Casey Stoner pernah memberikan juara dunia pada tim Ducati dengan mesin ini pada 2007. Namun di sisi lain, pebalap sekelas Valentino Rossi malah gagal menjinakkan mesin jenis ini ketika memperkuat kubu merah asal Bologna, Italia, itu pada musim 2011 dan 2012.

Narablog lokal kenamaan, Taufik Hidayat, pengampu laman TMC blog yang juga seorang pengamat ajang MotoGP pernah menggambarkan perbedaan proses pengapian pada dua tipe mesin tersebut dalam grafik ilustrasi di bawah ini.

perbedaan pengapian mesin big bang dan screamer
info gambar

Pada mesin tipe Big Bang, ada jeda dalam setiap pembakaran piston. Jeda tersebut membuat ban lebih sempurna ketika mencengkram aspal.

Mesin ini juga diklaim membuat tenaga motor lebih seimbang pada saat menikung. Oleh karen itu para pebalap era MotoGP modern sangat menyenangi tipe mesin ini, tak terkecuali Rossi yang dikenal sebagai raja tikungan.

Dampak perbedaan mesin screamer dan big bang pada roda belakang
info gambar

Pada musim balap 2017,semua pabrikan telah menggunakan mesin tipe big bang karena dinilai mudah diadaptasi oleh pebalap.Alasan lainnya mesin Big Bang dianggap lebih halus dan mudah dikontrol, beda dengan mesin Screamer yang liar.

Pada musim itu, hanya tim KTM saja yang masih menggunakan mesin tipe Screamer. Namun, menukil kabar Motorsport, KTM akhirnya akan mengubah penuh mesinnya ke tipe big bang pada musim 2018. Mesin tersebut sempat digunakan saat pertengahan musim 2017 saat balapan di GP Jerez, Spanyol.

Para pebalap KTM saat itu, yakni Pol Espargaro dan Bradley Smith, mengaku merasakan akselerasi yang membaik, dan itu yang menjadi perbedaan utama dari mesin sebelumnya.

Pada ilustrasi video di atas, kawan GNFI bisa mendengar perbedaan suara langsam (idle) dari mesin V4 Engine Big Bang yang digunakan Honda dan mesin V4 Engine Screamer yang digunakan KTM.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman.

Terima kasih telah membaca sampai di sini