Sejarah Hari Ini (26 Agustus 1947) - Bantuan Obat-obatan dari India untuk Indonesia

Sejarah Hari Ini (26 Agustus 1947) - Bantuan Obat-obatan dari India untuk Indonesia
info gambar utama

Pada pertengahan tahun 1947, blokade yang dilakukan Belanda pada Indonesia membuat sejumlah daerah merasakan kekurangan obat-obatan.

Terlebih-lebih dengan adanya Agresi Militer Belanda I (21 Juli 1947 – 4 Agustus 1947), urgensi obat-obatan tersebut sangat besar terutama untuk keperluan prajurit-prajurit Indonesia di garis depan.

Beruntung perjuangan Republik Indonesia (RI) mendapatkan simpati dari sejumlah negara tetangga.

Di samping bantuan moral, bantuan materi juga mereka berikan.

Pesawat Air India mendarat di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta.

Pesawat Air India mendarat di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta. Sumber:
info gambar

Dalam hubungan ini, RI berhutang budi kepada India yang mengirimkan tiga ton obat-obatan yang tiba di Lapangan Udara/Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta, pada 26 Agustus 1947.

Pemerintah India juga mengirimkan tiga dokter, yakni; dr P.L Nirula, dr Ec. Sen, dan dr S.K. Ray.

Ketiganya secara sukarela membantu perjuangan rakyat Indonesia bersama Palang Merah Indonesia.

Tiga hari kemudian atau pada 29 Agustus, International Red Cross (Palang Merah Internasional) turut membantu dengan mengirimkan obat-obatan.

---

Referensi: Tni-au.mil.id | Irna Hanny Nastoeti Hadi Soewito, Nana Nurliana Suyono, Soedarini Suhartono, "Awal Kedirgantaraan di Indonesia: Perjuangan AURI 1945-1950" | Ediati Kamil, Koesalah Soebagyo Toer, dan Pramoedya Ananta Toer, "Kronik Revolusi Indonesia 3 (1947)" | "Album Perjuangan Kemerdekaan, 1945-1950: dari Negara Kesatuan ke Negara Kesatuan"

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini