Biasa Ditemukan Sebagai Topping dalam Seblak, Ceker Ayam Ini Dibuat Menjadi Sepatu!

Biasa Ditemukan Sebagai Topping dalam Seblak, Ceker Ayam Ini Dibuat Menjadi Sepatu!
info gambar utama

#WritingChallengeGNFI #BanggaKaryaAnakBangsa

Membaca kata ceker ayam, apa yang ada dalam benak Kawan? Yap, ceker alias kaki unggas ini biasanya terhidang dalam mangkuk seblak, mie bakso, dan lain-lain. Namun, Nurman Farieka Ramdhany bersama timnya dalam Hirka Official, sebagai yang pertama dan satu-satunya di dunia menjadikan ceker ayam sebagai bahan baku pembuatan fashion item, yakni sepatu. Seperti apa perjalanan mereka?

Jokka Shoes | Foto: @hirka.official
info gambar

Dilansir dari Reuters, Boston Consulting Group pada tahun 2018 menyatakan bahwa limbah makanan diperkirakan akan meningkat hampir sepertiga menjadi lebih dari 2 miliar ton pada tahun 2030. Nurman mengatakan bahwa ia termotivasi oleh kesempatan untuk menggunakan produk limbah dari pasar dan restoran makanan cepat saji, pemasok utamanya. Ia bekerja sama dengan para pengepul di Pasar Kembang Bandung, tukang sayur yang lewat di depan rumahnya, restoran siap saji, sampai dengan warung-warung ayam goreng untuk mendapatkan ceker ayam yang tidak mereka gunakan.

“Kami ingin menggantikan kulit eksotis lainnya yang terancam seperti ular dan buaya, karena dari segi tekstur ada kemiripannya. Makanya kami ingin mengganti dari kulit ular dan buaya menjadi kulit kaki (ceker) ayam,” jelas Nurman dikutip dalam wawancara bersama tim Reuters.

Sebelum akhirnya launching pada tahun 2017, Nurman sudah melakukan riset produk sejak 2-3 tahun sebelumnya. Sebelum kulit ceker ayam, Nurman sempat mencari bahan dari kulit hewan lain, seperti ikan nila, pari, kulit kodok, hingga kulit bebek. Namun, bagi Nurman dan ayahnya, kulit ceker ayam yang paling sustainable dari keberlangsungan hewan di luar sana.

Proses Pembuatan Sepatu @hirka.official
info gambar

Proses pembuatan sepatu diawali dengan mengolah kulit ayam. Ceker ayam disisit untuk diambil kulitnya saja. Kemudian, dilakukan penganyaman agar siap dijadikan bahan leather. Kulit yang sudah jadi disusun dan dijahit untuk menjadi bagian upper shoes. Bahan upper dari kulit ceker ayam tersebut digabungkan dengan semua elemen sepatu lainnya. Lalu, dengan metode cementing, jadilah sepasang sepatu siap pakai yang sangat elegan.

Dalam situsnya, Hirka menjelaskan bahwa produk-produknya memiliki tiga keunggulan. Pertama eksklusif, karena pola ceker ayam dari sebuah sepatu akan berbeda dengan yang lainnya mengingat karakter dan susunan dari kulit kaki ayam yang tidak seragam. Hal ini memungkinkan sepatu yang kalian miliki akan menjadi satu-satunya di dunia.

Kedua eksotis karena tekstur kulit kaki ayam memiliki keindahan pola berbentuk berlian yang tak kalah eksotis dari kulit reptil lainnya. Yang ketiga adalah mewah karena eksklusivitas dan eksotisme yang dihadirkan dalam sepatu Hirka memiliki kemewahan dan kebanggaan tersendiri bagi pemakainya.

Foto di modifikasi dari laman Instagram @hirka.official
info gambar

“Kita tidak menjual gimmick, tapi kita mencoba menjual value yang kita miliki kepada customer,” tambah Nurman.

Ada empat koleksi yang sudah dikeluarkan oleh Hirka Official, yakni Tafiaro, Jokka, Renjana, dan Balawan. Penamaan sepatu casual dan formal dengan nuansa earthtone ini diambil dari serapan bahasa Indonesia dengan maknanya masing-masing untuk memperkuat identitas Hirka sebagai produk buatan Indonesia.

Kini, Nurman dan seluruh tim dalam naungan Hirka Official memproduksi sepatu yang terbuat dari ceker ayam dengan memakan waktu selama 10 hari. Mereka menguliti kaki ayam dengan tangan, mewarnai kulit, dan menjahitnya menjadi beberapa bagian yang dapat dibuat menjadi sepatu. Dibutuhkan 45 kaki ayam untuk membuat sepasang sepatu, yang dibanderol mulai dari Rp400.000 hingga yang paling mahal Rp6.000.000.

Berkat kreativitasnya ini, Nurman dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan 10th Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2019 kategori kewirausahaan, pada awal Oktober 2019 lalu.

Bermula dari 100 pasang, kini Hirka berhasil meningkatkan produksi dan penjualan hingga 200 pasang sepatu. Berawal dari mulut ke mulut, kini customer Hirka sudah mencapai Aceh, Kalimantan, Jakarta, Jawa, dan Sumatra. Bahkan, terdapat beberapa pelanggan dari luar negeri seperti dari Singapura, Malaysia, Korea, Hong Kong, Brasil, dan Prancis. Semenjak COVID-19, Hirka menghentikan pengiriman antarnegara.

Pada Desember lalu, pada laman Instagram @hirka.official memperkenalkan sepatu kasual terbarunya yang bernama Astakona. Astakona dalam KBBI berarti segi delapan. Sepatu ini dibuat sebagai sepatu yang bisa digunakan di berbagai macam kegiatan di manapun, kapanpun, dengan nyaman juga elegan. Berbagai variasi suasana, acara, atau berbagai kebutuhan pemakainya. Pada variasi pertamanya, Hirka mengeluarkan perpaduan warna natural dan tan.

Tanggal perilisannya masih dirahasiakan dan jika dilihat dari pengikut di laman Instagram Hirka yang terus bertambah mencapai sebelas ribu, sepertinya koleksi terbaru bernama Astakona ini akan menjadi incaran banyak pencinta #localpride. Apa Kawan akan menjadi salah satunya?*

Referensi: hirkaofficial.com | @hirka.official | Kompas.com | MLDSPOT | hai.grid.id | Kumparan

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini