Bahas Isu Parenting, Film Karya Mahasiswa UNEJ Tuai Apresiasi

Bahas Isu Parenting, Film Karya Mahasiswa UNEJ Tuai Apresiasi
info gambar utama

Film menjadi media yang dapat menjadi penyalur pesan antara pengkarya dengan penonton. Melalui film, berbagai isu penting dapat disampaikan secara soft selling guna memberikan informasi dan pemahaman kepada penonton. Tujuan inilah yang ingin disampaikan oleh dua mahasiswa Universitas Jember (Unej), Iqbal Amanta dan Dwi Cahyo melalui penayangan film "Rumah Aya" yang dilaksanakan pada Senin, (01/02) lalu di Bioskop Kota Cinema Mall, Jember.

“Film ini memvisualisasikan hubungan antara orang tua dan anak serta pentingnya kepekaan sosial yang harus ditumbuhkan. Sosok orang tua akan membuat rumah menjadi tempat ternyaman untuk pulang. Hal ini lah yang menarik dan penting untuk diangkat ke dalam sebuah film,” ungkap Sutradara Film "Rumah Aya", Iqbal Amanta.

Bercerita tentang relasi seorang Ayah (Bari) dan anaknya, Aya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, membuat Aya ingin menempuh pendidikan khusus. Keinginan ini bertolak belakang dengan Bari yang menginginkan Aya menempuh pendidikan normal agar memiliki pengalaman sosial yang dirasa Bari sangat dibutuhkan anak seusianya.

Sutradara dan Editor Rumah Aya berfoto bersama pembawa acara dan penonton
info gambar

“Saya ingin Film "Rumah Aya" mendapatkan kesempatan bertemu penonton sebanyak-banyaknya, untuk mengerti bahwa rumah bukanlah sekedar bangunan, namun tempat untuk dicintai dan merasa aman,” ungkap Iqbal.

Penayangan film yang terbagi atas 3 sesi ini dibanjiri oleh 270 penonton dari berbagai kalangan, seperti akademisi dan kritikus film, jurnalis juga masyarakat juga dihadiri langsung oleh Rektor Unej, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng dan Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin, S.IK.,M.H.

“Pada awalnya, pemutaran akan dilakukan hanya dalam 2 sesi, namun tiket yang kami jual habis dalam waktu kurang dari 24 jam. Melihat animo masyarakat yang sangat besar untuk mendapatkan kesempatan menonton, kami memutuskan untuk membuka sesi ke-3,” ungkap Produser Rumah Aya, Daris Dzulfikar.

Acara yang dimulai dengan rangkaian registrasi, pemutaran film dan diskusi dari pembuat film dan seluruh pemain ini pun dibanjiri apresiasi dari penontonnya.

“Film dari mahasiswa kami sebelumnya juga telah menjadi salah satu film pilihan pada ajang JAFF (Jogja Asian Film Festival). Harapannya pemutaran ini dapat memberikan inspirasi untuk selalu kreatif dalam menghasilkan karya,” ujar Iwan, Rektor Unej.

Harapan besar pasca pemutaran perdana juga diungkapkan oleh pengkarya yang berasal dari rumah produksi Empatbelas Project dan Satu sama Lima Pictures ini untuk terus menyajikan konten hiburan sekaligus mengedukasi penonton mengenai berbagai isu yang diangkat dalam film berbagai genre, baik dokumenter maupun fiksi.

“Meskipun ini film terakhir dari rangkaian tugas akhir kami, kami tidak akan berhenti di sini. Kedepannya, kami akan menjalankan serangkaian roadshow dan mengikuti festival agar film-film yang kami produksi bisa ditonton lebih luas lagi,” ungkap Daris, salah satu penonton.

Pemutaran Film Rumah Aya di Bioskop Kota Cinema Mall Jember
info gambar

Film "Rumah Aya" menjadi persembahan karya tugas akhir Iqbal Amanta sebagai sutradara dan Dwi Cahyo sebagai editor. Sebelumnya, sejumlah film karya Empatbelasproject juga telah mendapatkan apresiasi di tingkat nasional maupun internasional, seperti Official Selection Jogja Netpac Asian Film Festival 2017 untuk film "Ji Dullah", Official Minikino Film "Week", Bali International Short Film festival 2019 untuk Film "Rosa" dan Official Selection Balinale International Film Festival 2021, serta Best Asian Film - Jharkhand International Film Festival 2020 untuk film "Rawuh".*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini