Mengenal Terminal ‘’Multifungsi’’ Wae Kelambu, Pusat Ekonomi di Pelabuhan Labuan Bajo

Mengenal Terminal ‘’Multifungsi’’ Wae Kelambu, Pusat Ekonomi di Pelabuhan Labuan Bajo
info gambar utama

Sudah tidak diragukan lagi, kalau keindahan alam Labuan Bajo di Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, akan menjadi satu dari berbagai tempat destinasi super prioritas di Indonesia. Nantinya, bukan hanya Bali, tapi Indonesia akan punya Labuan Bajo yang akan digandrungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

‘’Debut’’ internasional terbesarnya, Labuan Bajo pernah ditetapkan menjadi destinasi kunjungan delegasi pertemuan International Monetary Fund-World Bank pada Oktober 2018 silam. Dianggap berhasil meninggalkan bekas pesona yang melekat, Labuan Bajo kembali dipilih menjadi tempat dalam konferensi tingkat tinggi terpenting di dunia.

Tepatnya di Tanah Naga Mori, Labuan Bajo, Kecamatan Komodi, Kabupaten Manggarai Barat. Tempat ini nantinya akan menjadi lokasi pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan Asean Summit pada 2023 mendatang. Dua agenda ini adalah agenda terbesar di tingkat dunia dan Asia Tenggara.

‘’Ini merupakan langkah yang penting dan strategis bagi tanah air. Mengingat pada 2023, Indonesia akan menjadi Ketua G20 sekaligus Ketua Asean,’’ ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dikutip Liputan6.com (20/7/2020) dalam keterangan tertulisnya pasca mengunjungi Tanah Naga Mori pada Juni 2020 lalu.

Baca: Labuan Bajo Jadi Kawasan Pariwisata Super Prioritas, Pembangunan Jalan Dipercepat

Namun, tak hanya bertujuan ingin ‘’menjamu’’ para tamu penting internasional saja, Labuan Bajo memang kini tengah berbenah. Selain pembenahan infrastruktur di wilayah destinasi liburan, namun Labuan Bajo juga harus berbenah untuk bisa mendongkrak perekonomian di sana.

Mengingat angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat pada 2019 dicatat Badan Pusat Statistik berada di angka 18,01 persen. Dengan angka yang cukup tinggi tersebut, Kabupaten Manggarai Barat menduduki posisi ke-8 sebagai wilayah termiskin di Nusa Tenggara Timur.

Dan pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan angka kemiskinan turun ke angka 16 persen.

Revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo dengan Menghadirkan Terminal ‘’Multifungsi’’ Wae Kelambu

Pelabuhan Labuan Bajo
info gambar

Memang banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diemban baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. Salah satu upaya untuk bisa mendukung hal tersebut, pada Juli 2020 lalu, ada kabar baik dari Kementerian Perhubungan.

Berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN), Kementerian Perhubungan akan menggelontorkan dana sebesar Rp172,8 miliar untuk revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan Terminal ‘’Multifungsi’’ Wae Kelambu sebagai salah satu pusat perekonomian di Labuan Bajo.

Disebut ‘’multifungsi’’ karena Terminal Wae Kelambu akan dijadikan pusat kegiatan logistik dari dan ke Labuan Bajo. Wae Kelambu akan diperuntukkan untuk lalu lintas logistik seperti bongkar muat kontainer, kargo, serta curah cair.

Terminal Wae Kelambu juga akan menjadi pusat aktivitas bongkar muat kontainer dan kargo. Sehingga akan memisahkan antara aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuan Labuan Bajo.

‘’Dengan pemindahan kegiatan logistik ke terminal multipurpose ini, Pelabuhan Labuan Bajo akan direvitalisasi dan dikhususkan bagi kapal-kapal wisata dan kapal penumpang Pelni,’’ kata Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, yang dikutip Bisnis.com (30/7/2020) dalam keterangan tertulisnya.

Dari dana APBN tersebut, ruang lingkup utama revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo dan pembangunan Terminal Wae Kelambu terdiri dari pekerjaan reklamasi lapangan penumpukan, pembangunan causeway, trestle, support pipa curah air, dermaga, dan pekerjaan pembangunan fasilitas darat.

Dari seluruh rencana tersebut, hingga awal Februari 2021, revitalisasi dan pembangunan tersebutsudah mencapai 86 persen dan hampir rampung. Sedangkan untuk pengerjaan reklamasi seluas 3 hektare sudah diselesaikan 96 persen.

Nantinya dermaga ini akan memiliki ukuran 120 x 20 meter. Pengerjaan trestle yang sudah rampung berukuran 60 x 12 meter. Sedangkan causeway yang masih dalam pengerjaan nantinya memiliki panjang 690 meter.

Sejak digagas sekitar tiga tahun yang lalu, Terminal ‘’Multifungsi’’ Wae Kelambu ini diharapkan menjadi upaya nyata pertama yang akan terus menaikkan taraf hidup masyarakat setempat, khususnya Kabupaten Manggarai Barat. Segala kebutuhan logistik pun nantinya juga akan memudahkan segala kebutuhan Labuan Bajo dengan segala urusan destinasi wisatanya.

Baca Selanjutnya: Puncak Waringin dan Gua Batu Cermin, Dua Destinasi Andalan Labuan Bajo

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini