Inilah 5 Bank Terbesar di Indonesia Berdasarkan Nilai Aset Sepanjang 2020

Inilah 5 Bank Terbesar di Indonesia Berdasarkan Nilai Aset Sepanjang 2020
info gambar utama

Tahun 2020, rasanya menjadi tahun yang penuh tantangan bagi dunia perbankan. Pandemi covid-19 membuat kinerja beberapa bank di Indonesia sempat terkoreksi. Walaupun dari sisi laba tertekan, bank-bank besar masih mampu mencatatkan pertumbuhan aset.

Bank Central Asia (BCA) menjadi salah satu satu bank yang mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan. Sepanjang 2020, aset yang dimiliki bank swasta ini berhasil menembus angka Rp1.000 triliun. Angka tersebut menambah deretan bank dengan aset di atas Rp1.000 triliun, yang selama ini hanya dicatatkan oleh BRI dan Bank Mandiri.

Berikut 5 bank pemilik aset terbesar di Indonesia, berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada kuartal III 2020.

Baca juga:7 Perusahaan BUMN Pemilik Aset Terbesar 2020, Siapa Juaranya?

1. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank BRI
info gambar

Posisi pertama masih ditempati Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank yang dikenal memiliki nasabah terbanyak di tanah air ini berhasil mencatatkan nilai aset konsolidasian senilai Rp1.447,85 triliun. Nilai ini tumbuh 10,89 persen secara tahunan dari Rp 1.305,67 triliun.

Pada periode yang sama, BRI membukukan laba bersih senilai Rp14,15 triliun secara konsolidasi atau turun 42,94 persen pada kuartal tiga 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu. Dari sisi liabilitas, per kuartal tiga 2020 DPK tercatat Rp1.131,93 triliun atau naik sebesar 18 persen yoy.

2. Bank Mandiri

Bank Mandiri
info gambar

Masih diisi perusahaan BUMN, posisi ke-2 ditempati Bank Mandiri. Hingga kuartal III 2020 Bank Mandiri telah mencatatkan aset senilai Rp1.405,85 triliun. Nominal tersebut tumbuh 10,28 persen dari periode sebelumnya.

Pertumbuhan aset BMRI tersebut didukung oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 21,2 persen YoY menjadi Rp130 triliun.

Dari sisi profitabilitas, perseroan akan menjaga NIM tetap di kisaran 4,68 persen pada kuartal terakhir, atau tidak turun lebih dalam dibandingkan dengan akhir kuartal III 2020. Dengan demikian, perseroan memperkirakan perolehan laba sampai akhir tahun sekitar Rp16 triliun.

Baca juga:10 BUMN Penyumbang Pendapatan Terbesar ke Negara

3. Bank Central Asia (BCA)

Bank BCA
info gambar

Miliki aset Rp1.003,64 triliun, Bank Central Asia (BCA) menjadi satu dari tiga bank yang mencatkan nilai aset lebih dari seribu triliun rupiah. Dari sisi pendanaan, bank swasta terbesar di Tanah Air ini berhasil mencatat kinerja yang solid pada sembilan bulan pertama 2020.

Dana murah atau current account saving account (CASA) BCA tumbuh 16,1 persen YoY, mencapai Rp596,6 triliun sehingga menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3 persen YoY menjadi Rp780,7 triliun.

4. Bank Negara Indonesia (BNI)

Bank BNI
info gambar

Bank plat merah lain, Bank Negara Indonesia (BNI), menempati peringkat ke-4 sebagai bank pemilik aset terbesar di Tanah Air sepanjang 2020.

BNI berhasil mencatatkan nilai aset Rp916,95 triliun atau naik 12,47 persen dari periode sebelumnya. Pertumbuhan aset ini terutama dikontribusi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 21,4 persen dari Rp580,9 triliun menjadi Rp705,1 triliun.

DPK menopang penyaluran kredit tumbuh 4,2 persen dari Rp558,7 triliun menjadi Rp582,4 triliun. Pada periode yang sama, BNI membukukan laba Rp4,32 triliun pada kuartal III 2020 atau turun 63,9 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, yang disebabkan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif.

5. Bank Tabungan Negara (BTN)

bank BTN
info gambar

Posisi ke-5 diisi bank spesialis penyalur kredit perumahan, Bank Tabungan Negara (BTN). Bank BUMN ini berhasil mencatatkan aset senilai Rp356,97 triliun atau tumbuh 12,9 persen dari periode sebelumnya.

BTN menjadi satu-satunya bank BUMN yang mencatatkan prestasi positif dengan perolehan laba bersih yang melesat level 39,72 persen atau Rp1,12 triliun pada kuartal III 2020.

Berdasarkan laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut menunjukkan laba bersih perseroan ditopang oleh penurunan beban bunga dan efisiensi. BTN juga mencatat telah menyalurkan kredit dan pembiayaan segmen perumahan sebesar Rp231,34 triliun per kuartal III 2020.

Sumber Referensi: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Bursa Efek Indonesia (BEI) | Republika | Bisnis.com

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini