Menjadi Pembicara yang Terampil dalam Webinar, Bagaimana Caranya?

Menjadi Pembicara yang Terampil dalam Webinar, Bagaimana Caranya?
info gambar utama

Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar pertemuan tatap muka beralih ke pertemuan digital. Banyak pembicara merasa kewalahan untuk beradaptasi dengan teknologi yang digunakan dalam webinar.

Webinar merupakan pertemuan daring yang dapat diikuti oleh peserta dari lokasi mana pun. Dalam menjalankan webinar, khususnya bagi Kawan GNFI yang masih menjadi pembicara pemula atau belum berpengalaman, harus menguasai teknik public speaking. Dengan adanya penguasaan teknik public speaking, menjadi tanda bahwa Kawan GNFI mampu mengendalikan diri di depan orang banyak.

Terdapat empat cara yang dapat digunakan bagi Kawan GNFI yang masih menjadi pembicara pemula. Pertama, ikut webinar. Daftarkan diri Kawan GNFI sebagai peserta. Setelah itu, amati bagaimana pembicara di webinar tersebut menjelaskan materi-materinya. Kemudian, catat evaluasi dari cara pemaparan materi-materi dalam kelas.

Dengan begitu, Kawan GNFI dapat memahami cara terbaik untuk menjadi pembicara dalam webinar. Kedua, ikut kursus. Cara ini bermanfaat agar pembicara pemula mampu belajar dari pembicara berpengalaman. Ketiga, berlatih sebelum menyiapkan webinar. Buatlah simulasi sebelum memulai webinar dengan aplikasi ataupun teknologi yang akan digunakan nantinya.

Keempat, analisis audiens. Analisislah karakteristik audiens yang akan mengikuti webinar. Kemudian, sesuaikan karakteristik audiens dengan cara pemaparan materi yang akan diberikan. Berikut tahap-tahap persiapan webinar.

1. Persiapkan slide

Dalam menyampaikan materi, biasanya pembicara akan menggunakan slide untuk mendukung pemaparannya. Apabila Kawan GNFI bukan seorang yang mampu membuat keindahan dalam membuat slide, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan orang yang lebih ahli.

Namun, jika tidak memungkinkan, belilah buku rincian tentang membuat slide yang menarik atau carilah informasi tersebut di internet. Slide yang menarik biasanya, hanya ada satu konsep dalam satu slide.

Upayakan agar tiap segmen dalam webinar hanya berlangsung selama 20 menit. Namun, jika berlangsung lebih lama, bagilah webinar ke dalam dua segmen. Selain itu, upayakan juga agar di dalam slide tidak ada salah ketik karena bisa mengganggu peserta.

2. Uji coba sebelum webinar dimulai

Sehari sebelum webinar dimulai, sebaiknya lakukan uji coba. Uji Coba ini dilakukan bersama ahli teknis. Kawan GNFI perlu berjaga-jaga jika nanti terjadi kendala teknis ketika webinar berlangsung.

Kemudian, ambil waktu agar dapat tidur dengan nyenyak. Tidur yang nyenyak sebelum menjadi pembicara webinar, dapat membuat Kawan GNFI mampu mengelola kecemasan di hari berikutnya dengan lebih mudah.

3. Monitoring kendala teknis

Ilustrasi | Foto: Midas PR
info gambar

Saat hari H berlangsungnya webinar, ada beberapa hal yang perlu Kawan persiapkan. Pertama, siapkan slide lebih awal untuk mencegah kendala yang tidak terprediksi. Pemeriksaan slide di hari sebelumnya, tidak menjamin kelancaran webinar di hari berikutnya.

Kedua, matikan semua notifikasi pada gawai agar situasi dan kondisi saat webinar, tidak terganggu dengan adanya suara-suara notifikasi dari gawai ataupun suara dari lingkungan sekitar. Ketiga, awali dengan slide “Selamat Datang” dan tunjukan slide sederhana yang berisi informasi dasar tentang materi yang akan dipaparkan.

Keempat, berikan pembukaan dengan isyarat yang jelas ditunjukkan dengan cara memberikan sambutan dan perkenalan diri. Kelima, berikan gambaran singkat dalam slide meliputi, tujuan webinar dan peraturan selama mengikuti webinar. Keenam, upayakan agar tidak membaca slide saat Kawan GNFI menjadi pembicara dalam webinar.

Dan terakhir usahakan untuk menjelaskan secara singkat, padat, dan mengajukan pertanyaan kepada audiens apakah sudah jelas atau belum dengan materi yang disampaikan. Bagaimana, tertarik untuk menjadi pembicara webinar?* (COMM/EGA)

Referensi: Sani, M. B. (2004). The Development of the Social Self. New York: Psychology Press. | Templeton, M. (2010). Public Speaking and Presentations. New York: McGraw-Hill

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini