Internet Indonesia Bakal Makin Ngebut, Google dan Facebook Pasang Kabel Laut Antar-Benua

Internet Indonesia Bakal Makin Ngebut, Google dan Facebook Pasang Kabel Laut Antar-Benua
info gambar utama

Berbicara soal internet, tentunya tak terlepas dari kecepatan koneksi akses. Soal koneksi internet di Indonesia, lembaga penguji Ookla mencatat bahwa wilayah Indonesia pada periode Januari 2021 berada dalam posisi ke-121 di dunia pada kategori mobile (17,33 Mbps) di bawah Srilanka, dan posisi ke-115 untuk kategori fixed broadband (23,77 Mbps).

Hal ini tentunya menjadi sebuah fokus, mengingat Indonesia sebagai negara dengan penggunaan internet tertinggi di kawasan ASEAN--menurut World Bank dan Google, tentunya kecepatan internet di Indonesia harus menjadi tolok ukur untuk membuat aktivitas berbasis digital tadi bekerja secara optimal.

peringkat kecepatan internet

pengguna internet di asia
Kecepatan internet dan data pengguna internet di Indonesia | Ookla & Google

Facebook dan Google menangkap momentum

Potensi yang dimiliki Indonesia itu kemudian ditangkap Facebook dan Google yang berencana memasang kabel bawah laut antar-benua, guna menghubungkan Indonesia, Singapura, dan Amerika Utara. Kabel bawah laut itu dikatakan bakal meningkatkan kapasitas koneksi antar-wilayah yang dilintasinya.

Secara spesifik, kabel internet bawah laut merupakan kabel yang digunakan terutama untuk tujuan komunikasi, karena dapat mengirimkan sinyal secara instan. Kabel itu telah dianggap sebagai instalasi kabel terbaik untuk urusan telekomunikasi antar-wilayah.

Dalam TeleGeography, dijelaskan bahwa kabel bawah laut modern sudah menggunakan teknologi serat optik guna mengoptimalkan transmisi data dengan kecepatan tinggi melalui serat kaca tipis ke reseptor di ujung kabel lainnya. Lazimnya, serat kaca ini dibungkus plastik yang dilindungi oleh kawat baja.

Umumnya, besaran diameter kabel bawah laut bervariasi, namun kabel bawah laut yang ada sekarang rata-rata hanya berdiameter mirip selang pada umumnya. Filamen yang membawa sinyal cahaya pada kabel itu juga sangat tipis, setipis rambut manusia. Serat filamen itu kemudian dibungkus beberapa lapisan isolasi dan pelindung.

Kapasitas kabel bawah laut pun sangat bervariasi, umumnya, kabel bawah laut mampu membawa lebih banyak data. Misalnya, kabel bawah laut baru milik MAREA mampu mentransfer kecepatan data hingga 224 terabyte/second (Tbps).

kabel internet bawah laut
info gambar

Badai, tsunami, dan gempa, jadi momok kabel bawah laut

Teknologi canggih seperti kabel internet bawah laut ini tentunya bukan tak memiliki kendala. Beberapa momok kabel bawah laut seperti ditulis CNN salah satunya rentan terhadap bencana atau peristiwa yang terjadi di permukaan laut maupun di atmosfir dasar laut. Misalnya seperti badai, tsunami, atau gempa.

Salah satu kasus yang paling populer adalah putusnya kabel bawah laut yang menghubungkan Amerika Utara dan Eropa yang disebabkan Badai Sandy menghantam Pantai Timur AS pada 2012. Akibat kejadian itu, jaringan internet dan telekomunikasi antara Amerika Utara dan Eropa mati total selama beberapa jam.

Lain itu, ada gempa bumi berkekuatan 7,0 SR di lepas pantai barat daya Taiwan pada 2006, yang memporak-porandakan jaringan kabel bawah laut di wilayah terdampak, hingga menyebabkan gangguan internet di Taiwan, Hong Kong, Cina, Jepang, Korea, dan Filipina.

Temuan lain seperti yang disebut International Telecommunication Union adalah upaya sabotase. Ada dugaan tindakan sabotase di balik rusaknya lima kabel bawah laut yang menyebabkan gangguan pada layanan Internet dan telepon di beberapa bagian Timur Tengah dan Asia Selatan beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mustafa Iman lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mustafa Iman. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini