Kiat Membuat Nasi Goreng Lezat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Kiat Membuat Nasi Goreng Lezat untuk Sahur dan Berbuka Puasa
info gambar utama

Orang Indonesia suka makan nasi goreng, baik itu pada momen sarapan, makan siang, hingga makan malam. Selain karena rasanya lezat, nasi goreng juga mudah dibuat, mudah pula jika ingin membelinya, dari gerobak abang-abang hingga restoran dalam hotel sekalipun.

Nasi goreng makin jadi favorit mengingat bisa dimasak dengan berbagai bumbu dan isian. Hampir setiap daerah di Indonesia pun memiliki bumbu nasi goreng khasnya tersendiri. Sebut saja nasi goreng merah khas Surabaya, nasi goreng babat Semarang, atau nasi goreng kencur khas Jawa Barat.

Membahas soal makanan kesukaan kita semua ini, nasi goreng sebenarnya diyakini berasal dari Tiongkok. Menurut Gloria Bley Miller dalam The Thousand Recipe Chinese Cook Book (1966), nasi goreng sudah dikenal pada era Dinasti Sui (581–618 M).

Saat itu, orang-orang Tiongkok memanaskan nasi agar tak basi dan terbuang setelah dimasak. Maka dari itu, nasi sisa pun digoreng dan ditambahkan bumbu-bumbu sebelum disantap.

Berawal dari kebiasaan tersebut, nasi goreng makin populer dan tersebar sampai ke Indonesia. Hingga kini, nasi goreng pun tetap disukai dan jadi makanan andalan banyak orang. Apalagi pada momen bulan Ramadan seperti saat ini, nasi goreng jadi masakan yang sederhana dan cepat dimasak untuk sahur atau buka puasa. Dari anak kecil hingga orang tua pun menyukai makanan ini.

Jika ingin berkreasi memasak nasi goreng di rumah, ada beberapa tips penting yang bisa dilakukan. Cara ini efektif untuk menghasilkan nasi goreng yang enak tapi tetap mudah. Berikut tipsnya:

Gunakan nasi sisa

Membuat nasi goreng paling enak jika menggunakan nasi sisa semalam atau nasi yang sudah dingin. Jangan pernah membuat nasi goreng dengan nasi yang baru selesai dimasak. Ini akan membuat tekstur nasi goreng jadi lembek, basah, dan menempel satu sama lain saat dimasak.

Jika tak ada nasi sisa, Anda bisa mendinginkan nasi baru selama beberapa jam di kulkas sebelum dimasak. Pedagang nasi goreng biasanya membuat nasi dari beras dengan jenis pera, misalnya beras ramos.

Sebelum mulai memasak, uraikan nasi agar tak menggumpal dan berkumpul jadi satu. Aduk-aduk dengan sendok sampai semuanya terpisah satu sama lain.

Ilustrasi - Shutterstock

Siapkan bumbu

Setelah nasi siap, mulailah mengolah bumbu sesuai keinginan. Anda bisa memasak nasi goreng dengan bumbu yang disukai, paling sederhana biasanya menggunakan bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Namun, Anda juga bisa berkreasi dengan aneka rempah seperti serai, kemangi, daun salam, kunyit, kencur, terasi, aneka saus, kecap, dan sebagainya.

Agar memasaknya lebih mudah, haluskan semua bumbu dengan cara diulek atau menggunakan blender. Kemudian, tumis bumbu sampai harum dan tak bau langu. Proses memasak bumbu ini harus sabar dan jangan buru-buru. Sebab, tahap inilah yang membuat masakan nasi goreng jadi lebih harum.

Gunakan wajan cekung

Daripada menggunakan wajan datar, sebaiknya pilih wajan atau wok cekung dari bahan besi atau aluminium. Ini karena bentuk wajan cekung dapat menyebarkan panas secara merata ke seluruh sisinya sehingga masakan bisa matang merata.

Pedagang nasi goreng juga umumnya memakai wajan cekung berukuran besar sehingga mereka tinggal menggoyang-goyangkan wajan untuk meratakan nasi dengan bumbu.

Pilihan isi nasi goreng

Sebenarnya isian nasi goreng bisa dipilih sesuai selera, mulai dari daging sapi, daging ayam, aneka seafood, ikan asin, sosis, bakso, hingga sayuran. Namun, jangan terlalu banyak menambahkan isian yang basah karena akan membuat tekstur nasi goreng jadi kurang enak.

Jika ingin menambahkan udang, ayam, atau ikan asin, bisa digoreng terpisah sebelumnya agar teksturnya sudah lebih garing. Kemudian, tambahkan pada tahap akhir memasak nasi goreng agar tak kelewat matang dan jadi lembek.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini