Kiat Memasak Ketupat Mudah, Lembut, dan Tak Cepat Basi untuk Pemula

Kiat Memasak Ketupat Mudah, Lembut, dan Tak Cepat Basi untuk Pemula
info gambar utama

Rasanya mungkin aneh ketika Lebaran tak menyantap ketupat dengan segala lauk pauknya. Namun, apa daya, tahun ini kebanyakan orang tak punya kesempatan mudik. Jika biasanya ketupat mudah ditemukan di rumah, lalu bagaimana nasib para perantau atau anak kost yang Lebaran kali ini jauh dari keluarga?

Agar Lebaran tetap terasa afdal, bagaimana jika Anda mencoba membuat ketupat sendiri? Caranya mungkin tak semudah menanak nasi biasa, tapi bila ingin mencobanya, pasti bisa asal mengikuti langkah-langkah dalam pembuatan ketupat berikut ini:

Pemilihan janur

Pilihlah janur yang berwarna kuning muda, terang, dan bersih. Janur warna kuning akan membuat hasil ketupat berwarna putih bersih. Sedangkan, janur yang masih hijau akan membuat warna ketupat jadi kemerahan atau kecokelatan. Jangan lupa pilih janur yang terlihat segar dan jangan terlalu kering atau bahkan layu.

Agar tak menambah keribetan, pilih janur yang sudah dianyam jadi bentuk ketupat. Sebab, tak semua orang berbakat untuk membuat anyaman ketupat. Jadi, daripada nanti ketupatnya gagal, sebaiknya beli yang sudah dianyam ya.

Saat memilih janur yang sudah dianyam, pastikan ukurannya sama besar agar matangnya merata ketika dimasak. Selain itu, pilih janur yang tak terlalu longgar agar besar tak keluar dari bungkus ketupat dan bocor. Jika anyaman cukup padat, hasilnya ketupat akan lebih bagus.

Pemilihan dan pengisian beras

Agar hasil ketupat nanti lebih lembut, pilih beras yang masuk kategori pulen. Kalau bingung dengan beras pulen, coba memilih jenis seperti rojolele, pandan wangi, atau mentik spesial. Jika beras sudah tersedia, pastikan dicuci dulu sampai benar-benar bersih karena proses ini menentukan apakah ketupat nantinya akan lebih awet atau mudah basi.

Setelah dicuci, rendam dalam air dingin kurang lebih satu jam. Bisa juga ditambahkan sedikit air kapur sirih dalam rendaman agar ketupatnya nanti agak kenyal. Jika sudah satu jam, tiriskan beras sampai kering kembali.

Seberapa banyak sih beras yang harus diisi dalam anyaman ketupat? Umumnya sekitar ⅔ bagian kulit. Jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak agar hasilnya lebih mulus dan padat.

Proses memasak ketupat

Jika semua kulit ketupat sudah terisi beras, susun di panci yang tinggi dan besar. Tuang air panas sampai seluruh ketupat benar-benar terendam. Jika nanti dalam proses memasak airnya berkurang, bisa ditambahkan lagi air panas secukupnya.

Umumnya, ketupat dimasak empat jam agar matang sempurna. Jika terlalu lama, ketupat akan cenderung lembek. Jadi, saat mulai memasak, akan lebih baik jika menggunakan timer atau alarm agar waktunya pas.

Kalau merasa terlalu lama jika harus memasak empat jam, Anda bisa coba masak dengan pressure cooker atau panci presto. Dengan cara ini, ketupat bisa matang sekitar 45 menit hingga satu jam saja.

Tertarik maak ketupat dengan panci presto? Jangan lupa mengecek kondisi pancinya terlebih dahulu. Mulai dari semua mur dan bautnya kencang, karet pengaman dalam tutup panci bersih, dan tak ada kotoran yang menempel di lubang udara panci agar uap bisa melewati katup dengan lancar.

Anda juga bisa coba teknik memasak ketupat 20-30-20-30. Jadi, masaklah ketupat dalam air mendidih selama 20 menit api sedang. Kemudian, matikan api dan istirahatkan 30 menit. Setelah itu, masak lagi ketupat selama 20 menit, matikan api, dan diamkan lagi ketupat sampai 30 menit.

Proses setelah ketupat matang

Pada saat ketupat sudah matang, segera angkat dari panci dan siram dengan air dingin. Simpan ketupat di wadah yang bercelah seperti tampah bambu untuk meniriskan sisa air.

Cara ini sekaligus bisa membersihkan lendir dari janur yang mungkin menempel. Kemudian, lap semua bagian luar ketupat dengan kain bersih. Pastikan semua ketupat dalam keadaan kering dan bersih.

Setelah itu, cara menyimpan ketupat tak bisa disimpan begitu saja dalam wadah. Namun, sebaiknya digantung di tempat terbuka dan berangin. Dengan digantung, sisa-sisa air dari proses perebusan bisa cepat hilang dan ini akan membuat tak mudah basi dan lebih awet.


Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini