Inilah Makna Ketupat dan Lebaran Ketupat di Indonesia

Inilah Makna Ketupat dan Lebaran Ketupat di Indonesia

Arrisalah

Seminggu setelah Idulfitri, masyarakat jawa biasanya merayakan tradisi Lebaran Ketupat. Mereka akan membuat ketupan dan disajikan dengan makanan lain, seperti sayur lodeh, opor dan sambal goreng kentang.

Secara filosofi bahasa Jawa, kata 'ketupat' atau 'kupat' artinya 'mengaku lepat' (mengakui kesalahan) dan 'laku papat' (empat tindakan). Hal ini identik dengan kegiatan sungkeman anak kepada orangtua dengan diiringipermohonan maaf sebagai bukti menghormati orangtua. Selain kepada orangtua, juga kepad kerabatn dan tetangga. Jika berkunjung ke rumah keluarga, kerabat, dan tetangga, tak lupa membawa ketupat sebagai tanda dan berharap permohonan maaf dapat diterima.

Berikut adalah Fakta-fakta dan makna Ketupat beserta Lebaran Ketupat :

Menurut sejarawan Fadly Rahman dari Universitas Padjajaran Bandung, bentuk ketupat yang persegi empat berkaitan dengan bahasa Austronesia. "Kupat kalau dalam bahasa Austronesia turunan dari kata 'epat' yang artinya empat. Kalau kita melihat ketupat, bentuknya persegi dan memiliki empat sudut," kata Fadly dikutip dari Surya.co.id

Menurut Fadly, bila mengacu pada pra-Islam, bentuk empat sisi atau sudut ketupat berhubungan dengan empat penjuru mata angin. Sunan Kalijaga, salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa memberikan sentuhan makna lain. Empat sisi ketupat direpresentasikan dengan Lebaran (pintu ampun yang dibuka lebar terhadap kesalahan orang lain), Luberan (Luberan berarti melimpahi, memberi sedekah pada orang yang membutuhkan), Leburan (melebur dosa yang dilalui selama satu tahun. Adapun, Laburan yakni menyucikan diri, putih kembali layaknya bayi) dan Laburan, yang berhubungan dengan sikap manusia.

Lebaran Ketupan di Kudus

(MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji)

Tradisi lebaran ketupat dilakukan di Kudus, Jawa Tengah. Masyarakat merayakannya dengan prosesi kirab gunungan Seribu Ketupat.
Gunungan terdiri dari susunan seribu ketupat dan ratusan lepet yang diarak dari rumah Kepala Desan menuju masjid Sunan Muria.

Tradisi dari Jawa yang dibawa ke Manado

Sumber : https://manadopostonline.com

Warga muslim di Manado merayakan lebaran ketupan dengan mengunjungi dan saling memaafkan satu sama lain. Tradisi lebaran ketupat awalnya dibawa oleh warga Jawa yang keturunan Imam Bonjol di Tondano. Kemudian tradisi ini terus dilanjutkan dan dirayakan setiap tahunnya.

Pelepasan Balon udara di Magelang

Sumber : MetroJateng

Di Dusun Kauman, Desan Payaman, Magelang, perayaan Hari Raya Idulfitri diisi dengan Festival Balon Syawalan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak 1980-an. Sekitar 150 balon udara tradisional diterbangkan di halaman masjid Agung Kauman dan di lapangan dusun setempat.

--

Sumber : Surya.co.id, metrojateng, manadopostonline, murianews.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ketepatan Waktu Lion Air Naik Lagi ke 89,73 Persen Sebelummnya

Ketepatan Waktu Lion Air Naik Lagi ke 89,73 Persen

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.