4 Lokasi Patung Buddha Berbaring Termegah di Indonesia

4 Lokasi Patung Buddha Berbaring Termegah di Indonesia
info gambar utama

Patung Buddha berbaring atau the reclining Buddha merupakan ikon tempat ibadah umat Buddha. Patung tersebut mewakili momen Buddha pada masa sakit terakhirnya dan memasuki dunia nirwana.

Posisi berbaring disebut pose paling sakral Buddha. Menurut Nang Hla May, pemandu wisata di Yangon, Myanmar, sebenarnya pose berbaring ini bisa memiliki makna berbeda sesuai arah tidurnya. "Jika ke arah utara, berarti menuju nirwana. Jika ke arah selatan berarti sedang beristirahat. Jika ke arah timur, berarti sedang berbagi ilmu," kata Nang Hla May, seperti dikutip Kompas.com.

Negara seperti Myanmar, Tiongkok, Thailand, Jepang, Vietnam, Taiwan, dan Hong Kong juga memiliki patung Buddha berbaring yang sering jadi objek wisata. Tak perlu jauh-jauh ke negara lain, sebab di beberapa kota di Indonesia pun memiliki Patung Buddha berbaring yang bisa dikunjungi. Berikut daftarnya:

Vihara Dharma Giri, Bali

Di Bali, ada satu patung Buddha berbaring yang bisa dikunjungi. Lokasinya ada di Vihara Dharma Giri kawasan Tabanan. Di vihara ini, terdapat patung Buddha berbaring di atas anjungan kayu dengan ukuran besar dan berwarna putih. Patungnya terlihat megah dengan latar pemandangan alam yang asri. Tak heran bila patung ini kemudian jadi objek wisata di Tabanan.

Dari patung Buddha berbaring, di vihara ini juga ada patung Buddha duduk di atas lingkaran badan ular dan bunga teratai dengan dipayungi tujuh buah kepala ular kobra. Anda juga bisa melihat bangunan serupa pagoda tingkat tiga.

Vihara Buddha Dharma 8 Pho Sat, Bogor

Patung Buddha tidur di Vihara Buddha Dharma 8 Pho Sat, Bogor, ini memiliki Panjang 18 meter dan tinggi 3,75 meter. Berada di sebuah pendopo luas dengan latar belakang lukisan pemandangan sawah dan bukit. Patung ini menggambarkan sosok Buddha sedang menggunakan jubah emas dengan lambang Swastika di dada yang melambangkan perdamaian.

Di dekat patung Buddha berbaring, juga terdapat lemari kaca yang di dalamnya berisikan sekitar 1.300 miniatur Buddha dalam posisi duduk berwarna emas. Minatur tersebut merupakan pemberian dari umat yang menyumbangkan uang pada vihara.

Menurut Andrean Halim, pengelola Vihara Buddha Dharma 8 Pho Sat, patung Buddha tidur ini dibuat tahun 2011. Ia menjelaskan sebenarnya posisinya bukan benar-benar tertidur, tetapi sedang bermeditasi.

Vihara Dhammadipa Arama, Batu

Patung Buddha tertidur selanjutnya ada di Vihara Dhammadipa Arama, Batu, Malang. Di sana, pengunjung bisa melihat bangunan pagoda megah berwarna emas dan putih. Bangunan ini merupakan replika Pagoda Shwedwagon di Myanmar.

Ukuran patung Buddha di vihara ini mencapai delapan meter. Tak jauh dari lokasi penyimpanan patung, ada taman dan kolam ikan hias dengan bunga teratai.

Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto

Maha Vihara Mojopahit merupakan situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan. Di sana terdapat arca dan patung Buddha tidur sebesar 22 meter dengan lebar enam meter dan tingginya mencapai 4,5 meter.

Dalam rekor MURI, patung Buddha di vihara ini merupakan yang ketiga terbesar di dunia setelah Thailand dan Nepal. Awalnya, patung dibentuk dari bahan beton, kemudian dilapisi kuningan dan semakin memberikan kesan megah. Patung dibangun di atas kolam ikan yang melambangkan Sang Buddha telah mencapai parinirwana atau wafat.

Di sekitar vihara ini terdapat sepasang Arca Dwarapala yang tampak saling menjaga jalan masuk menuju bangunan utama dan ada relief yang menceritakan kehidupan agama Buddha.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini