Bukan Cuma Atlet, Indonesia Turut Kirim Juri Profesional untuk Olimpiade Tokyo 2020

Bukan Cuma Atlet, Indonesia Turut Kirim Juri Profesional untuk Olimpiade Tokyo 2020
info gambar utama

Ada kabar baik dan tak kalah membanggakan yang dimiliki Indonesia mengenai keterkaitan dengan Olimpiade Tokyo 2020. Partisipasi dalam gelaran Olimpiade dunia tersebut bukan hanya dimiliki dalam bentuk keikutsertaan atlet dari cabang olahraga (cabor) tertentu, melainkan juga peran yang tak kalah penting yaitu juri atau wasit yang juga dikenal dengan istilah International Technical Officer (ITO).

Indonesia diketahui mengirimkan dua juri yang turut serta bertolak ke Tokyo. Juri pertama yang dimaksud yaitu Pranarta Arumbowo untuk cabor loncat indah, Pranarta melengkapi jajaran kontingen Indonesia untuk tim akuatik bersama dua atlet renang Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani.

Di sisi lain, walau Indonesia belum berhasil mengirimkan atlet tanah air yang lolos kualifikasi untuk cabor tinju, namun partisipasi berhasil dilakukan lewat keikutsertaan sosok pria bernama Boy Pohan sebagai juri.

Tidak bisa dianggap sepele, keberhasilan untuk dapat meraih kesempatan menjadi juri dalam suatu ajang internasional tentu bukan hal yang mudah, terutama untuk gelaran sekelas Olimpiade Dunia.

Bukan tanpa alasan, para juri yang terlibat sudah pasti harus memiliki kompetensi memadai dengan reputasi yang diakui lewat berbagai pengalaman. Tak hanya harus mengetahui seluk beluk dari cabor yang digeluti, tapi juga harus memahami secara detail peraturan federasi internasional yang diterapkan.

Mengenang Trio Srikandi, Peraih Medali Olimpiade Pertama untuk Indonesia

Wasit Tinju Pertama Indonesia di Olimpiade Dunia

Boy Pohan saat menjadi juri
info gambar

Boy termasuk ke dalam kontingan Indonesia yang bertolak ke Jepang pada, Selasa, (20/07/2021), malam bersama dengan atlet beserta jajaran tim lainnya dan dilaporkan sudah mendarat di Narita pada, Rabu, (21/07) pukul 07.25 waktu setempat.

Keikutsertaan pria yang memiliki nama asli Muhammad Arisa Pohan ini, sekaligus menjadi juri tinju pertama dan satu-satunya yang dikirimkan Indonesia untuk gelaran Olimpiade Tokyo 2020.

Menukil dari Detik, Boy melalui proses yang panjang untuk bisa mendapat kesempatan menjadi juri tinju di Olimpiade Tokyo. Sebelumnya, Boy terlebih dulu bertugas menjadi juri untuk babak kualifikasi Olimpiade di Afrika pada tahun 2020 dan babak kualifikasi di London pada awal tahun 2021.

Belum cukup sampai di situ, dirinya kemudian harus mengikuti tahap seleksi secara ketat melalui tes tertulis dan wawancara via daring melalui zoom yang dilakukan oleh pihak Boxing Task Force.

Setelah mendapat konfirmasi kelolosan dan menerima surat tugas untuk menjadi juri di Olimpiade Tokyo 2020, Boy mengungkap kesan dan harapannya lewat kesempatan yang didapat.

"Saya senang dan bangga bisa menjadi wasit/juri tinju pertama Indonesia yang menembus Olimpiade. Saya juga punya kewajiban menjaga nama baik bangsa dan negara di Olimpiade Tokyo 2020 nanti” tutur Boy.

Sementara itu, untuk penyelenggaran cabor tinju sendiri kabarnya akan dilaksanakan di Ryogoku Kokugikan mulai tanggal 24 Juli hingga 8 Agustus.

Mengintip Menu Makanan Para Atlet di Olimpiade Tokyo 2020

Pemilihan juri loncat indah yang disertai tantangan

Selain dari cabor tinju, penambahan partisipasi Indonesia dari sisi juri juga datang dari cabor loncat indah, yang diwakili oleh Pranarta. Berbeda dengan Boy yang melalui jalan panjang dengan menjadi juri pada babak kualifikasi Olimpiade sejak setahun lalu, Pranarta diketahui mengalami sedikit tantangan karena sudah cukup lama tidak memimpin perlombaan loncat indah.

Faktanya, saat pengumuman awal juri Olimpiade Tokyo 2020 yang dilakukan pada tahun 2019, namanya tidak termasuk dalam daftar. Seakan belum cukup, di tahun 2020 Pranata harus kehilangan dua anggota keluarganya hanya dalam kurun waktu 10 hari di tengah situasi pandemi yang terjadi.

Dalam kurun waktu itu pula Pranata sama sekali tidak menjalani rutinitas yang berhubungan dengan loncat indah. Sehingga pada satu hari, dirinya ternyata mendapat email pemberitahuan dari Federasi Renang Internasional (FINA), bahwa ia ditunjuk menjadi juri di gelaran Olimpiade Tokyo 2020.

Nyatanya, Pranata yang memiliki reputasi baik di dunia perlombaan akuatik internasional menjadikan dirinya ditunjuk sebagai juri di Olimpiade walau tanpa melalui proses panjang layaknya yang dilalui oleh Boy.

Nyatanya, Pranata diketahui kerap kali menjadi juri dalam beberapa perlombaan seperti 1st SEAF Championships Tahun 2012 di Singapura, dan FINA Diving World Cup di Shanghai pada tahun 2014.

Karena kondisinya yang cukup lama tidak terjun dalam aktivitas terjun bebas sepanjang situasi pandemi, Pranata menjadi kontingen Indonesia yang sudah lebih dulu bertolak ke Tokyo sejak tanggal 26 April, untuk menjalani refreshment sebagai juri dalam ajang FINA Diving World Cup 2021 Tokyo yang diselenggarakan pada 1-6 Mei 2021.

Sepak Terjang Komite Olimpiade Nasional Antarkan Indonesia Jadi Bagian Olimpiade Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini