Kawan Susah Fokus? Coba Lakukan Ini Agar Tetap Konsentrasi Saat Bekerja

Kawan Susah Fokus? Coba Lakukan Ini Agar Tetap Konsentrasi Saat Bekerja
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Gabung Telegram Kawan GNFI untuk dapat informasi seputar program dan tulisan terbaru Good News From Indonesia.

Pekerjaan yang menumpuk dan dikejar tenggat waktu, seringkali membuat Kawan merasa cemas dan sulit fokus dalam bekerja. Padahal, fokus merupakan hal terpenting saat kita bekerja atau saat beraktivitas di kehidupan sehari-hari. Ketika Kawan sulit fokus, tentunya Kawan tak dapat menyelesaikan pekerjaan secara efisien dan optimal.

Dilansir dalam majalah Time, setidaknya 50 persen pekerja, hanya bisa efektif dalam bekerja tidak lebih dari 15 menit. Kemudian, 53 persen pekerja hanya membuang waktu sebanyak 1 jam bahkan lebih. Hal tersebut dikarenakan banyaknya distraksi dan kendala.

Apalagi semenjak pandemi saat ini, Kawan diharuskan untuk bekerja dari rumah atau yang kerap disebut dengan work from home (WFH). Mungkin sebagian dari Kawan, WFH menjadi hal yang menyenangkan. Kawan tak perlu datang ke kantor dan bermacet-macet ria di perjalanan.

Pelajari Ikigai Agar Hidup Kawan Lebih Seimbang

Namun pada nyatanya, tak sedikit orang yang merasakan stres, cemas, dan sulit fokus ketika bekerja dari rumah. Dikutip dari laman The muse, seorang ahli psikologi bernama Andrew Schwehn mengatakan bahwa banyak orang yang justru mengalami stres ketika WFH.

Hal ini dikarenakan mereka tak mampu membagi dengan baik waktu bekerja dan kehidupan pribadi. Tak jarang pula, WFH membuat Kawan justru bekerja di luar waktu yang ditetapkan ketika kita di kantor.

Jangan khawatir, Kawan! Berikut beberapa tips yang dapat Kawan lakukan untuk tetap fokus bekerja, baik ketika WFH maupun di kantor.

1. Hilangkan distraksi

Ilustrasi fokus | Foto: unsplash/ Brett Jordan
info gambar

Tak jarang Kawan menghentikan mengerjakan pekerjaan, karena adanya notifikasi sosial media, surat elektronik (surel), atau bahkan telepon dari teman mengajak makan siang. Kawan yang pada mulanya sedang berkonsentrasi menjadi buyar seketika.

Hal seperti inilah, yang harus kawan hindari untuk meminimalisasi pekerjaan yang tak kunjung selesai. Hasil survei dari laman majalah time menyatakan, bahwa 60 persen distraksi berasal dari surel, jejaring sosial, dan telepon genggam. Jadi, pastikan Kawan untuk mematikan segala notifikasi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Kawan.

Kawan dapat mengaktifkan mode pesawat atau mode hening di telepon genggam, Kawan. Tak lupa, batasi juga waktu Kawan saat berselancar di media sosial. Mungkin terlihat sederhana, namun ternyata berselancar di media sosial sangat menguras waktu dan energi kawan.

Energi yang seharusnya digunakan untuk bekerja dan produktivitas, justru terbuang sia-sia begitu saja. Kawan pastinya tidak mau, bukan?

Menilik Kemungkinan COVID-19 menjadi Endemi, Apa Bedanya dengan Pandemi?

2. Kerjakan satu tugas dalam satu waktu

Ilustrasi bekerja | Foto: unsplash/Kaitlyn Baker
info gambar

Kawan pastinya kerap mendengar istilah multitasking? Atau mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu. Misal menulis artikel sambil rapat atau mengerjakan laporan sambil menulis perencanaan kegiatan di kantor.

Saat ini, coba hentikan untuk melakukan hal tersebut. Mungkin hal tersebut terlihat bagus, karena mampu menyelesaikan banyak hal dengan cepat. Namun ternyata, multitasking justru akan memperburuk kinerja otak Kawan.

Ketika Kawan multitasking, akan ada 2 ingatan yang sedang bersaing di otak Kawan. Ingatan tersebut, yakni ingatan pekerjaan pertama dan kedua. Hal ini akan mengakibatkan, otak merasa lelah berlebihan dan cenderung akan memberikan respon yang salah.

Pada akhirnya, Kawan akan membuat banyak kesalahan dalam bekerja dan pekerjaan tak kunjung selesai. Mulai saat ini, cobalah untuk mengatur prioritas dengan baik dan kerjakan satu per satu.

3. Ambil waktu jeda

Ilustrasi jeda dengan kudapan| Foto: unsplash/ Daria Nepriakhina
info gambar

Ketika Kawan telah bekerja dengan durasi yang lama dan konsentrasi berkurang, cobalah jeda sejenak. Ambilah waktu sekitar 15 menit untuk mengisi ulang energi. Kawan dapat latihan bernapas menjadikan tubuh rileks, mendengarkan musik, atau menyantap kudapan.

Dengan begitu, akan membantu Kawan dalam meningkatkan konsentrasi dan dapat menyelesaikan pekerjaan kembali. Disarankan untuk Kawan jauhi ponsel atau bermain media sosial, alih-alih mengisi energi justru akan menguras energi Kawan.

Agar Makanan Lebih Segar untuk Meningkatkan Imunitas Saat Isolasi Mandiri

4. Isi energi

Ilustrasi sarapan | Foto: unsplash/Melissa Belanger
info gambar

Jangan lupakan untuk Kawan mengisi ‘bahan bakar’ otak sebelum bekerja. Ya, Kawan perlu makan yang cukup dengan gizi yang seimbang.

Tanpa adanya energi yang dihasilkan dari makanan dapat membuat Kawan akan kesulitan fokus dalam bekerja. Makan dengan gizi seimbang akan membawa Kawan fokus dalam bekerja, meningkatkan kinerja otak, dan mengembangkan metabolisme tubuh.

5. Siapkan air mineral di meja kerja

Ilustrasi meja kerja | Foto: unsplash/Bram Naus
info gambar

Bukan menjadi rahasia lagi, jika hilangnya dan sulit disebabkan oleh dehidrasi. Faktanya, sebanyak 60 persen tubuh manusia mengandung cairan. Inilah alasan kenapa minum air mineral sangat diperlukan.

Ternyata, kurangnya cairan pada tubuh dapat memengaruhi kinerja otak dan suasana hati Kawan. Tentunya ini akan mempersulit Kawan ketika bekerja, bukan?

Maka dari itu, cobalah sebelum bekerja siapkan terlebih dahulu air mineral di meja kerja. Hal itu agar Kawan tidak lupa untuk minum dan tetap mencukupi kebutuhan cairan. Pastikan Kawan untuk minum air mineral sebanyak 2 liter atau setara dengan 8 gelas sehari.*

Referensi: Healthland.time | Themuse | Verywellmind

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini