Bali, Yogyakarta, dan Solo, Tengah Dikembangkan Menjadi Destinasi Wellness Tourism

Bali, Yogyakarta, dan Solo, Tengah Dikembangkan Menjadi Destinasi Wellness Tourism
info gambar utama

Pada masa pandemi ini, kegiatan berwisata memang jadi lebih terbatas. Banyak tempat wisata melakukan buka-tutup mengikuti kebijakan pemerintah soal pembatasan kegiatan bagi masyarakat. Selain liburan ke alam seperti gunung dan pantai, sekarang ada satu tipe perjalanan yang sedang diminati dan dikembangkan di Indonesia, yaitu wellness tourism.

Definisi wellness tourism ialah kegiatan perjalanan dengan upaya untuk meningkatkan kebugaran dan kesejahteraan pribadi. Namun, pada praktiknya ini beda dengan medical tourism alias wisata medis.

Wisata medis biasanya bertujuan untuk menjalani perawatan kesehatan di negara lain dengan berbagai alasan, misalnya teknologi lebih canggih, ada rumah sakit atau klinik khusus perawatan tertentu yang diinginkan, atau harga lebih terjangkau.

Sedangkan wisata kebugaran merujuk pada kegiatan untuk mempertahankan gaya hidup sehat, mengurangi stres, mencegah penyakit, dan meningkatkan kesejahteraan jiwa raga.

Rencana Kemenparekraf Kembangkan Wisata Medis di Indonesia

Wellness tourism di Indonesia

Saat ini, wellness tourism sedang dikembangkan di tiga daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Solo, dan Bali. Ketiga daerah tersebut akan dikenalkan ke wisatawan domestik dan mancanegara dengan keunggulannya masing-masing dalam hal terkait kebugaran.

Kata Alexander Reyaan, Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), wellness tourism di Solo akan fokus dengan aneka jamu karena dianggap berpotensi sebagai destinasi wisata herbal. Selain jamu-jamuan, Solo juga akan mengembangkan potensi aromaterapi, meditasi, makanan sehat, hingga jelajah alam dan kota.

Sementara itu di Yogyakarta akan diunggulkan tradisi pijat ala Jawa, meditasi, terapi seni, makanan sehat, retret, dan jelajah alam serta kota. Untuk Bali juga dinilai sudah dikenal oleh para turis soal potensi dalam hal meditasi, makanan sehat, serta jelajah alam dan kotanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa Bali sudah diperhitungkan sebagai destinasi wellness kelas dunia. Beberapa destinasi andalan di Bali yang cocok untuk kegiatan kebugaran sekaligus mengandung unsur kebudayaan yaitu kawasan Ubud, Karanganyar, Kintamani, Sanur, hingga Canggu.

Revenge Travel, Fenomena Liburan Balas Dendam untuk Memuaskan Hasrat Berwisata

Indonesia Wellness Tourism International Festival

Saat ini sedang terselenggara acara yang berhubungan dengan wisata kebugaran, yaitu Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) mulai tanggal 1-30 September 2021.

Acara yang dilakukan secara virtual ini akan mempromosikan wellness tourism di dunia serta menampilkan berbagai produk yang berhubungan dengan kebugaran dari UMKM Indonesia.

IWTIF diinisiasi oleh Indonesia Wellness Master Association, Wellness & Healthcare Entrepreneur Association, Indonesia Wellness Spa Professional Association, dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Perlu diketahui bahwa berdasarkan laporan Global Wellness Tourism Economy 2018, Indonesia berada di peringkat ke-17. Kekayaan Indonesia dari rempah-rempah, seni budaya, hingga keramahtamahan dianggap mampu berkontribusi pada wisata kebugaran.

Agnes Lourda Hutagalung, ketua panitia IWTIF 2021 mengatakan bahwa ajang tersebut diselenggarakan dengan tujuan melestarikan, mempromosikan, serta menjadikan ethnowellness di Indonesia sebagai warisan budaya dunia, sehingga potensi budaya melalui produk herbal dan produk wellness UMKM Indonesia bisa dikenal dan dinikmati oleh masyarakat dalam dan luar negeri.

"IWTIF 2021 adalah festival internasional dan online pertama yang merupakan upaya progresif untuk membangkitkan industri spa, wellness tourism di masa pandemi COVID-19," ujar Agnes.

Selain berbagai webinar dan workshop virtual tentang kebugaran, di IWTIF juga akan menampilkan lebih dari 1.340 kearifan lokal dari suku bangsa, rempah-rempah, keragaman seni budaya, keramahtamahan, dan act of services terapis Indonesia.

Ada pula gelaran belanja daring yang melibatkan sekitar 200 UMKM dengan lebih dari 20 ribu produk wellness yang akan dijual sepanjang acara berlangsung selama sebulan, mulai dari madu, teh, kopi lokal, camilan sehat untuk vegan, minuman dari rempah, bumbu dapur, minyak aromaterapi, perhiasan kristal, paket perawatan kecantikan tradisional, hingga kain tradisional.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini