Menilik Kemegahan Stadion Lukas Enembe Papua yang Jadi Venue PON XX

Menilik Kemegahan Stadion Lukas Enembe Papua yang Jadi Venue PON XX
info gambar utama

Pekan Olahraga Nasional XX (PON XX) akan segera dimulai pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Ajang yang semula akan diadakan pada tahun 2020 ini terpaksa harus mengalami penundaan sementara karena adanya pandemi Covid-19.

PON sendiri merupakan pesta olahraga tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setiap empat tahun sekali dan pesertanya berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Kali ini, PON XX akan diikuti 7.066 atlet dari 34 provinsi yang akan bertanding dalam 37 cabang olahraga.

Pada kesempatan kali ini, Papua terpilih menjadi tuan rumah setelah mengalahkan Bali dan Aceh dalam pemungutan suara pada rapat anggota tahunan KONI. Salah satu lokasi utama dalam penyelenggaran PON XX bertempat di Stadion Lukas Enembe.

Kehadiran stadion baru ini tentu merupakan kabar membahagiakan bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Sebab, stadion ini menambahkan daftar fasilitas olahraga besar di Tanah Air pun nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya jika PON telah berakhir.

Pada ajang PON XX, Stadion Lukas Enembe akan jadi tempat untuk upacara pembukaan dan penutupan PON XX. Agar lebih mengenali lebih dalam lagi soal stadion baru ini, berikut beberapa informasi menarik tentang Stadion Lukas Enembe:

Sejarah Baru, eSport Akhirnya Hadir Sebagai Cabor Ekshibisi di PON XX Papua 2021

Awalnya bernama Stadion Papua Bangkit

Stadion Lukas Enembe berlokasi di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Lokasinya terbilang strategis karena berada di jalan utama yang menghubungkan kabupaten dan kota Jayapura.

Bagi pengunjung dari luar kota pun, akses ke stadion cukup mudah. Jaraknya dari Bandar Udara Internasional Sentani hanya sekitar sembilan kilometer atau 16 menit berkendara.

Stadion sepak bola ini menempati area seluas 13,7 hektare dan memiliki 40 ribu tempat duduk model single seat. Pembangunan stadion ini telah dimulai sejak akhir tahun 2016 dan rampung pada Mei 2019.

Stadion ini menjadi fasilitas olahraga terbesar kedua setelah Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, dan memang dibangun untuk menyambut penyelenggaran PON XX.

Pada awalnya tempat tersebut dinamakan Stadion Papua Bangkit. Namun, sejak diresmikan pada 23 Oktober 2020, namanya diganti menjadi Stadion Lukas Enembe. Nama Lukas Enembe sendiri diambil dari nama Gubernur Papua saat ini yang dinilai berjasa dalam membuat Papua jadi tuan rumah PON XX.

Sanggup Tampung 524 Atlet PON 2021, Inilah Wisma Atlet Mandala Jayapura

Fasilitas standar internasional

Pembangunan Stadion Lukas Enembe telah menjadi ikon bagi masyarakat Indonesia, khususnya Papua. Selain karena termasuk stadion dengan kapasitas besar, fasilitasnya pun tak main-main.

Lapangan sepak bola di Stadion Lukas Enembe telah dibuat dengan mengikuti standar FIFA (Fédération Internationale de Football Association) atau federasi sepak bola internasional. Demi hasil yang maksimal, beberapa sarana pendukung pun didatangkan dari luar negeri.

Soal rumput, Stadion Lukas Enembe menggunakan jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr atau rumput Manila yang umum dipakai oleh stadion-stadion besar seperti Stadion Gelora Bung Karno. Ditambah lagi, lintasan atletik sintetisnya pun bersertifikasi kelas 1 standar federasi atletik internasional (IAAF) dan arena atletiknya pun dilengkapi lapangan pemanasan.

Pada bagian pencahayaan, digunakan LED teknologi DMX dari Philips yang bisa mengikuti beat musik dengan kekuatan 1.800 lux. Belum selesai sampai di situ, ada pula scoring board perimeter atau papan skor digital pada dua sisi tribun didatangkan dari Eropa. Pun, akan ada 88 unit perangkat sound system yang didatangkan langsung dari Jepang.

Secara keseluruhan, teknologi di stadion tersebut memang terbilang sangat modern. Soal anggaran pembangunannya sendiri berasal dari APBD Provinsi Papua sebesar Rp1,3 triliun. Tak hanya menampilan sisi modern, Stadion Lukas Enembe juga tetap memiliki kesan etnik dan megah pada bagian luarnya yang dikelilingi ornamen fasad baja melengkung dengan ukiran khas Papua.

Tampilan stadion ini memang tampak begitu memesona. Selain karena keunikan bangunannya, tempat tersebut pun memiliki latar belakang Pegunungan Cycloop pada sisi utara dan Danau Sentani di sebelah selatan. Pada malam hari, lampu warna-warni akan dinyalakan dan menambah keindahannya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini