Sejarah Baru, eSport Akhirnya Hadir Sebagai Cabor Ekshibisi di PON XX Papua 2021

Sejarah Baru, eSport Akhirnya Hadir Sebagai Cabor Ekshibisi di PON XX Papua 2021
info gambar utama

Eksistensi eSport yang tidak hanya dikenal sebagai hiburan dan gaya hidup semata, namun sekaligus sebagai salah satu cabang olahraga prestasi akhirnya semakin diperhitungkan.

Walau sudah diakui keberadaannya sebagai cabang olahraga prestasi di negara lain sejak lama, dan di Indonesia sendiri baru diikutsertakan sebagai olahraga ekshibisi pada gelaran Asian Games 2018, pada akhirnya eSport secara resmi diakui oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai cabang olahraga prestasi nasional.

Sedikit kilas balik, resminya eSport yang hadir sebagai cabang olahraga prestasi termuda di Indonesia pertama kali diresmikan oleh Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), tepat satu tahun yang lalu, di bulan Agustus 2020.

Berangkat dari hal tersebut, maka sudah selayaknya jika eSport kerap diikutsertakan dalam berbagai kompetisi olahraga tingkat nasional, salah satunya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Menakar Industri eSport dan Potensinya untuk Indonesia

Detail eSport diresmikan sebagai olahraga prestasi dan kepengurusannya saat ini

PBESI
info gambar

Keputusan eSport yang akhirnya diresmikan sebagai cabor prestasi nasional nyatanya terlebih dulu dipertimbangkan sekaligus ditetapkan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat, yang berlangsung secara virtual pada 25-27 Agustus 2020.

Jauh sebelum itu, Imam Nahwari yang sebelumnya menjabat sebagai Menpora pada tahun 2019, juga pernah menyatakan bahwa eSport sejatinya bukan sekedar permainan berbasis elektronik atau gim.

Hal serupa dan dukungan terhadap eSport nyatanya juga datang dari Presiden Joko Widodo. Menurut Imam, Presiden melihat bahwa eSport bukan sebagai gim untuk kesenangan individual, karena itu orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta agar eSport dikembangkan dengan baik.

“…kami memberikan dukungan penuh (terhadap eSport), mengawal, dan difasilitasi sepenuhnya," jelas Imam kala itu.

Di waktu yang bersamaan saat peresmiannya, pemerintah Indonesia menyetujui keberadaan Pengurus Besar eSport Indonesia (PBESI), yang sampai saat ini dipimpin oleh Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan sebagai ketua umum.

PBESI didaulat sebagai satu-satunya badan resmi pemerintahan yang menaungi eSportsebagai olahraga prestasi di Indonesia dan di bawah KONI. Saat itu, menanggapi secara resminya eSport sebagai jenis olahraga berprestasi juga dipandang sebagai hal yang tepat oleh Ketua Harian PBESI, Bambang Sunarwibowo.

Menurut Bambang, eSport layak menjadi sebuah cabang olahraga (cabor) karena menggunakan tenaga manusia berupa kecepatan, ketangkasan, dan strategi seperti olahraga pada umumnya.

Ragam Upaya untuk Terus Dorong Ekosistem eSport di Indonesia

Kehadiran berbagai eSport sebagai cabor ekshibisi di PON XX Papua 2021

Pembukaan pendaftaran eSport PUBG Mobile
info gambar

PON Papua sejatinya akan dilaksanakan pada tanggal 2-15 Oktober mendatang. Namun, babak kualifikasi dari berbagai cabor sudah dilaksanakan mulai saat ini, termasuk eSport. Yang perlu digaris bawahi, keberadaan eSport pada gelaran PON tahun ini berstatus sebagai ekshibisi, dan berbeda dengan kompetesi di cabor pada umumnya.

Sekilas informasi, cabor ekshibisi yang disandang oleh eSport diartikan sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan secara 'tidak resmi', dengan tujuan utama memperkenalkan cabor tertentu agar dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat di tanah air.

Lewat penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa memang tujuan utama yang saat ini ingin dilakukan, adalah terlebih dulu mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa eSport adalah salah satu olahraga yang akan mulai ikut meramaikan gelaran PON sebagai olahraga prestasi resmi di waktu yang akan datang.

Adapun cabor yang diperbolehkan mengadakan ekshibisi sendiri harus diikuti oleh minimal delapan provinsi.

Di saat yang bersamaan, walau dalam pelaksanaannya nanti para atlet eSport tetap memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu, namun medali yang berhasil diraih tidak masuk ke dalam perhitungan perolehan medali dari tiap provinsi, yang artinya juga tidak memengaruhi peringkat klasemen.

Sementara itu, PBESI mengonfirmasi eSport apa saja yang akan dipertandingkan dalam PON XX Papua 2021, yaitu Mobile Legends: Bang Bang, Free Fire, PUBG Mobile, eFootbalPro Evolution Soccer (PES).

Tim eSport Indonesia Raih Gelar Juara di Ajang Free Fire All Stars 2021 Asia

Detail pelaksanaan kompetisi eSport di PON Papua

Esports Menjadi Cabang Olahraga yang Dipertandingkan di PON XX Papua 2021 (Foto: PB ESI)
info gambar

Saat ini, salah satu jenis eSport yang ditandingkan telah resmi dibuka, yaitu PUBG Mobile. Pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 26 Agustus lalu dan akan ditutup pada tanggal 8 September mendatang.

Untuk tahap selanjutnya, akan ada kualifikasi pertama dan kedua yang berlangsung pada tanggal 11-12 September secara serentak di 33 provinsi Indonesia. Dari tahapan tersebut, akan didapatkan tim terbaik yang bertanding pada gelaran pra-PON tanggal 14-15 September.

Lebih jauh sampai ke tahap grand final, nantinya akan ada 15 tim dari babak pra-PON dan satu tim asal Papua sebagai tuan rumah yang bertanding memerebutkan medali, dan masing-masing juara akan diterbangkan langsung ke Papua untuk mendapatkan medali yang berhasil diraih.

Sementara itu, adapun detail persyaratan yang harus dipenuhi bagi mereka yang ingin berpartisipasi menjadi wakil dari tiap provinsi, untuk berkompetisi dalam gelaran PON XX Papua 2021 yaitu:

  1. Terbuka untuk umum dan berkewarganegaraan Indonesia,
  2. Usia minimal 13 tahun,
  3. Memiliki bukti domisili sesuai dengan kualifikasi provinsi yang diikuti (KTP/Kartu pelajar, KK, KIA, dan sebagainya),
  4. Setiap anggota di tim eSport wajib memiliki domisili provinsi yang sama, dan
  5. Setuju untuk mengikuti aturan PON eSport yang sudah disediakan.

Menanggapi kemajuan yang dimiliki oleh cabor eSport ini, Kemenpora melalui Sri Wahyuni, selaku Kepala Biro Perencanaan Kemenpora dan Asdep Industri dan Promosi Olahraga, menyampaikan respons positif dan harapannya akan perkembangan cabor eSports di waktu yang akan datang.

“Kemenpora dan KONI sebagai wakil pemerintah mendukung penuh perkembangan eSport sebagai produk industri olahraga di Indonesia, dan juga mendukung penuh atlet dan tim eSport Indonesia dalam menciptakan prestasi di tingkat internasional dan tentunya mengharumkan nama bangsa,” pungkas Sri.

Ini Dia Sosok Remaja Indonesia Berusia 16 Tahun yang Raih Medali Emas eSport di Asian Games 2018

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini