Dampak Perubahan Iklim di Sektor Perikanan, Andre Sumual: Kita yang Harus Menyesuaikan

Dampak Perubahan Iklim di Sektor Perikanan, Andre Sumual: Kita yang Harus Menyesuaikan
info gambar utama

''Memang isu iklim ini kan sangat berpengaruh khususnya di Indonesia, bukan hanya sebatas kenaikan permukaan dan suhu air laut, tapi juga La Niña (fase dingin suhu air laut), perubahan tekanan angin, perubahan arus laut, dan lain-lain.''

---

Sebagai negara maritim yang dua per tiga luas wilayahnya didominasi oleh lautan, perikanan menjadi hal penting yang memiliki pengaruh besar untuk berbagai sektor lain di Indonesia, terutama ekonomi.

Menilik fakta tersebut, dapat dipastikan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu hal yang sangat rentan terhadap perubahan atau krisis iklim, mengingat dampak dari fenomena tersebut telah terbukti secara nyata memunculkan beberapa kondisi yang sangat memengaruhi kondisi di lapangan, seperti cuaca ekstrem, kenaikan suhu permukaan laut (El Niño), perubahan ekstrem arus bawah laut yang memengaruhi penyebaran ikan, dan masih banyak lagi.

Namun sama halnya seperti dampak perubahan iklim yang menciptakan kondisi ketimpangan alam antara suatu wilayah dengan wilayah lain, hal serupa nyatanya juga terjadi di sektor perikanan.

Dalam arti kata, jika beberapa wilayah lautan di berbagai negara mengalami penurunan produksi atau hasil tangkapan ikan. Faktanya, saat ini di Indonesia justru hasil tangkapan ikan sedang mengalami peningkatan terutama di beberapa wilayah tertentu.

Namun apakah kondisi tersebut seutuhnya menunjukkan tidak ada dampak berarti bagi sektor perikanan di tanah air? Atau mungkin dampak tersebut sebenarnya belum terlalu terasa?

Menjawab pertanyaan tersebut, Good News From Indonesia (GNFI) memiliki kesempatan untuk berbincang dengan Andre James Oscar Sumual, selaku Komisaris dari PT Perikanan Nusantara (Perinus) guna mengetahui kondisi terkini sektor perikanan dan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan terkait dampak permasalahan iklim.

Berikut hal yang diungkap Andre kepada GNFI.

Perubahan Iklim Dunia Serta Dampaknya Terhadap Populasi Hiu dan Pari

Bagaimana kondisi sektor perikanan secara umum di Indonesia saat ini?

Kalau dari kondisi secara umum tentu sebenarnya saya harus mengacu kepada data yang dimiliki oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Kalau dilihat dari data KKP sendiri di kuartal II 2021 ini ada peningkatan positif, bahwa naik 9,96 persen atau hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jadi secara keseluruhan positif, meski persentase tersebut tidak hanya bicara soal hasil tangkap yang langsung dari laut, karena kalau dari KKP kan ada budidaya dan lain sebagainya. Tapi kalau dilihat secara umum ada pertumbuhan positif, jadi masih baik.

Seperti apa pengaruh perubahan iklim untuk sektor perikanan di Indonesia?

Hasil tangkapan nelayan kan memang sangat bergantung kepada cuaca, menurut pengalaman dan apa yang diungkap oleh para nelayan di lapangan memang belakangan ini sangat berbeda kalau bicara soal pengaruh cuaca.

Kalau dulu cuacanya itu tetap, tangkapan dari bulan sekian sampai bulan sekian. Sekarang agak-agak berubah tentunya karena pengaruh perubahan iklim ini.

Tapi memang isu iklim ini kan sangat berpengaruh khususnya di Indonesia, bukan hanya sebatas kenaikan permukaan dan suhu air laut, tapi juga La Niña (fase dingin suhu air laut), perubahan tekanan angin, perubahan arus laut, dan lain-lain.

Salah satu contoh yang sangat berpengaruh misalnya perubahan arus yang memengaruhi jalur ikan secara keseluruhan. Kalau di Indonesia kita liat ikan itu kan lebih banyak memang di Indonesia bagian timur, kondisi nyata bisa dilihat dulunya mungkin populasi ikan katakanlah ada di jalur A tapi karena perubahan arus yang sangat tinggi akibat perubahan iklim sekarang sudah berpindah jalur ke wilayah jauh lainnya.

Hal itu kan yang menjadi kesulitan tersendiri bagi para nelayan yang sudah biasa melakukan pencarian ikan pada wilayah tertentu, tapi ternyata populasi ikan di wilayah yang bersangkutan sudah tidak ada.

Cerita Data: Mewujudkan Kegiatan Perikanan Laut Berkelanjutan

Apakah ada upaya yang dilakukan oleh para nelayan di bawah naungan Perinus menyikapi kendala tersebut?

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah nelayan ikut berpindah menyusuri jalur ikan yang baru, tapi kalau dilakukan secara konvensional oleh para nelayan tradisional itu kan sedikit membutuhkan penyesuaian, jadi solusi yang paling utama ya para nelayan harus mau beradaptasi dengan penggunaan teknologi apapun itu yang dapat memudahkan mereka untuk mengetahui situasi yang sebenarnya dari kondisi dan keberadaan ikan di lautan.

Bicara soal budidaya, itu juga jadi salah satu hal yang bisa dilakukan kalau memang di suatu wilayah tertentu para nelayan menghadapi penurunan hasil tangkapan. Karena kalau budidaya kan kita tidak terpengaruh dengan arus laut dan lain-lain, bahkan sudah ada teknologi lebih mumpuni yang bisa meningkatkan perikanan itu baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Apa ada program atau upaya khusus untuk memecahkan kendala yang dihadapi oleh para nelayan?

Kalau soal upaya seperti penggunaan teknologi atau budidaya tertentu pasti ada, tapi sebenarnya itu kan sudah pasti regulator yang melaksanakan dan menjalankan programnya dari KKP, sebagai pihak yang secara keseluruhan berwenang akan hal tersebut.

Adakah wilayah tertentu yang memiliki hasil perikanan paling melimpah dan sebaliknya, terkait perubahan situasi alam akibat permasalahan iklim?

Daerah penghasil ikan di Indonesia tak dimungkiri memang lebih besar di bagian timur, tapi tidak menafikan bagian barat. Tetap semua wilayah perairan kita itu kan punya potensi hasil lautnya masing-masing.

Tapi pada dasarnya hasil tangkap yang paling bagus dalam hal ini di bagian timur, kalau sudah memasuki bulan-bulan “ber-ber” yang awalnya identik dengan musim hujan, yaitu September sampai dengan Desember, pada bulan-bulan itu lebih baik daripada bulan-bulan sebelumnya.

Tapi seperti yang disebutkan tadi, perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan juga membuat hasil tangkapan ikan para nelayan terutama yang masih merupakan nelayan tradisional tidak bisa diprediksi.

Langkah apa yang dilakukan Perinus kedepannya dalam mempertahankan sektor perikanan di Indonesia?

Kedepannya industri perikanan yang dimiliki negara dalam hal ini BUMN itu kan ada dua PT Perinus dan Perum Perindo (Perikanan Indonesia), nah kedepannya dua instansi ini akan bergabung menjadi PT Perikanan Indonesia.

Langkah ini diambil dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja di industri perikanan mulai dari hulu ke hilir. Karena Perindo ini kan mereka juga punya cakupan yang lumayan luas di wilayah Barat, sehingga sektor Perikanan kedepannya bisa dijangkau lebih luas dan ditelaah bersama-sama berbagai kondisi atau tantangan yang dihadapi oleh berbagai pihak di industri perikanan, terutama tantangan soal perubahan iklim yang terjadi ini.

Teknologi Digital Mulai Digunakan untuk Perikanan Budidaya Nasional

Bagaimana para pelaku di industri perikanan menanggapi permasalahan iklim yang terjadi, dan hal apa yang sebaiknya dilakukan?

Selain penanggulangan, ada baiknya kita melihat dan memanfaatkan sisi lain yang sebenarnya terjadi akibat dari adanya permasalahan iklim. Karena di Indonesia sendiri kenyataannya ada beberapa wilayah perairan yang justru mengalami kenaikan hasil tangkap.

Meskipun ada kenaikan suhu air laut, namun panas tersebut diserap oleh fitoplankton yang kenyataannya memang melakukan fotosintesis dan menghasilkan sumber energi yang menghidupkan seluruh fungsi ekosistem laut.

Kondisi tersebut yang nyatanya menghadirkan peningkatan hasil tangkap ikan di Bali. Sehingga jika diteliti, kita harus melihat perubahan iklim itu sebagai sesuatu yang harus dihadapi dengan beradaptasi, kita harus adaptif dengan berbagai cara seperti penggunaan teknologi, kalau kendalanya pemenuhan hasil perikanan yang berkurang upaya budidaya yang selama ini dilakukan sebenarnya sudah tepat.

Karena kalau bicara soal perubahan bumi itu kan dari zaman dulu sampai sekarang ya selalu berubah, kita yang harus menyesuaikan.

Teknologi Digital Mulai Digunakan untuk Perikanan Budidaya Nasional

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini