Kisah Tessy Srimulat, Mantan Marinir yang Pernah Terjun pada Operasi Trikora Irian Barat

Kisah Tessy Srimulat, Mantan Marinir yang Pernah Terjun pada Operasi Trikora Irian Barat
info gambar utama

Tessy Srimulat populer sebagai pemeran pria kemayu saat tergabung dalam grup lawak Srimulat. Penampilannya dengan karakter kebanci-bancian sering mengundang gelak tawa.

Gayanya yang khas dikenal publik dengan celetukan-celetukannya yang membuat penonton tergelitik setiap melihat aksinya di atas panggung. Bagi segelintir orang yang baru mengenalnya, mungkin akan mengira bahwa Tessy memang terlahir dengan darah seni yang tinggi.

Padahal, pria dengan nama asli Kabul Basuki ini pernah menjadi seorang tentara. Tepatnya pada tahun 1961-1963, Tessy pernah bergabung dengan prajurit Korps Komando (KKO) Angkatan Laut yang sekarang bernama Korps Marinir.

"Karena saya anak tunggal, saya mendaftarkan anggota tanpa sepengetahuan siapa pun juga, saya curi-curi. Dahulu itu, Korps Komando Operasi, masa dinas 2,5 tahun tahun 1961 sampai pertengahan 1963 sempat ditugasi di Irian," cerita Tessy yang dinukil dari Insert, Selasa (5/10/2021).

Dono Warkop: Komedian, Dosen Hingga Aktivis Peristiwa Malari dan Trisakti

Sebagai seorang prajurit KKO Marinir, Tessy memang pernah ikut terjun ke medan perang. Salah satunya adalah saat Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) Pembebasan Irian Barat. Pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan Trikora. Dirinya berambisi merebut Irian Barat dari pendudukan penjajah.

Saat itu pasukan TNI mengirimkan pasukan untuk memenuhi ambisi politik Soekarno. Tessy yang saat itu sebagai prajurit KKO Marinir ikut dalam Operasi Trikora tersebut. Menurut pengakuan Tessy, dirinya diterjunkan dari pesawat ke Manokwari pada pukul 02.00 dinihari. Di dalam pedalaman Papua, Tessy dan pasukannya berperang melawan Belanda.

Selama berada di tanah Papua selama 1,5 tahun, Tessy tidak pernah mengalami suka. "Bicara suka duka, ga ada sukanya," ujar Tessy, dalam kanal YouTube Jarwo Kwat Channel, Selasa (5/10).

Tessy mengaku bersyukur masih bisa pulang dengan selamat setelah operasi Trikora. Pasalnya selama perang di Irian Barat, banyak rekannya yang gugur. Dirinya juga hampir terlibat dalam pertempuran di Laut Aru, Maluku di tahun 1962. Pertempuran ini merupakan salah satu yang paling dahsyat dan dikenang oleh masyarakat Indonesia.

KRI Macan Tutul yang ditumpangi Komodor Yos Sudarso ditembak kapal perang Belanda. Di pertempuran Aru itu, Indonesia harus kehilangan salah satu perwira terbaiknya yaitu Komodor Yos Sudarso.

Menurut Tessy, dirinya hampir saja menjadi prajurit yang ikut di KRI Macan Tutul sebelum pertempuran terjadi. Namun saat itu, dirinya mengaku datang terlambat tiga menit sehingga ditinggal berlayar oleh KRI Macan Tutul.

"Kalau ga salah terlambat 3 menit ikut di kapalnya Yos Sudarso," kenang Tessy.

Banting setir menjadi pelawak

Akan tetapi, Tessy terpaksa meninggalkan seragam militernya lebih cepat, lantaran ibundanya memberinya dua pilihan yang kemudian membukanya jalan di dunia komedian.

"Ibu saya pesan, jadi waktu pulang saya membanggakan diri pakai seragam. Ibu saya waktu itu di sawah terus dipanggil pulang, terus saya tidak berani masuk sampai ibu saya manggil saya baru saya masuk, ibu saya bilang begini 'kamu sayang orang tua apa sayang kerjaan?' begitu," kisahnya.

Tessy lantas bergabung dengan Srimulat Surabaya pada 1979, sebuah grup lawak yang sudah eksis pada dekade 50-an. Pada zaman itu, grup lawak kerap berpindah tempat dari satu kota ke kota lain, atau dari satu pasar malam ke pasar malam lain.

Karena pilihan karier ini, Tessy bahkan harus membawa istri, Sri Handayani serta anaknya untuk ikut pergi bekerja bersamanya. Hal ini dirinya lakukan selama puluhan tahun lamanya.

"Aku tuh sengsara 10 tahun kan tobong (tempat pertunjukkan yang dibuat dari bambu) sana sini. Mas Tessy gendong anak, aku juga terus waktu itu bayaran cuman bisa sekali makan sedihnya pas aku masak terus tinggal nyuci selesai lihat makanan dihabisin Mas Tessy ya nangis aku. Cinta banget, kalau nggak cinta ya aku tinggal dia," cerita Sri Handayani mengenang saat susahnya bersama Tessy.

Tessy mengatakan inspirasi nama panggung yang dipakainya hingga kini berasal dari putri sulungnya, Tessy Wahyuni Riwayati Hartatik. Lebih lanjut, dirinya menceritakan awal mula dia mendapat peran sebagai seorang wanita hingga dikenal dengan sosok pria kemayu.

Cara Abadi Mentertawakan Kehidupan Ala Warkop DKI

"Dahulu saya pikir karakter apa ya yang belum ada dan mungkin ini dari Allah, saya tiba-tiba disuruh jadi hansip padahal kalau di srimulat itu hansipnya almarhum Abimanyu. 'Wah ini benar-benar akan hancur' gitu batin saya pas itu. Terus, saya make up perempuan tanpa sepengetahuan siapa pun termasuk pimpinan sama sutradara saya saat itu," tuturnya.

Ternyata nama dan karakter pria kemayu ini membawa hoki baginya, lawakannya tak lagi sekadar hiburan lokal, tetapi beranjak jadi hiburan nasional. Ke mana pun Srimulat tampil, Tessy selalu menyertai. Tak jarang, ia jadi bintang utama dan selalu ditunggu oleh banyak penggemarnya.

Tetapi ketenaran Tessy membuat anaknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari temannya. Bahkan karena perlakuan itu, anaknya sempat tidak ingin masuk sekolah.

"Katanya diledekin kalau bapaknya banci. Terus dikasih tahu sama omnya pelan-pelan ya alhamdulillah sampai dia lulus sarjana," sambungnya.

Selain itu, Tessy menceritakan sempat dicekal oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dianggap karakternya sebagai transpuan bukan akting semata. Dirinya pun menyesalkan karena setelah pencekalannya, lebih banyak lagi artis yang berkarater sebagai transpuan.

"Karena pakai baju cewek, tetapi setelah dicekal tambah banyak (artis) yang lebih dari saya," ucap Tessy.

Mulai meredup

Era puncak popularitas Srimulat adalah saat mereka didapuk mengisi acara reguler di stasiun televisi TVRI pada pertengahan era 80-an. Namun sayangnya perjalanan karier Srimulat terus terkena hantaman angin badai.

Satu demi satu, Srimulat ditinggal wafat personel andalan. Mulai dari Basuki, Lesus, hingga yang terbaru Mamiek Prakoso. Dengan personel yang tersisa, bisa dibilang pamor grup lawak ini mulai turun. Hal ini juga ditambah persoalan regenerasi yang mandek menambah oleng kapal Srimulat.

Belum selesai, para pesohor Srimulat malah tersangkut kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) yang menjadi noda kotor pada kain indah grup lawak legendaris itu. Sebut saja Doyok dan Polo pernah ditangkap polisi pada 2000. Begitu juga Gogon ditangkap pada 2007, baru kemudian Tessy pada tahun 2014.

Kondisi ini memang imbas dari menurunnya pamor Srimulat, berulang kali Tessy mencoba bangkit, salah satunya adalah dengan membuat film. Tetapi ternyata belum bisa mengangkat pamornya, sehingga mentalnya makin down.

Mengenang Kasino, Pelawak Cerdas Sekaligus Pencinta Alam

Saat ditangkap oleh pihak berwajib, Tessy shock. Dia pun sempat berusaha bunuh diri dengan meminum cairan pembersih toilet. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan karena polisi langsung tanggap dan membawa Tessy ke Rumah Sakit. Karena usaha bunuh diri inilah, Tessy harus dirawat sampai ia benar-benar sembuh.

Setelah melewati proses hukum dan menjalani, Tessy kini terbebas dari pengaruh narkoba. Ada yang menyebut kalau Tessy sempat jatuh miskin dan bangkrut, namun dia membantah berita tersebut.

Kini dirinya sudah memulai untuk menjalani hidup sehat. Melihat maraknya kasus narkoba yang saat ini menjerat para artis, Tessy mengenang kembali masa-masa ketika dirinya terjebak dalam barang terlarang tersebut.

"Kalau kita bicara narkoba capek tidak ada habisnya. Tidak kapok-kapok. Bukannya saya munafik ya, saya sendiri mengalami. Tapi mengapa kok masih ada aja. Tidak tobat-tobat," lanjut Tessy.

Tessy berpesan kepada rekan sesama artis untuk berhenti menggunakan narkoba mencari nama bukanlah hal mudah untuk karier di bidang entertainment, jangan sampai apa yang sudah dicapai rusak karena terjerumus narkoba.

"Kamu berkarier cari nama susah. Kerja sekarang itu susah. Kamu udah dapat kerjaan enak kamu justru malah buat permasalahan. Udahlah stop aja. Tutup buku," pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini