Tahun 2022 Bandara Soekarno-Hatta Gunakan Teknologi Pengenal Wajah

Tahun 2022 Bandara Soekarno-Hatta Gunakan Teknologi Pengenal Wajah
info gambar utama

Guna mempermudah proses keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, saat ini PT Angkasa Pura II (Persero) tengah menyiapkan sistem pengenalan wajah (face recognition) dengan teknologi biometrik bagi penumpang pesawat.

Sistem tersebut akan diterapkan secara menyeluruh di Bandara Soekarno-Hatta pada Januari 2020 dan secara bertahap akan diimplementasikan di bandara-bandara lain yang dikelola AP II.

Menukil laman resmi Angkasa Pura II, President Director of AP II Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa sistem face recognition ini menjadi bagian dari implementasi transformasi digital yang memang telah dijalankan pihak AP II sejak 2016.

“Penggunaan face recognition yang tengah disiapkan ini merupakan salah satu program AP II dalam melakukan digitalisasi secara masif di aspek pelayanan, keamanan, dan operasional bandara.”

Pada tahap awal, sistem face recognition akan tersedia di Security Check Point 2 (SCP 2) Terminal 3 Keberangkatan Domestik Bandara Soekarno-Hatta. Seperti yang kita ketahui bahwa SCP 2 merupakan titik pemeriksaan keamanan yang dilewati para penumpang sebelum menuju boarding lounge untuk menunggu naik ke dalam pesawat.

Sejajar dengan Changi, Bandara Soetta Raih Predikat Bandara Teraman di Asia Tenggara 2021

Penumpang segera rasakan pengalaman baru di bandara

Face recognition | Dokumentasi Angkasa Pura II
info gambar

Sistem terbaru ini tak hanya memudahkan penumpang karena tak lagi harus menunjukkan dokumen fisik, tetapi juga meningkatkan pengalaman digitalisasi di bandara-bandara AP II. Awaluddin mengatakan bahwa calon penumpang pesawat nantinya bisa merasakan seamless journey experience.

Dengan adanya digitalisasi, penumpang pesawat di bandara AP II pun akan merasakan langsung pengalaman baru yang disebut New Experience through (X) Technology Airport 4.0 atau NEXT Airport 4.0. Cara ini juga dilakukan demi meningkatkan sektor kebandarudaraan nasional ke level yang lebih tinggi lagi sejalan dengan global best practice.

Untuk saat ini, layanan sistem pengenalan wajah masih dalam tahap uji coba dan sedang dalam proses verifikasi oleh Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan. Verifikasi tersebut dilakukan guna memastikan semua prosesnya memenuhi aspek keamanan penerbangan.

Developer Indonesia Bawa Visual Bandara Soekarno-Hatta ke Peta Video Game X-Plane

Didukung aplikasi Travelin

Untuk penerapan sistem face recognition ini didukung oleh aplikasi Travelin yang juga milik AP II. Aplikasi tersebut kini sudah tersedia baik di iOs maupun Android.

Kata Chief Project Business Digital Airport AP II Wahyu Cahyadi, nantinya calon penumpang bisa mengunduh aplikasi Travelin dan registrasi dengan memasukkan data diri yang akan divalidasi oleh pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Setelah itu, calon penumpang juga akan mendapatkan Travelin Pass yang tervalidasi oleh aplikasi Peduli Lindungi.

Di dalam aplikasi tersebut, calon penumpang juga diminta untuk melakukan registrasi AirportID, lalu pilih Create my Trip. Seluruh data yang telah diinput dan divalidasi akan dikirimkan ke sistem autogate untuk face recognition di SCP 2 Terminal 3 Keberangkatan Domestik.

“Di pintu autogate, tambah dia, calon penumpang melakukan face recognition. Terbukanya pintu autogate akan didasari dari sejumlah aspek, yang utama adalah face recognition, Travelin Pass yang tervalidasi, suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, dan calon penumpang memiliki dokumen perjalanan tervalidasi,” jelas Wahyu.

Wahyu menambahkan bila ada seseorang yang menggunakan akun Travelin Pass orang lain, perlu diketahui bahwa pintu autogate juga tidak akan terbuka karena terdeteksi tidak sesuai dengan face recognition.

Bandara Soekarno-Hatta bukan yang pertama

Nama Bandara Soekarno-Hatta bukanlah bandara pertama di Indonesia yang menerapkan sistem face recognition, sebab metode serupa sudah pernah dilakukan di Bandara Internasional Banyuwangi sejak Maret 2020 lalu. Sistem tersebut diterapkan untuk otomatisasi alur penumpang sekaligus menjamin keamanan pernerbangan.

Menurut penjelasan Awaluddin, seperti dikutip Bisnis.com, Bandara Banyuwangi menjadi yang pertama di Indonesia dalam penggunaan face recognition berteknologi biometrik. Banyuwangi memang terpilih sebagai pilot project dari teknologi tersebut sebelum ke depannya akan juga dilakukan di bandara-bandara AP II lain.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini