Riwayat Fitur Video dan Jejak Pengguna Instagram di Indonesia

Riwayat Fitur Video dan Jejak Pengguna Instagram di Indonesia
info gambar utama

Menjadi salah satu jejaring media sosial terlaris saat ini, bukan hal yang berlebihan jika Instagram dianggap sebagai salah satu platform dunia maya yang paling diandalkan oleh hampir seluruh kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dapat dikatakan sebagai platform media sosial yang menawarkan konsep berbeda pada awal kemunculannya, jika pada kisaran tahun 2000-an terdapat YouTube yang berfokus menghadirkan konten dalam bentuk video, dan Facebook dengan fokus untuk menghubungkan setiap orang yang terhalang dengan jarak, Instagram di akhir dekade tersebut memberikan wajah baru dari wujud jejaring sosial dengan fokus yang mengedepankan visual berupa foto yang dapat dibagikan antar sesama pengguna.

Kesuksesan Instagram ternyata membuat Facebook tertarik untuk mengakuisisi platform satu ini dan pada akhirnya membuat sang pendiri yaitu Kevin Systrom, sepakat untuk membuat teknologi rancangannya berada di bawah naungan perusahaan yang saat ini telah berganti nama menjadi Meta tersebut.

Siapa sangka, sejak bergabung dengan Meta di tahun 2012, Instagram telah berhasil melakukan pengembangan yang signifikan dalam hal penyuguhan fitur untuk membagikan konten secara lebih luas, di mana tidak hanya dalam bentuk foto melainkan juga video yang mengukuhkan posisinya dalam jajaran media sosial terpopuler di dunia.

Mulai dari fitur video pendek, Story, IGTV, hingga Reels, perusahaan yang ditinggalkan oleh pendiri aslinya sejak tahun 2018 tersebut baru-baru ini membawa kabar baru berupa langkah untuk menyatukan fitur video pendek dan IGTV menjadi Reels.

Pasar Video Streaming di Indonesia yang Kian Moncer

Peleburan video pendek dan IGTV

Peleburan video pendek dan IGTV menjadi Reels
info gambar

Satu hal yang perlu digarisbawahi, peleburan fitur video pendek dan IGTV menjadi Reels nyatanya baru sebatas tahap uji coba dan belum menjadi keputusan final.

Bicara lebih detail mengenai penggabungan kedua konten tersebut yang secara seragam akan diubah menjadi format Reels, hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah pengguna dan kreator konten untuk membuat serta menemukan konten video pendek di Instagram.

Mengutip Kompas.com, berdasarkan keterangan Pieter Lydian selaku Country Director Meta Indonesia dalam konferensi pers bertajuk ‘Gerakan Reels’ yang berlangsung pada hari Rabu (17/11/2021), dijelaskan bahwa format video singkat yang nantinya akan secara otomatis diubah menjadi konten Reels adalah video feed dan IGTV yang durasinya kurang dari 15 menit.

"Bila lebih dari 15 menit, video akan tetap dalam format IGTV," jelas Peter.

“Dengan peleburan ini, mereka tidak perlu repot dan bingung lagi memutuskan, apakah harus membuat Reels atau video feed, atau IGTV.” tambahnya.

Nantinya, video feed dan IGTV yang sudah dipublikasi oleh setiap pengguna akan muncul di tab Reels. Namun yang perlu diperhatikan, bukan berarti durasi bawaan dari fitur Reels akan ikut berubah menjadi 15 menit.

Dijelaskan bahwa apabila pengguna membuat konten Reels dengan menggunakan fitur Reels Camera, maka durasi yang tersedia tetap berada di kisaran 60 detik atau satu menit.

Namun di balik kabar ini, menariknya Instagram ternyata menjadikan Indonesia sebagai negara yang pertama kali merasakan pembaruan tersebut. Apa alasannya?

Tak Disangka! Kota di Indonesia Ini Jadi yang Paling Populer di Instagram Stories

Data pengguna Instagram dan tren video pendek di Indonesia

Jika melihat berdasarkan data pengguna, ternyata memang ada beberapa hal yang diyakini menjadi alasan kuat bagi Instagram untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang pertama kali merasakan peleburan video pendek dan IGTV menjadi Reels.

Menurut data yang dipublikasi oleh Statista, per bulan Juli 2021 diketahui bahwa Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai negara dengan pengguna Instagram terbanyak di dunia, yaitu mencapai angka 93 juta pengguna.

Peringkat 10 negara dengan pengguna Instagram terbanyak di dunia | tangkapan layar Statista
info gambar

Angka tersebut menyusul India yang berada di posisi pertama dengan 180 juta pengguna, Amerika Serikat di posisi kedua dengan 170 juta pengguna, dan Brazil yang memiliki sebanyak 110 juta pengguna di posisi ketiga.

Sementara itu jika bicara lebih detail mengenai karakteristik pengguna, NapoleonCat mencatatkan bahwa per bulan Oktober 2021 mayoritas atau lebih tepatnya sebanyak 53,2 persen pengguna Instagram di tanah air rupanya didominasi oleh kaum perempuan, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 46,8 persen adalah laki-laki.

Di saat yang bersamaan dari segi usia, pengguna Instagram tanah air rupanya didominasi oleh mereka yang berada di kalangan generasi muda atau kekinian lebih umum disebut sebagai kalangan milenial dengan rentang usia 18-24 dan 25-34 tahun, dengan kisaran 69,4 persen dari sebanyak 91 juta pengguna Instagram di Indonesia.

Data di atas nyatanya berhubungan dengan fakta bahwa pengguna Instagram yang berada pada kisaran usia tersebut, telah memberi pengaruh besar dari adanya pergeseran atau perubahan konten video pendek yang sejak beberapa tahun terakhir kian populer.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Mobvista, dalam sebuah acara diskusi bertajuk ‘Revolusi Video’ yang berlangsung pada tahun 2019. Di mana ditemukan fakta bahwa sebanyak 62 persen orang Indonesia ternyata lebih memilih menggunakan fitur Story untuk menjelajahi konten, dibanding menjelajah konten menggunakan reguler Instagram feed yang hanya dilakukan oleh sebanyak 38 persen pengguna.

Tentu, situasi tersebut sekiranya berubah semenjak Instagram menghadirkan fitur Reels. Meski sudah lebih dulu hadir di negara lain, kenyataannya Indonesia memang baru merasakan fitur satu ini di pertengahan tahun 2021.

Namun siapa sangka, pertumbuhan pesat Reels di tanah air pada akhirnya menuntun pihak Instagram dalam melakukan uji coba meleburkan video pendek dan IGTV di Indonesia menjadi satu konten dalam format video.

Hal tersebut dipertegas oleh Putri Silalahi, selaku Communication Manager Instagram Asia Pasifik.

"Uji coba ini hanya dilakukan di Indonesia dan Jepang karena melihat angka pertumbuhan Reels yang bergerak dengan cepat," pungkas Putri.

Inilah Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak, Indonesia Nomor Berapa?

Perkembangan fitur video Instagram

Story dan Reels, salah dua perkembangan fitur video Instagram
info gambar

Sedikit kilas balik mengenai fitur video yang dimiliki Instagram, jika ditelurusi perkembangan video di platform satu ini memang baru dimulai pada tahun 2013 yang diawali dengan fitur berupa publikasi video dalam format square atau 1:1 di bagian feed.

Konsisten melakukan inovasi dan menyesuaikan dengan perilaku penggunanya, Instagram memang terus melakukan penyesuaian dalam hal penyediaan fitur agar publikasi konten video di platform mereka dapat lebih beragam dan tak kalah saing dengan berbagai platform jejaring sosial lain yang hadir dengan sejumlah ide-ide baru.

Menariknya, setiap fitur video baru yang dihadirkan Instagram sejak dulu hingga saat ini ternyata kerap dianggap oleh para pengguna sebagai bentuk ‘copy paste’ dari fitur yang dimiliki oleh sejumlah platform jejaring sosial lainnya yang berbasis video.

Sebagai contoh, pada tahun 2016 Instagram untuk pertama kalinya menghadirkan fitur Story yang kala itu ternyata menjadi sebuah perubahan besar dan sukses serta tetap populer hingga saat ini.

Meski banyak mendapat sambutan baik, tak sedikit pihak yang menilai bahwa fitur tersebut merupakan bentuk duplikasi dari fitur utama yang dimiliki oleh jejaring sosial Snapchat yang populer di kisaran tahun 2014-2015.

Bukan tanpa alasan, anggapan tersebut muncul karena format fitur yang dihadirkan hampir seutuhnya sama, yaitu berupa format video pendek vertikal berdurasi 15 detik yang dapat dikreasikan dengan berbagai sub-fitur layaknya stiker, musik, poling, kuis, dan lain-lain.

Dua tahun berselang tepatnya di tahun 2018, Instagram setidaknya melakukan inovasi kembali dengan menghadirkan IGTV sebagai fitur yang dapat digunakan oleh pengguna jika ingin mengunggah konten video berdurasi cukup panjang.

Meskipun jika ditelusuri, fitur IGTV nyatanya membuat konten video yang sebelumnya hanya dapat tayang di YouTube pada akhirnya juga dapat dengan mudah disaksikan pada platform satu ini jika para konten kreator ingin membagikannya.

Belum berhenti sampai di situ, kesuksesan besar jejaring sosial untuk konten video berdurasi pendek lainnya yaitu TikTok ternyata membuat Instagram kembali melakukan hal serupa lewat fitur Reels yang saat ini populer.

Terlebih dulu melakukan perilisan secara bertahap di beberapa negara pada tahun 2020, kini fitur tersebut sudah tersedia secara global dan keberadaannya dapat dikatakan bersaing dengan TikTok sendiri.

Sama halnya seperti Snapchat, konsep yang dihadirkan oleh Reels dalam menduplikasi TikTok pun dapat dikatakan serupa, mulai dari opsi durasi yang tersedia dalam tiga pilihan yaitu 15 detik, 30 detik, dan satu menit, hingga beragam fitur editing yang dapat dilakukan secara langsung lewat platform yang bersangkutan.

Namun terlepas dari berbagai pandangan mengenai metode copy paste yang dilakukan oleh Instagram dalam bersaing dengan berbagai jejaring sosial lain, setidaknya hal tersebut yang membuat Instagram masih terus bertahan hingga saat ini dengan mampu mengikuti perkembangan dan perubahan perilaku yang dimiliki oleh para penggunanya.

Yang menjadi pertanyaan, apakah Instagram akan terus menggunakan metode kehadiran duplikasi fitur yang sama apabila kedepannya muncul kembali jejaring sosial yang membawa inovasi baru?

Hari Media Sosial, Seperti Apa Cerminan Warganet Indonesia?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini