Data Center AWS di Indonesia Resmi Beroperasi, Diproyeksi Ciptakan 24.700 Lapangan Kerja

Data Center AWS di Indonesia Resmi Beroperasi, Diproyeksi Ciptakan 24.700 Lapangan Kerja
info gambar utama

Kehadiran sistem dan berbagai kemajuan digitalisasi sejatinya tidak akan berjalan dengan sempurna tanpa adanya data center (pusat data).

Sebagaimana yang selama ini kita tahu, data center sangat berperan penting sebagai fasilitas yang digunakan untuk menempatkan beberapa kumpulan server atau sistem komputer dan sistem penyimpanan data yang dikondisikan sedemikian rupa dengan pengaturan catu daya, pengatur udara, pencegah bahaya kebakaran, bahkan lazimnya dilengkapi pula dengan sistem pengamanan fisik.

Semakin tinggi kualitas dan dukungan infrastruktur data center yang kuat, maka semakin tinggi pula kelancaran berbagai aspek kebutuhan yang menjalankan prinsip digitalisasi.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang sejak beberapa tahun terakhir gencar menggaungkan gerakan transformasi digital di saat yang bersamaan tentu tidak meluputkan perhatian akan hal satu ini.

Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, maupun sejumlah perusahaan nasional yang bergerak di bidang serupa kian gencar melakukan pengadaan fasilitas berupa data center yang memadai.

Kabar baiknya, tidak hanya digencarkan secara nasional, beruntungnya Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga memiliki keistimewaan dengan mendapat dukungan pembangunan fasilitas data center dari berbagai perusahaan teknologi dunia, yang memang sudah memiliki kapabilitas tinggi dalam bidang satu ini, sebut saja Google, Microsoft, Alibaba, dan terakhir yang baru-baru ini meresmikan operasional data center pertamanya di Indonesia, yakni Amazon Web Services (AWS).

Tidak Jadi di Malaysia, Amazon Resmi Bangun Data Center di Jawa Barat

Peresmian AWS region Indonesia

Pada hari Rabu (15/12/2021), AWS secara resmi mengumumkan peresmian atas operasional data center yang telah mereka bangun di Indonesia sebagai AWS Asia Pacific Jakarta Region.

Dalam siaran tertulis yang dipublikasi, AWS memastikan jika berbagai pihak layaknya para pengembang, startup, wirausahawan, perusahaan-perusahaan berskala besar, pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi-organisasi nirlaba dapat menjalankan sistem pelayanan digital mereka untuk para pelanggan dari kumpulan beberapa pusat data yang telah dihadirkan dan berlokasi di Indonesia.

“Organisasi-organisasi dari berbagai industri di Indonesia saat ini dapat mengambil keuntungan dari kehadiran AWS Asia Pacific Jakarta Region seperti biaya yang lebih rendah, meningkatkan agilty, dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi,” jelas Prasad Kalyanaraman, selaku Vice President of Infrastructure Services AWS.

Sementara itu dalam keterangan terpisah, Daphne Chung, selaku Research Director, Cloud Services and Software Research dari IDC Asia Pacific menyampaikan, teknologi cloud sebagai keberlanjutan dari data center adalah komponen yang wajib dimiliki lingkungan IT modern.

Terlebih, investasi pada teknologi satu ini kian didorong situasi pandemi serta kebutuhan organisasi untuk mengakselerasi perjalanan transformasi digitalnya untuk menyesuaikan diri dengan lanskap yang terus berubah-ubah.

Hal tersebut sejalan dengan survei IDC yang menemukan fakta bahwa 92 persen organisasi di Indonesia berharap dapat meningkatkan anggaran cloud-nya masing-masing.

“Dengan Region AWS Asia-Pacific Jakarta yang baru ini, pelaku usaha dapat memiliki opsi untuk menyimpan data mereka di Indonesia sambil memanfaatkan infrastruktur global AWS dengan tujuan mengembangkan bisnisnya di kawasan maupun di dunia,” terang Daphne.

Telkom dan Kemkominfo Berlomba Bangun Data Center Mumpuni di Indonesia

Kontribusi ekonomi: PDB Rp155 triliun dan 24.700 lapangan kerja

Proyeksi Investasi AWS di Indonesia | Dok. AWS
info gambar

Sementara itu bukan hanya membawa pembangunan infrastuktur berupa data center, pada saat peresmian AWS juga merilis sebuah studi mengenai dampak berkelanjutan dari segi ekonomi yang dihadirkan berkat pembangunan fasilitas tersebut.

Secara detail, operasional AWS Asia Pacific Jakarta memiliki estimasi investasi sebesar 5 miliar dolar AS atau setara Rp71 triliun bagi perekonomian Indonesia selama 15 tahun ke depan, yang akan mencakup belanja modal untuk pembangunan data center, biaya operasional terkait dengan utilitas yang sedang berjalan dan biaya fasilitas, serta pembelian barang dan jasa dari pelaku bisnis regional.

Investasi tersebut juga akan menciptakan sebanyak 24.700 lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung setiap tahunnya selama kurun waktu tersebut. Adapun lapangan pekerjaan yang dimaksud akan menjadi bagian dari rantai pasokan AWS di Indonesia, seperti konstruksi, pemeliharaan fasilitas, teknik, telekomunikasi, serta pekerjaan-pekerjaan dalam perekonomian Indonesia yang lebih luas.

Tidak cukup sampai di situ, dalam kurun waktu yang sama, AWS Asia Pacific Jakarta juga diestimasi akan berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 10,9 miliar dolar AS atau setara Rp155 triliun.

Sebelum fasilitas data center terbaru ini diresmikan, kehadiran AWS dalam menghadirkan layanan dan operasionalnya di Indonesia sendiri sudah berjalan sejak tahun 2018, ketika AWS membuka kantor pelayanannya di Jakarta.

Sejak tahun tersebut hingga saat ini, AWS diketahui telah menghadirkan sejumlah komitmen dalam mendukung ekosistem teknologi dan digitalisasi di Indonesia lewat sejumlah program layaknya pemberdayaan ratusan ribu SDM di tanah air yang berasal dari berbagai latar belakang, dengan membekali mereka tentang kecakapan di bidang cloud pada tahun 2025 mendatang.

Dalam kurun waktu yang sama, AWS juga diketahui telah mendukung bisnis di Indonesia dengan membantu lebih dari 1.700 startup di tanah air dalam membangun dan meningkatkan skala bisnis mereka dengan menggunakan teknologi AWS.

Data Center Indonesia di Singapura Diresmikan

Pangsa pasar dan perusahaan Indonesia yang mengandalkan data center AWS

Hadir selama lebih dari 15 tahun, harus diakui bahwa AWS telah menjadi cloud computing yang paling komprehensif dan paling banyak digunakan dibanding sejumlah layanan serupa yang dihadirkan oleh perusahaan teknologi lainnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Statista, terlihat bahwa sejak Q4 2017 hingga Q3 2021 AWS memang telah mendominasi pangsa pasar layanan cloud computing dan data center secara global, dengan persentase rata-rata di atas 30 persen, lebih tinggi ketimbang layanan serupa yang dihadirkan IBM, Alibaba, Google, Microsoft, atau akumulasi dari layanan serupa yang dihadirkan sejumlah perusahaan lainnya.

Pangsa pasar layanan cloud computing secara global
info gambar

Dalam publikasi tersebut, dijelaskan bahwa AWS digunakan oleh banyak organisasi dunia karena menawarkan berbagai macam layanan yang disertai dengan peningkatan kelincahan bisnis, namun tetap mengedepankan prinsip aman dan andal.

Hingga saat ini, data center yang dimiliki AWS diketahui tersebar di sebanyak 84 Availability Zones (AZs) yang terdapat di 26 kawasan secara global, dan sedang dalam rencana penambahan fasilitas sebanyak 24 Availability Zones sekaligus mengembangkan delapan AWS Regions di Australia, India, Jepang, Spanyol, Swiss, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Mengenai pemanfaatanya di Indonesia sendiri, hingga saat ini diketahui hampir sebagian besar organisasi maupun perusahaan di tanah air--terutama yang bergerak di bidang teknologi, komunikasi, dan startup telah mengandalkan data center milik AWS dalam menjalankan operasional digitalisasi bisnisnya.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilatar belakangi dengan berbagai kemajuan teknologi yang telah dimiliki dan dihadirkan. Salah satunya pada bulan Maret 2021 lalu, AWS meluncurkan lokasi edge Amazon CloudFront pertamanya di Indonesia, yang menawarkan latensi hingga 30 persen lebih rendah kepada pelanggan di tanah air.

Amazon CloudFront sendiri merupakan jaringan pengiriman konten (CDN) yang diklaim sangat aman dan dapat diprogram untuk mempercepat pengiriman data, video, aplikasi, dan API ke pengguna di seluruh dunia dengan latensi rendah dan kecepatan transfer tinggi.

Adapun sederet pihak yang mengandalkan data center dari anak perusahaan Amazon ini sebut saja Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Bank Commonwealth Indonesia, FinAccel, Lion Air, dan MNC Group.

Sementara itu organisasi dari bidang perusahaan teknologi yang juga menggunakan layanan data center AWS di antaranya Halodoc, Tokopedia, Traveloka, Sayurbox, Sociolla, XL Axiata, dan masih banyak lagi.

Herman Widjaja, selaku Chief Technology Officer (CTO) Tokopedia menjadi salah satu pihak yang menyambut baik kehadiran AWS Asia Pacific Jakarta. Menurut pihaknya, kehadiran fasilitas ini akan membuat Tokopedia sebagai perusahaan eCommerce yang paling diandalkan di tanah air dapat semakin fokus dalam membangun dan memperkokoh kapabilitas-kapabilitas bisnis mereka.

“Penyedia layanan cloud, seperti AWS, membantu kami dalam memangkas beban dalam pengelolaan infrastruktur, sekaligus membuat kami bisa menjadi lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,” pungkasnya.

Layanan Data Center RI ini Kini Kelas Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini