Telkom dan Kemkominfo Berlomba Bangun Data Center Mumpuni di Indonesia

Telkom dan Kemkominfo Berlomba Bangun Data Center Mumpuni di Indonesia
info gambar utama

Data, satu kata sederhana tapi jika dipahami lebih dalam mengandung makna besar yang saat ini punya peran penting, terutama jika bicara kaitannya dengan era digitalisasi di mana semua aspek kehidupan sudah hampir sepenuhnya difasilitasi dengan teknologi.

Saking pentingnya, tak heran jika belakangan istilah data center, atau dikenal juga sebagai pusat data seringkali terdengar sebagai hal yang banyak diperbincangkan dan digadang-dagang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keberadaan data itu sendiri.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan data center?

Menilik dari namanya, data center atau pusat data adalah fasilitas untuk menempatkan sistem komputer, cadangan informasi, server website atau database, dan komponen terkait lainnya yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak dan umumnya berhubungan dengan sistem informasi dan telekomunikasi.

Berdasarkan keterangan yang dimuat pada laman Kominfo.go.id, awalnya keberadaan data center di Indonesia masih banyak dianggap sebagai bagian dari perusahaan telekomunikasi, namun seiring dengan era digitalisasi dan perkembangan teknologi yang semuanya serba mengandalkan data, bisnis data center justru menjadi peluang baru sebagai sumber daya yang menjanjikan dalam industri teknologi.

Baca juga Menggunakan Data Center Lokal Diklaim Lebih Aman dan Efisien

Industri teknologi yang dimainkan oleh berbagai raksasa teknologi dunia sudah pasti selangkah lebih maju dalam pengelolaan data center, sebut saja Amazon Web Service (AWS), Microsoft Azure, Google Cloud, Alibaba Cloud, IBM, dan masih banyak lagi.

Di sisi lain, Indonesia rupanya menjadi salah satu negara yang dilirik sebagai wilayah berpotensi untuk didirikan data center oleh berbagai perusahaan teknologi yang bermain di industri tersebut. Saat ini Google, Microsoft, dan Amazon menjadi raksasa teknologi yang sudah atau sedang dalam proses mendirikan data center di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, pada tahun 2018 Kemkominfo mengklaim bahwa Indonesia menjadi tempat pengembangan bisnis data center yang banyak dilirik oleh perusahaan teknologi dunia karena tingkat pengembalian modal investasi (ROIC) yang mencapai 11,6 persen, atau tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu tingkat ROIC hanya 9,5 persen di Singapura, sedang di Australia angka ROIC hanya 3,8 persen atau terendah karena mahalnya fasilitas di perkotaan. Berangkat dari hal tersebut, tidak heran jika di tahun-tahun selanjutnya semakin banyak pihak yang tertarik untuk membangun data center di Indonesia.

Baca juga Akhirnya, Dua Raksasa Teknologi Dunia ini akan Bangun Data Center di Indonesia

Tidak semata-mata hanya mengandalkan data center yang dimiliki dan dibangun oleh pihak luar, instansi pemerintah dan perusahaan berbasis teknologi di Indonesia nyatanya turut serta membangun pusat data berskala besar dan nasional yang tak kalah mumpuni untuk diandalkan dalam era digitalisasi di tanah air.

Telkom hadirkan data center terbesar di Indonesia

Salah satu perusahaan BUMN di tanah air, yaitu Telkom sejatinya memang bukan pemain baru di industri teknologi terutama keberadaan data center. Perusahaan ini bahkan sudah sejak lama mendeklarasikan diri sebagai perusahaan digital-telco terdepan di Indonesia.

Sejak tahun 2018, Telkom melalui anak perusahaannya yaitu Telkomsigma yang juga merupakan partner bisnis dari IBM sejatinya sudah dikenal sebagai pemain terbesar dalam industri bisnis data center berbasis komputasi awan (cloud computing), yang saat itu memiliki 100 pelanggan (klien) dan terus bertambah hingga saat ini.

Bahkan, sejak tahun 2015 Telkom menjadi perusahaan pertama yang mendapatkan sertifikasi bertaraf internasional (Uptime Sertifikasi Tier 3 dan Tier 4), serta Sertifikasi Uptime TCOS untuk Uptime Sertifikasi Operasional satu-satunya di Indonesia terkait bisnis data center yang dimiliki.

Baca juga Bersiaplah Menyambut Pusat Data Terbesar di Indonesia!

Terus membangun data center yang mumpuni, saat ini Telkom tercatat sudah memiliki sebanyak 26 data center yang terdiri dari 5 data center bertaraf internasional, 18 neuCentrIX serta 3 data center tier 3 dan 4.

Tidak cukup sampai di situ, terbaru perusahaan telekomunikasi ini mengumumkan keberadaan data center baru dan terbesar di Indonesia atau disebut juga sebagai HyperScale Data Center (HDC), yang pembangunannya sudah memasuki tahap akhir dan berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

HDC Telkom
info gambar

Pengumuman kehadiran data center terbesar ini kepada publik dilakukan bersamaan dengan proses penutupan atap (topping off) fasilitas terkait, oleh Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, didampingi Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko, dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono, Rabu (9/6/2021).

Sudah pasti, HDC yang dibangun Telkom kali ini juga memiliki fasilitas penunjang berskala internasional yang memungkinkan Telkom HDC menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha di berbagai sektor seperti keuangan, manufaktur, dan penyedia layanan komputasi awan, baik domestik maupun asing.

“Kami yakin keberadaan Telkom HyperScale Data Center dapat berdampak besar terhadap upaya meningkatkan jumlah korporasi yang go digital dan berdaya saing di era digital seperti sekarang. Hal ini juga meneguhkan posisi Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi dan penyedia layanan digital terdepan di Indonesia,” ujar Ririek dalam pidatonya di acara seremoni topping off HDC, yang dimuat dalam rilis resmi Telkom.

Baca juga Data Center Indonesia Ini Mendapat Penghargaan Terbaik Se-Asia

Kemkominfo bangun empat Pusat Data Nasional di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga tidak mau terlewat menghadirkan data center atau pusat data yang mumpuni di tanah air. Tak tanggung-tanggung, pada bulan April lalu Kemkominfo mengumumkan rencana pembangunan empat Pusat Data Nasional (PDN) di berbagai wilayah.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, keempat wilayah yang rencananya akan menjadi lokasi pembangunan PDN yaitu bertempat di Bekasi, Batam, Ibu Kota baru di Kalimantan Timur, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Terbaru, dalam Rapat Kerja Kemkominfo bersama Komisi I DPR-RI yang berlangsung di Senayan, Jakarta, pada hari Senin, (7/6), Menkominfo Johnny G. Plate mengungkap soal agenda pembangunan awal dua PDN sampai tahun 2024.

Baca juga Target Kemkominfo, dari 'Tol Langit' 5G hingga Tambah Ribuan BTS di 2024

PDN Kemkominfo
info gambar

Di tahun 2021, sejatinya sudah dilakukan pembangunan PDN pertama yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, dan penyediaan lahan untuk pembangunan PDN kedua yang berlokasi di calon Ibu Kota Negara (IKN) baru Kalimantan Timur, di mana untuk pembangunan sendiri rencananya akan dilakukan di tahun 2022.

Lebih jelas, dalam agenda yang dimiliki Kemkominfo diharapkan bahwa pada tahun 2023 PDN yang dibangun di dua lokasi tersebut mulai beroperasi secara parsial sebesar 30 persen, berlanjut di tahun 2024 masing-masing PDN diharapkan sudah mampu beroperasi secara parsial sebesar 75 persen untuk mendukung dan melayani sistem digitalisasi berbagai instansi Kementerian, lembaga, dan daerah di Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini