Proporsi Jumlah Konsumsi Bahan Bakar Kendaraan di Indonesia

Proporsi Jumlah Konsumsi Bahan Bakar Kendaraan di Indonesia
info gambar utama

Tengah hangat isu di masyarakat mengenai rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) premium dan pertalite secara bertahap mulai tahun 2022. Tujuannya ialah untuk mendorong penggunaan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan di seluruh daerah sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Peralihan bahan bakar dari premium menuju pertalite diperkirakan dapat mengurangi GRK sebesar 14 persen. Sementara peralihan dari pertalite ke pertamax sanggup mengurangi GRK sebesar 27 persen.

Rencana ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pada 31 Desember 2021 lalu, disebutkan dalam pasal 3 ayat 2 dan 3 bahwa premium merupakan jenis BBM Khusus Penugasan untuk didistribusikan di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan kata lain, BBM jenis premium akan tetap didistribusikan namun dalam jumlah pemakaian terbatas dan spesifik hanya untuk kendaraan khusus penugasan.

Rencananya akan ada badan pengatur yang bertugas untuk melakukan verifikasi kendaraan khusus penugasan yang dapat menggunakan BBM premium. Kemudian terdapat pula auditor yang akan melakukan pemeriksaan perhitungan volume bensin premium.

Soal Penghapusan BBM Pertalite dan Premium, Ini Tahapannya

Pertalite atau BBM RON 90 kini jadi andalan masyarakat Indonesia

Sejak beberapa tahun ke belakang, pemerintah secara serius menanggapi upaya peralihan distribusi bahan bakar secara bertahap menuju BBM yang lebih ramah lingkungan. Pertalite pun hadir sebagai alternatif pengganti premium yang memiliki kualitas lebih baik dan harga yang masih terjangkau.

Sejak distribusi perdana pertalite pada tahun 2015, masyarakat secara bertahap mulai beralih dari bahan bakar premium. Hal ini ditunjukkan melalui tren penggunaan pertalite yang melonjak beberapa tahun setelah didistribusikan pertama kali.

2010-2020
info gambar

Mengutip dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tercatat jumlah konsumsi BBM pertalite di Indonesia ialah sebanyak 18,1 juta kilo liter pada tahun 2020, sedikit turun dibandingkan tahun 2019 dengan jumlah 19,4 juta kilo liter yang merupakan raihan tertinggi konsumsi BBM pertalite di Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun.

Pendistribusian pertalite yang memiliki kadar research octane number (RON) 90 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan penggunaan premium sebagai bahan bakar utama pemilik kendaraan bermotor di Indonesia.

Di beberapa daerah sudah banyak SPBU yang tidak lagi menyediakan BBM premium. Hal ini yang kemudian juga mendorong peningkatan konsumsi BBM pertalite dalam jumlah signifikan selama beberapa tahun ke belakang.

Walaupun sudah mengalami penurunan yang signifikan, premium masih kerap menjadi andalan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, sebanyak 8,4 juta kilo liter premium digunakan oleh pemilik kendaraan bermotor di Indonesia. Masa kejayaan premium dalam 1 dekade terakhir ialah pada tahun 2014 dengan jumlah konsumsi sebanyak 28,8 juta kilo liter.

Pertamax atau sejenisnya menjadi pilihan BBM yang dianggap ramah lingkungan dengan kadar RON lebih tinggi dan bervariasi mulai dari 92, 95, 98, hingga 100. Penggunaan bahan bakar jenis ini pun juga menunjukkan tren peningkatan yang baik.

Sebanyak 4,0 juta kilo liter BBM dengan kadar RON 92 telah tersalurkan ke kendaraan bermotor sepanjang tahun 2020. Adapun pencapaian tertinggi konsumsi BBM pertamax dan tipe sejenisnya dengan RON 92 ialah sebanyak 6,2 juta kilo liter pada tahun 2017.

Meskipun tidak sepopuler BBM dengan kadar RON rendah, namun permintaan pasar terhadap BBM kategori pertamax turbo maupun sejenisnya dengan RON 95, 98, dan 100 cenderung meningkat setiap tahunnya. Namun dalam 2 tahun terakhir konsumsi BBM tipe ini mengalami sedikit penurunan.

Penggunaan BBM RON 95, 98, dan 100 pada tahun 2020 berjumlah sebanyak 352,8 ribu kilo liter. Adapun pada tahun 2018, tingkat konsumsi BBM RON 95, 98, dan 100 mencapai rekor tertingginya dengan jumlah pemakaian sebanyak 386 ribu kilo liter.

Tahun Depan, BBM Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Premium dan Pertalite

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Diva Angelia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Diva Angelia.

DA
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini